Peduli Kesehatan dengan Pahami Penyakit
KOMISARIS Utama Holywings Group dan Ketua Program CSR Holywings Peduli Andrew Susanto mengajak masyarakat agar lebih memahamipenyakitsecara menyeluruh. “Kami berharap masyarakat lebih memperhatikan kesehatan dengan meningkatkan pemahaman tentang penyakit, terutama yang berkaitan dengan sistem pernapasan, serta mendorong kebiasaan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai tindakan pencegahan dini,” ujar Andrew dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 18 Januari 2026.
Sebelumnya, Andrew bersama tim mengadakan seminar kesehatan dengan tema Superflu yang diselenggarakan bersamaan dengan kegiatan pemeriksaan.kesehatanmassal. Kegiatan ini diselenggarakan di Livehouse Kemang bekerja sama dengan Tiger Kemang dan dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan khususnya warga dari kelurahan Bangka, Jakarta Selatan.
Sesi seminar kesehatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Superflu, yaitu infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza dengan gejala yang lebih parah dan bisa menyebabkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan benar. Dalam sesi talkshow, dokter Willy Setiawan dari Dokterhub menjelaskan mulai dari penyebab, gejala, cara penyebaran, hingga langkah pencegahan terhadap Superflu. Willy juga menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.
Superflu sempat menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Superflu juga dikenal sebagai influenza A subclade K jenis H3N2. Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa sejak September hingga November 2025, terdapat 62 kasus yang tercatat di Indonesia. Kasus tersebut menyebar di 11 provinsi dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, yaitu 18 kasus.
Hingga 9 Januari 2026, semua pasien dinyatakan pulih dan tidak ada laporan kematian. “Kita perlu memastikan dengan tepat apakah ini penyebaran virus influenza H3N2 subklade K. Sampai saat ini terdapat 62 kasus dan semuanya telah pulih,” ujar Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenkes RI, Wiwid Wahyu Widayanti, saat dihubungi Tempo pada Jumat, 9 Januari 2026.
Selain Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, terdapat juga kasus di Jawa Barat (10), Sumatera Selatan (5), Sumatera Utara (3), Bali serta Nusa Tenggara Timur masing-masing dengan dua kasus, serta satu kasus di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Barat.
Menurut Wiwid, pengujian varian ini memerlukan pemeriksaan laboratorium khusus sehingga proses identifikasi menjadi cukup panjang.
Wiwid juga menegaskan bahwa istilah superflu yang sedang ramai dibicarakan oleh masyarakat bukanlah istilah medis yang umum digunakan. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan virus influenza A H3N2 yang saat ini beredar. “WHO (Badan Kesehatan Dunia) menyatakan bahwa virus influenza ini merupakan penyakit musiman, bukan penyakit baru.”
Peningkatan jumlah kasus flu sering terjadi pada bulan-bulan akhir tahun, seiring dengan perubahan iklim. “Memasuki bulan September hingga Desember, curah hujan di Indonesia meningkat, sedangkan di luar negeri musim salju tiba, sehingga memicu penyebaran flu khususnya ketika daya tahan tubuh menurun,” ujar Wiwid.
Kelompok anak kecil dan lansia dianggap paling rentan terhadap infeksi. Pada balita, sistem imun masih dalam proses perkembangan sehingga respons terhadap virus belum maksimal. Di sisi lain, pada lansia terjadi penurunan kemampuan sistem kekebalan tubuh karena faktor usia. “Jika lansia tertular, proses pemulihannya sedikit lebih lambat, tetapi tetap bisa pulih.”
Meskipun mengalami perubahan genetik seiring berjalannya waktu, Wiwid menegaskan bahwa H3N2 tidak menunjukkan peningkatan keparahan. “Perubahan genetik yang terjadi secara bertahap dan tidak mengubah kemampuan virus untuk menyerang sel pernapasan manusia,” ujar Wiwid.
Ia mengajak masyarakat tetap menjalani kebiasaan hidup bersih dan sehat, seperti istirahat ketika sakit, mengonsumsi makanan bernutrisi, berolahraga secara teratur, serta mematuhi etika dalam batuk dan bersin. “Jika harus keluar rumah dalam keadaan tidak sehat, gunakan masker, hindari kerumunan, dan selalu mencuci tangan,” ujarnya.
Mengenai vaksin, Wiwid mengatakan vaksin flu masih penting karena komposisinya diperbarui sesuai dengan virus yang beredar setiap musim. “Efektivitas vaksin bervariasi tergantung pada musim dan kelompok masyarakat, tetapi tetap dapat digunakan,” katanya.
HESTI DWI ARINI

