Naskah Khutbah Jumat 26 Desember 2025: Dua Amalan Ringan untuk Masuk Surga

– Sobat Tribun, dua amalan sederhana yang tetap dijaga agar mendapatkan surga adalah mengingat Allah setelah shalat wajib (membaca tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing sebanyak 10 kali) serta mengingat Allah sebelum tidur (tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, takbir 34 kali), yang dijanjikan pahala besar meskipun mudah dilakukan namun sering tidak konsisten, ditambah dengan amalan lain seperti menyebarkan salam, memberi makan, menjalin silaturahmi, dan shalat malam.

Membicarakan mengenai Jumat mendatang, tepatnya pada hari Jumat tanggal 26 Desember 2025, kami sebagai laki-laki yang beragama Islam akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.

Bacaan Lainnya

Jumat, yang dikenal sebagai Sayyidul Ayyam atau Raja Hari, dipercaya oleh umat Islam sebagai hari yang penuh berkah.

Khusus untuk khutbah pada Jumat mendatang, berikut adalah naskah khutbah Jumat yang telah dirangkum dari berbagai sumber untuk tanggal 26 Desember 2025 dengan tema “Mempertahankan Dua Amalan Ringan untuk Mendapatkan Tiket Masuk Surga”.

Khutbah 1

Alhamdulillah yang telah membagikan karunia-Nya kepada hamba-hamba-Nya dan menjamin kelimpahan rezeki serta merawat tanaman dengan perawatan anak kecil di pangkuan-Nya. Aku memuji-Nya, Maha Suci Dia dan Maha Tinggi. Bahasa tidak mampu menghitungnya, dan aku bersyukur kepada-Nya sebagai bentuk syukur dari seseorang yang menyendiri dan membagi dengan keyakinan dan kepercayaan. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa pemimpin kami Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada pemimpin kami Muhammad serta keluarganya dan para sahabatnya, para pendukung agama dan penolong-penolongnya yang berjuang di jalan Allah dengan perjuangan yang sebenarnya. Sesudah itu, wahai hadirin, aku nasihati kalian dan diriku sendiri untuk takwa kepada Allah dan taat kepada-Nya, semoga kalian beruntung. Wahai orang-orang yang beriman, takwalah kepada Allah dengan takwa yang sebenarnya, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim. Dan bawalah bekal, karena sebaik-baik bekal adalah takwa.

 

Para Jemaah Shalat Jumat yang Terhormat

Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk melaksanakan sholat Jumat berjamaah. Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan anugerah yang ada sebagai sarana untuk meningkatkan ketakwaan dengan menjalankan segala perintah dan menghindari larangan-Nya.

Jamaah yang Dirahmati Allah

Pada kesempatan yang baik ini, khatib mengingatkan dirinya sendiri serta seluruh jamaah tentang dua amalan surga yang sering ditinggalkan. Hal ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad:

Kami sampaikan dalam kitab Sunan Abu Daud, Tirmidzi, dan Nasai dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi ﷺ yang mengatakan: Ada dua hal yang jika seorang hamba Muslim menjaga keduanya, maka ia akan masuk surga. Kedua hal itu adalah mudah. Siapa saja yang melakukannya sedikit, maka ia membaca tasbih sepuluh kali, memuji sepuluh kali, dan takbir sepuluh kali setelah setiap shalat. Itu berjumlah lima ratus seratus dengan lisannya, dan seribu lima ratus di timbangan.

Dan membaca “Allahu Akbar” sebanyak 43 kali ketika berbaring, memuji sebanyak 33 kali, dan mengucapkan “Subhanallah” sebanyak 33 kali. Itu berjumlah seratus dengan lisan dan seribu dengan timbangan.

Artinya: Dinyatakan dalam kitab Sunan Abi Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i, dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma, dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, beliau berkata: “Ada dua hal yang jika seorang muslim menjaganya maka akan masuk surga. Kedua hal tersebut mudah tetapi sedikit orang yang melakukannya. Yaitu membaca tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 10 kali setelah shalat fardhu. Jika dihitung jumlah bacaannya adalah 150 kali dalam ucapan dan 1.500 kebaikan dalam timbangan amal. Membaca takbir sebanyak 34 kali, serta tahmid dan tasbih masing-masing 33 kali sebelum tidur. Jika dijumlahkan menjadi 100 kali dalam ucapan dan 1.000 kebaikan dalam timbangan.”

Mendengar hadis Nabi, para sahabat langsung bertanya: ‘Mengapa dua hal yang mudah, namun sedikit orang yang melakukannya?’ Nabi kemudian menjelaskan dalam kelanjutan hadisnya:

Seseorang dari kalian tidur, lalu dia diberi tidur sebelum mengucapkannya, dan datang kepadanya dalam shalatnya, lalu diingatkan sebelum mengucapkannya. Hadis ini sahih.

Maknanya: Iblis mendatangi salah satu dari kalian ketika tidur. Iblis membuatnya tertidur sebelum ia membaca dzikir (tasbih, tahmid, dan takbir). Dan ia (iblis) hadir dalam shalatnya kemudian mengingatkan keinginan-keinginannya sebelum ia membaca dzikir tersebut. Sanad hadis ini sahih. (Syekh Nawawi, Al-Adzkar, Semarang: Pustaka ‘Alawiyah, halaman 68-69).

Dua hal dalam hadis tersebut ialah membaca zikir setelah menyelesaikan shalat fardhu dan sebelum tidur. Nabi Muhammad memandang amalan ini sebagai sesuatu yang sangat mudah dan ringan. Namun, hanya sedikit orang yang menjalankannya secara konsisten.

Jamaah yang Berbahagia

Surga dan neraka keduanya merupakan makhluk Tuhan yang diciptakan sebagai tempat tinggal akhir bagi umat manusia. Siapa yang akan menjadi penghuni surga, dan siapa yang akan tinggal di neraka, adalah hak mutlak Tuhan dalam memberikan rahmat kepada hamba-Nya.

Namun, manusia diberi kesempatan yang seluas-luasnya untuk berusaha dan bersaing dalam meraih surga. Salah satu bentuknya, sebagaimana disebutkan dalam hadis, yaitu dengan membaca tasbih (subhânallâh), tahmid (alhamdulillâh), dan takbir (allâhu akbar) masing-masing sebanyak 10 kali setelah sholat fardhu. Membaca takbir sebanyak 34 kali, tasbih 33 kali, dan tahmid 33 kali ketika akan tidur. Dengan membaca zikir tersebut sebanyak 250 kali, maka setidaknya telah mengumpulkan 2.500 kebaikan dalam sehari semalam. Angka ini sesuai dengan yang dijelaskan Allah dalam Al-Qur’an:

Siapa yang membawa kebaikan, baginya sepuluh kali lipatnya.

Maknanya: “Siapa saja yang melakukan satu kebaikan, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat dari perbuatannya” (QS. Al-An’am: 160).

Hadirin Rahimakumullah

Hidup ini seperti menabung untuk kehidupan di masa depan (akhirat). Setiap hembusan napas, setiap gerakan tubuh, semuanya dihitung oleh malaikat pencatat amal. Nilai kebaikan akan memperberat timbangan kebaikan dan nilai keburukan akan memperberat timbangan keburukan juga. Manusia hanya bisa menerima hasil yang akan diperolehnya nanti.

(Maka barangsiapa yang melakukan sebesar biji dzarrah kebaikan, dia akan melihatnya) (7) dan barangsiapa yang melakukan sebesar biji dzarrah keburukan, dia akan melihatnya) (8)

Maknanya: “Siapa saja yang melakukan kebaikan seberat biji dzarrah, maka ia akan melihat (balasan)nya. Dan siapa saja yang melakukan kejahatan sebesar biji dzarrah” (QS. Al-Zalzalah: 7-8).

Akan menerima buku catatan terbaik, yang berarti akan menjadi penghuni surga? Atau justru sebaliknya, buku catatan amalnya buruk dan mendapat balasan neraka, semoga Allah melindungi kita dari hal itu. Oleh karena itu, marilah memanfaatkan usia dan kesehatan yang diberikan dengan baik dan bijak. Yaitu dengan terus menjalankan perintah-perintah baik, baik yang dirasa berat maupun ringan. Hal ini penting agar perjalanan di dunia penuh dengan ibadah dan memberi manfaat bagi diri sendiri serta sesama. Jangan lupa, sebisa mungkin menjaga amalan-amalan yang meskipun kecil namun memiliki dampak yang sangat baik bagi diri. Sebisa mungkin juga menyampaikan hal tersebut kepada keluarga, saudara, teman dekat, dan orang-orang yang sering kita temui.

Semoga Allah memberkati saya dan kalian dalam Al-Qur’an yang agung, dan semoga Dia memberi manfaat kepada saya dan kalian melalui ayat-ayatnya serta dzikir dari Sang Hakim yang Bijaksana. Semoga Allah menerima tilawah saya dan kalian, dan sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan aku mengucapkan perkataan ini, lalu aku memohon ampunan kepada Allah Yang Agung, sesungguhnya Dia adalah Yang Pemaaf lagi Maha Pengasih.

Khutbah 2

Alhamdulillah atas kebaikan-Nya dan syukur kepada-Nya atas pertolongan dan anugerah-Nya. Dan aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, yang satu tanpa sekutu, dan aku bersaksi bahwa Nabi kita Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya yang menyerukan kepada keridhaan-Nya. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi kita Muhammad dan kepada keluarganya serta sahabatnya, dan berikan keselamatan yang banyak. Adapun setelah itu, wahai manusia, takutilah Allah dalam apa yang diperintahkan dan hindarilah apa yang dilarang-Nya, dan ketahuilah bahwa Allah memerintahkan kalian dengan sesuatu yang dimulai oleh-Nya sendiri dan disempurnakan oleh malaikat-malaikat-Nya dengan kekudusan-Nya, dan Dia berfirman: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepada-Nya dan berikan salam kepada-Nya.” Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi kita Muhammad, semoga Allah meridhai-Nya dan memberi salam kepada-Nya, serta kepada keluarga Nabi kita Muhammad, dan kepada para nabi dan rasul-Mu, serta malaikat-malaikat yang dekat kepada-Mu. Ya Allah, ridailah para khalifah yang benar, yaitu Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, dan seluruh sahabat serta pengikut-pengikut mereka dengan kebaikan sampai hari kiamat. Ridailah kami bersama mereka dengan rahmat-Mu, ya Tuhan yang paling murah dari semua yang murah. Ya Allah, ampunilah orang-orang beriman laki-laki dan perempuan, orang-orang Islam laki-laki dan perempuan, baik yang masih hidup maupun yang sudah tiada. Ya Allah, muliakanlah agama Islam dan umat Islam, hinakanlah syirik dan orang-orang musyrik, tolonglah hamba-hamba-Mu yang menyembah hanya kepada satu Tuhan, bantulah siapa saja yang membela agama, dan lemahkanlah siapa saja yang mengkhianati umat Islam. Hancurkanlah musuh-musuh agama dan tegakkanlah kalimat-Mu sampai hari kiamat. Ya Allah, jauhkanlah dari kami bencana, wabah, gempa bumi, kesulitan, dan keburukan fitnah, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi, khususnya di negara kami Indonesia dan seluruh negeri-negeri Muslim secara umum, ya Tuhan semesta alam. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia ini dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa api neraka. Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, jika Engkau tidak mengampuni kami dan merahmati kami, maka pasti kami termasuk orang-orang yang rugi. Hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk berlaku adil dan berbuat baik, memberi kepada kerabat dekat, dan melarang perbuatan keji, kemunkaran, dan aniaya. Ia memberi nasihat kepada kalian agar kalian ingat. Ingatlah Allah yang besar, niscaya Dia akan mengingat kalian. Bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat-Nya, niscaya Dia akan menambahkan nikmat-Nya kepada kalian. Dan sesungguhnya, mengingat Allah adalah yang terbesar.

 

Lihat berita terbaru lainnya di: Google News

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *