Pemimpin Ducati Bongkar Rahasia Rossi dan Marquez!
Kehadiran Marc Marquez di MotoGP: Dari Perseteruan ke Rekonsiliasi
Dalam wawancara eksklusif yang diadakan selama World Ducati Week (WDW) 2026, Team Manager Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, memberikan wawasan mendalam tentang dinamika MotoGP. Pernyataannya mencakup berbagai aspek penting, mulai dari hubungan antara Marc Marquez dengan publik Italia hingga perseteruan lama dengan Valentino Rossi. Berikut adalah poin-poin utama dari wawancara tersebut:
- Rekonsiliasi Rossi vs Marquez
Salah satu topik yang menarik perhatian adalah sambutan hangat fans Italia terhadap Marc Marquez. Tardozzi mengungkap bahwa masyarakat akhirnya sadar bahwa insiden di Sepang 2015 tidak boleh menghakimi hidup seseorang selamanya. Ia juga menyoroti perseteruan antara Rossi dan Marquez, yang menurutnya harus segera diakhiri.
“Saya tahu beberapa detail di balik layar sejak dari Phillip Island hingga konferensi pers di Malaysia saat itu. Menurut saya, segalanya dikelola dengan sangat buruk akibat masukan-masukan yang salah (kepada pembalap). Ego dua ‘Titanic’ ini bertabrakan.”
Tardozzi juga memuji perubahan karakter Marquez: “Sebagai manusia, Marc mengejutkan saya. Dia jauh lebih rendah hati dari yang saya bayangkan. Ketika dia masuk ke garasi, aura pemimpin alaminya langsung terasa, tapi dia selalu datang dengan senyuman dan menyapa semua orang tanpa terkecuali.”
Cedera Rahasia Marc Marquez: Menang di Atas Penderitaan Fisik
Tardozzi juga membuka tabir mengenai kondisi fisik Marquez belakangan ini. Setelah kecelakaan hebat di Indonesia musim lalu dan insiden di Jerez, Marquez harus kembali naik meja operasi pasca-Le Mans akibat pin medis yang patah di dalam tubuhnya.
“Operasi medis di Madrid mendeteksi adanya pin yang patah. Anehnya, masalah ini tidak terasa saat dia hidup normal atau latihan off-road, tapi sangat menyiksa saat berkendara dengan posisi ekstrem motor MotoGP,” ungkap Tardozzi.
Meskipun berhasil mencetak kemenangan heroik di Hongaria dan Brno, Tardozzi menegaskan bahwa pembalap Spanyol itu belum 100% pulih. “Dia belum sehat. Kemenangan di Brno adalah mahakarya luar biasa, tapi jika Anda melihat wajahnya setelah balapan, dia benar-benar habis. Marc melampaui batas kemampuan fisiknya sendiri. Dia seorang pahlawan.”
Pecco Bagnaia Pergi, Pedro Acosta Datang
Hubungan delapan tahun antara Ducati dan Pecco Bagnaia akan berakhir menjelang musim 2027. Pecco resmi akan menyeberang ke Aprilia. Bagi Tardozzi, Pecco adalah bagian tak terpisahkan dari tinta emas sejarah Ducati dengan statistik mentereng: 31 kemenangan, 28 pole position, dan 2 gelar juara dunia.
“Ikatan manusiawi dan persahabatan kami dengan Pecco tidak akan pernah berubah. Dia pembalap paling sukses dalam sejarah Ducati di era modern. Namun, dalam dunia profesional, ada kalanya perpisahan adalah jalan terbaik bagi kedua belah pihak.”
Sebagai gantinya, Ducati menaruh harapan besar pada talenta muda paling bersinar saat ini, Pedro Acosta, untuk berduet dengan Marquez di masa depan.
“Pedro memenangkan segalanya sejak awal—Rookies Cup, Moto3, Moto2. Di MotoGP dia belum mengeluarkan potensi maksimalnya, tapi kami yakin eranya akan dimulai tahun depan bersama kami.”
Regulasi Baru Era 850cc 2027
Terkait transisi besar ke mesin 850cc, Tardozzi menyebut tes di Brno barulah awal. Aprilia saat ini memang terlihat paling siap dan melangkah maju secara teknis, namun peta kekuatan sesungguhnya baru akan terlihat pada tes resmi di Malaysia awal Februari mendatang.
Ketika ditanya mengenai formula “Pembalap Ideal” dari grid MotoGP saat ini, inilah kompilasi menarik versi Tardozzi:
- Frenata Terbaik (Hard Braking): Pecco Bagnaia
- Corner Speed (Percorrenza): Marco Bezzecchi
- Pindah Arah Tercepat (Cambio di Direzione): Marc Marquez
- Giro Secco (Qualifying Pace): Jorge Martin
- Manajemen Media & Pembalap Paling Komplet: Marc Marquez
Langkah berani Ducati merombak lini pembalapnya untuk beberapa musim ke depan menunjukkan bahwa Borgo Panigale tidak ingin terjebak dalam zona nyaman. Pertarungan mentalitas antara warisan kejayaan Rossi, kebangkitan Marquez, dan ambisi baru Acosta akan menjadi narasi paling mahal dalam sejarah modern MotoGP.

