Nasib Michael Wisnu Wardhana, Dirut Terra Drone Indonesia, Terancam Hukuman Seumur Hidup

Tersangka Kebakaran Gedung Terra Drone Dipecat dan Terancam Hukuman Seumur Hidup

Michael Wisnu Wardhana, Direktur Utama (Dirut) PT Terra Drone Indonesia kini terancam hukuman penjara seumur hidup. Ia dijerat dengan pasal berlapis dalam kasus kebakaran gedung Terra Drone di Cempaka Putih, Kemayoran yang menewaskan 22 orang. Pasal-pasal yang diterapkan adalah Pasal 187, 188, dan 359 KUHP. Saat ini hanya satu tersangka yang ditetapkan dalam peristiwa tragis tersebut.

Sebelumnya, polisi menangkap satu orang terkait kebakaran gedung Terra Drone di kawasan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. Adapun satu orang tersebut adalah Direktur Utama (Dirut) PT Terra Drone Indonesia berinisial MW yang kemudian diketahui adalah Michael Wisnu Wardhana. Hal ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra. MW bahkan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam peristiwa kebakaran yang menelan korban jiwa sebanyak 22 orang.

Profil Michael Wisnu Wardhana

Michael Wisnu Wardhana menjadi tersangka dalam kasus kebakaran gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat yang terjadi pada Selasa (9/12/2025). Michael Wisnu Wardhana adalah Direktur dan C-Level Terra Drone Indonesia lulusan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB angkatan 2001. Michael Wisnu Wardhana dikenal sebagai tokoh muda berbakat di industri teknologi drone tanah air. Michael Wisnu Wardhana menjadi sosok yang bertanggung jawab atas insiden kebakaran tersebut yang menewaskan 22 orang.

Saat ditangkap di apartemennya, Michael Wisnu Wardhana sempat bersitegang dengan pihak kepolisian. Ia menolak untuk dibawa ke kantor polisi guna penyidikan lebih lanjut. Sebelumnya, kebakaran di Gedung Terra Drone Kemayoran, Jakarta Pusat terjadi pada Selasa (9/12/2025). Polisi menemukan bukti yang cukup untuk kemudian menetapkan Michael sebagai tersangka dalam kasus ini.

Usai resmi jadi tersangka, Michael langsung ditangkap penyidik Polrse Metro Jakarta Pusat di apartemennya pada Rabu (10/12/2025) malam. Di momen penangkapan tersebut, Michael sempat berdebat dengan polisi. Hal itu lantaran Michael tak terima dengan penangkapan hingga penyitaan yang dilakukan penyidik. Untuk diketahui, Michael dijadikan tersangka lantaran dianggap bertanggung jawab atas hilangnya nyawa 22 karyawannya.

Peran Michael dalam Industri Teknologi Drone

Michael Wisnu Wardhana adalah bos Terra Drone. Ia memegang posisi Direktur dan C-Level Terra Drone Indonesia. Michael Wisnu Wardhana dikenal sebagai tokoh muda berbakat di industri teknologi drone tanah air. Michael merupakan lulusan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara, Jurusan Teknik Dirgantara, Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2001. Ia membekali dirinya dengan keahlian teknis mumpuni.

Sebagai pucuk pimpinan Terra Drone Indonesia, Michael kerap diundang untuk menjadi pembicara di berbagai seminar dan acara internasional, membahas inovasi drone dan teknologi canggih. Ia pernah menjadi pembicara dalam kegiatan CSR Award 2019 yang berlangsung di Sanur, Bali, pada 1 Agustus 2019, membagikan pengalaman dan wawasan praktis dalam pengembangan teknologi industri. Michael juga tampil sebagai pembicara dalam acara Foreng 10 dengan tema “Future Solution for Lifecycle Construction” yang digelar di Telkom Landmark Tower pada 12–13 November 2019, dikutip dari kanal YouTube WIKA EXO.

Pada 20 November 2020, Michael kembali diundang sebagai pembicara dalam Malaysia Drone Tech Festival 2020, seperti tercatat di akun Instagram resmi perusahaan @terradrone_id. Tidak hanya itu, ia juga menjadi pembicara pada Forum Engineering 2020 dengan topik menarik bertajuk “Drone and Smart Cities” yang menyoroti pemanfaatan teknologi drone di perkotaan. Pada ajang Aeroscape Innovation Summit (AIS) 2023 yang diselenggarakan oleh ITB, Michael tampil sebagai salah satu dari 13 pakar yang diundang untuk berbagi insight di bidang drone dan inovasi teknologi.

Kehadirannya dalam berbagai seminar internasional membuktikan bahwa Michael bukan hanya ahli manajemen, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam tentang teknologi drone modern. Pada Januari 2024, ia kembali menjadi narasumber dalam Webinar Drone Industry Outlook 2024, memberikan analisis terkait tren industri drone global dan peluang pengembangan teknologi masa depan.

Penyelidikan Dugaan Kelalaian sebagai Penyebab Kebakaran

Polisi masih mendalami penyebab kebakaran maut di kantor Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat yang menewaskan 22 orang. Selain mengusut sumber api, penyidik juga tengah mendalami dugaan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan pihaknya masih mengkaji apakah penyebab kebakaran berkaitan dengan kelalaian ataupun adanya pihak lain yang bertanggung jawab.

“Dari penyebab tersebut kita akan kaji lagi, apakah dihubungkan dengan kelalaian atau ada pihak-pihak lain yang bertanggung jawab.” “Termasuk izin-izin dan sebagainya tentu akan kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Susatyo kepada wartawan di lokasi kebakaran, Selasa (9/12/2025).

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra menyebut sudah ada beberapa saksi yang dimintai keterangan terkait tragedi tersebut. “Saat ini kita masih melakukan pemeriksaan. Ada 4 karyawan (saksi) dan 2 dari HRD,” katanya. Selain itu, polisi juga akan berupaya memeriksa pemilik gedung atau penanggung jawab perusahaan untuk mengetahui apakah terdapat unsur pidana.

“Itu juga nanti kita upayakan komunikasi untuk memeriksa pemilik gedung atau penanggung jawab perusahaan. Apakah ada unsur pidananya, tentu saja kita lakukan penyelidikan,” ujarnya. Roby menegaskan penyidikan dilakukan untuk membuat terang suatu kejadian, termasuk potensi kelalaian baik dari operator, manajemen, maupun pemilik gedung.

Meski demikian, hingga saat ini polisi belum menemukan indikasi unsur pidana. “Untuk sampai saat ini kita belum menemukan unsur pidananya. Kita masih menyelidiki apakah ada unsur pidana dalam kejadian kebakaran itu,” kata Roby. Dalam penyisiran ulang yang dilakukan bersama tim forensik, polisi memastikan bahwa gedung tersebut hanya memiliki satu akses.

“Tadi kita sudah melakukan pemeriksaan ulang dari lantai bawah sampai paling atas. Kita temukan bahwa memang masuk dan keluarnya itu hanya melalui pintu bawah di depan itu saja,” jelasnya. Polisi juga memeriksa satu unit lift yang ada di gedung tersebut.

“Ada satu lift kita periksa juga. Untungnya tidak ada korban di dalamnya,” tambah Roby. Hingga kini, penyidik masih menunggu hasil lengkap tim forensik dan memeriksa saksi tambahan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam tragedi kebakaran yang menewaskan 22 orang tersebut.

Korban Tewas 22 Orang

Pemimpin perusahaan Terra Drone bersama tujuh orang lainnya diperiksa polisi terkait kebakaran Gedung Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). Data tersebut terhitung hingga Rabu (10/12/2025). “Jumlah saksi delapan (orang) yang sudah diperiksa,” ujar Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Saputra saat dikonfirmasi wartawan, Rabu. Saksi yang diperiksa terdiri dari pemilik gedung Terra Drone, manajemen perusahaan, dan warga di lingkungan sekitar lokasi.

Namun, pemilik perusahaan hingga kini belum diperiksa. Kepolisian masih memastikan posisi dan alamat pemilik PT Terra Drone. Roby mengungkapkan, PT Terra Drone merupakan perusahaan Jepang. Namun, pemimpin perusahaan di kantor Kemayoran bukan merupakan WNA Jepang. “Perusahaannya perusahaan Jepang. Kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan (orang Jepang),” tutur Roby.

Sebelumnya, kebakaran terjadi di Gedung Kantor Terra Drone, Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Selasa kemarin. Informasi resmi dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jakarta menyebut, kebakaran di Gedung Terra Drone mulai diketahui sejak pukul 12.43 WIB. Tim damkar kemudian meluncur ke lokasi kejadian dan mulai melakukan pemadaman pada pukul 12.50 WIB. Lalu sekitar pukul 14.10 WIB, tim damkar telah berhasil memadamkan api dan melakukan pendinginan di lokasi kejadian.

Polres Metro Jakarta Pusat pada pukul 17.00 WIB mengonfirmasi jumlah total korban meninggal sebanyak 22 orang. “Terdiri dari tujuh orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Untuk 22 korban sudah dibawa ke RS Polri,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro. Dari keseluruhan korban meninggal, ada satu orang ibu hamil dengan usia kandungan tujuh bulan.

“Rata-rata korban meninggal ditemukan di lantai 3, 4, dan 5. Sebab (karyawan) yang berada di lantai 6 bisa langsung ke rooftop,” tutur Susatyo. Menurutnya, para korban meninggal rata-rata disebabkan kekurangan oksigen sehingga menyebabkan lemas dan berujung kepada kematian. “Asap naik ke lantai 2, 3, dan sebagainya, oksigen juga kurang, sehingga banyak yang meninggal karena lemas di atas,” kata Susatyo.

Seluruh korban meninggal dibawa ke RS Polri Kramatjati. Selain itu, menurutnya ada dua orang petugas damkar mengalami luka ringan saat penanganan kejadian. Lalu Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Adriansyah mengalami luka berat di tangan ketika meninjau lokasi kebakaran. Berikut daftar nama-nama korban meninggal dunia:

  1. Ninda
  2. Pariyem
  3. Novia (hamil)
  4. Nisa
  5. Nazelia
  6. Risda
  7. Asy-Syifa
  8. Della
  9. Siti
  10. Emelia
  11. Vina
  12. Chandra
  13. Tasya
  14. Chintia
  15. Rosdiana
  16. Apriana
  17. Ariel
  18. Yoga
  19. Sendi
  20. Raihan
  21. Ihsanul Mirza.
  22. Belum Terindentifikasi

Pos terkait