Pengacara beberkan asal usul kekayaan Nadiem

KUASA hukum Nadiem Makarim, Ari Yusuf Amir merespons tuduhan jaksa penuntut umum yang menyatakan kliennya memperoleh keuntungan sebesar Rp 809 miliar dari proyek pengadaan Chromebook di Kementerian Pendidikan.

“Nadiem tidak menerima sepeser pun dari pengadaan Chromebook. Kenaikan kekayaannya disebabkan oleh penawaran umum sahamnya di bursa efek dan sesuai dengan harga pasar,” ujarnya saat diwawancara setelah persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 16 Oktober 2025.

Bacaan Lainnya

Ari juga menyebutkan bahwa setelah masa 2022, nilai saham Nadiem di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) mengalami penurunan besar lebih dari 70 persen pada tahun 2023. PT AKAB adalah perusahaan yang mengelola Gojek. Kedua perusahaan ini didirikan oleh Nadiem.

Terkait dugaan Nadiem menerima uang atau memperkaya diri sebesar Rp 809 miliar dari proyek Chroembook, hal ini terungkap dalam dakwaan yang disampaikan oleh mantan Direktur Sekolah Dasar di Direktorat PAUD Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan, Sri Wahyuningsih, dalam persidangan yang digelar pada Selasa, 16 Desember 2025.

Nadiem yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pendidikan mengarahkan penggunaan spesifikasi laptop chromebook berbasis Chrome Device Management (CDM)/ Chrome Education Upgrade, yaitu produk dari Google. Hal ini membuat Google menjadi satu-satunya pihak yang menguasai ekosistem pendidikan di Indonesia.

“Maka telah memberikan keuntungan sebesar Rp 809 miliar kepada terdakwa Nadiem Anwar Makarim yang berasal dari PT AKAB melalui PT Gojek Indonesia, sementara sumber dana PT AKAB sebagian besar berasal dari investasi Google sebesar USD 786,9 juta,” ujar Jaksa Penuntut Umum.

Keuntungan tersebut, menurut jaksa, terlihat dari kekayaan Nadiem yang tercantum dalam LHKPN tahun 2022, di mana perolehan harta berupa surat berharga mencapai Rp 5,59 triliun.

Sementara mengenai hal tersebut, Ari menyampaikan bahwa setelah masa 2022, nilai saham Nadiem di PT AKAB mengalami penurunan besar lebih dari 70% pada 2023. “Turun secara signifikan lebih dari 70% pada 2023,” kata Ari. Sebagai informasi, sebelum Nadiem menjabat sebagai menteri, Google telah menjalin kerja sama dengan Gojek.

Pada tahun 2015, PT AKAB bekerja sama dengan Google dalam menggunakan Google Maps, Google Cloud, dan Google Workspace untuk operasional Gojek. Dua tahun berikutnya, Google memberikan investasi awal sebesar USD 99 juta kepada PT AKAB, kemudian menambahkan investasi sebesar USD 349 juta pada tahun 2019. Pada Maret 2020, Google Asia Pasifik Pte Ltd kembali menanamkan modal ke PT AKAB sebesar USD 59 juta.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan perangkat laptopChromebookDi masa Menteri Nadiem Makarim, kasus akhirnya dibawa ke pengadilan. Tiga tersangka, Sri Wahyuningsih, Ibrahim Arief, dan Mulyatsyah, mulai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 16 Desember 2025.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *