— Makna selebrasi Mihailo Perovic ke gawang Persijap Jepara langsung menyita perhatian seusai laga Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026. Gol tersebut bukan sekadar penutup pesta empat gol, tetapi juga penanda berakhirnya puasa gol sang striker bersama Green Force.
Persebaya Surabaya menutup laga terakhir di tahun 2025 dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Persijap Jepara pada lanjutan Super League 2025/2026.
Hasil ini terasa spesial karena hadir di tengah tekanan kompetisi dan tuntutan konsistensi performa tim kebanggaan Bonek.
Memasuki babak kedua, kedua tim langsung bermain terbuka dan saling melancarkan jual beli serangan.
Namun hingga 15 menit awal babak kedua berjalan, belum ada peluang berbahaya yang benar-benar mengancam gawang masing-masing tim.
Caretaker Persebaya Surabaya Uston Nawawi kemudian mencoba mengubah dinamika permainan lewat sejumlah pergantian pemain.
Gali Freitas, Mihailo Perović, dan Catur Pamungkas masuk menggantikan Koko Ari, Diego Mauricio, serta Malik Risaldi demi menambah daya gedor.
Peluang emas Persebaya Surabaya hadir pada menit ke-70 lewat skema rapi dari sisi sayap. Gali Freitas mengirimkan umpan kepada Francisco Rivera, namun tembakan sang gelandang masih melambung di atas mistar gawang Persijap.
Lima menit berselang, Green Force kembali mengancam melalui serangan balik cepat dari sisi kanan.
Gali menusuk ke kotak penalti sebelum memberi umpan matang kepada Mihailo, tetapi penyelesaian akhir sang penyerang belum menemui sasaran.
Tekanan Persebaya Surabaya akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-80 melalui kerja sama yang lebih efektif.
Umpan manis Gali Freitas ke depan mulut gawang disambut Rivera dengan satu sentuhan untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Keunggulan Persebaya Surabaya kian tak terbendung lima menit kemudian lewat kontribusi pemain pengganti.
Bruno Moreira melepaskan umpan terukur dari sisi kiri, lalu Mihailo Perovic yang berdiri bebas sukses menuntaskan peluang menjadi gol keempat.
Gol tersebut langsung disambut selebrasi emosional dari Mihailo Perovic di hadapan suporter. Ia menutup telinga dan memperagakan bibir manusia yang berucap menggunakan tangannya, gestur yang mengandung pesan kuat.
Selebrasi ini bisa dimaknai ia tak pernah goyah oleh kritik atau nada minor dari suporter dan memilih tetap fokus memberi yang terbaik untuk Persebaya Surabaya Surabaya.
Momen tersebut terasa personal sekaligus menjadi jawaban sunyi atas perjalanan yang tak selalu mulus musim ini.
Bagi Mihailo, gol ke gawang Persijap Jepara menjadi gol ketiganya bersama Persebaya Surabaya musim ini.
Gol pertama tercipta pada pekan ke-3 kontra Persita Tangerang, gol kedua hadir pada pekan ke-11 melawan Persis Solo, dan gol ketiga tercatat pada pekan ke-8 laga tunda kontra Persijap.
Kontribusi Mihailo pada laga tersebut juga tercermin dari data statistik yang solid meski hanya bermain singkat.
Ia mencatatkan 1 pertandingan, 29 menit bermain, expected goals 0,81, serta total 3 percobaan tembakan dengan 1 di antaranya mengarah ke gawang.
Akurasi permainannya juga cukup meyakinkan dengan persentase umpan sukses mencapai 89 persen.
Dari 9 umpan yang dilepaskan, 8 di antaranya tepat sasaran, ditambah dua kali pemulihan bola yang menunjukkan keterlibatan dalam fase bertahan.
Kemenangan telak 4-0 ini memastikan Persebaya Surabaya mengamankan tiga poin penuh di akhir tahun.
Berkat hasil tersebut, Green Force naik ke posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 22 poin dan membawa optimisme baru menyongsong laga berikutnya.

Tinggalkan Balasan