Hari Ibu merupakan perayaan penting yang diperingati setiap tahun pada tanggal 22 Desember di Indonesia. Pada momen ini, banyak orang menyempatkan diri untuk menunjukkan rasa cinta dan penghargaan kepada ibu, baik dengan memberikan hadiah, mengungkapkan kata-kata manis, atau melakukan kegiatan spesial bersama. Namun, di balik perayaan tersebut, muncul berbagai pertanyaan terkait hukum merayakan Hari Ibu dalam perspektif agama Islam.
Dalam ajaran Islam, ibu adalah sosok yang sangat mulia dan layak dihormati setiap saat, bukan hanya pada satu hari tertentu dalam setahun. Pandangan ini disampaikan oleh Buya Yahya, seorang ulama ternama, yang menjelaskan bahwa tidak ada konsep “Hari Ibu” yang diperingati khusus setiap tahun dalam Islam. Menurutnya, penghormatan kepada ibu harus dilakukan secara kontinu, bukan hanya sekali dalam setahun. “Setiap hari kita mendoakan ibunda kita, bukan setahun sekali,” ujarnya.
Selain itu, Ustaz Dzulqarnain MS juga menyampaikan pandangan serupa. Ia menegaskan bahwa umat Islam hanya memiliki tiga hari raya, yaitu Idul Fitri, Idul Adha, dan Hari Jumat. Tidak ada hari raya lain yang diperuntukkan bagi umat Muslim. Oleh karena itu, merayakan Hari Ibu seperti halnya hari raya non-muslim dianggap tidak sesuai dengan prinsip Islam.
Namun, meskipun perayaan khusus seperti Hari Ibu tidak dianjurkan dalam Islam, kegiatan yang bertujuan untuk memuliakan ibu tetap diperbolehkan selama dilakukan dengan niat yang benar. Misalnya, mengungkapkan rasa terima kasih, memberikan hadiah, atau melakukan kegiatan bersama ibu bisa menjadi bentuk penghormatan yang sah, asalkan tidak dibatasi hanya pada satu hari saja.
Perayaan Hari Ibu dalam Islam lebih menekankan pada makna penghormatan yang berkelanjutan. Seorang anak diwajibkan untuk berbakti kepada orang tua sepanjang hidupnya, bukan hanya pada hari tertentu. Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan nilai-nilai kesetiaan, kejujuran, dan rasa syukur kepada Allah SWT serta kedua orang tua.
Dengan demikian, meskipun Hari Ibu tidak diperingati dalam tradisi Islam, makna penghormatan kepada ibu tetap menjadi bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Penghargaan yang tulus dan berkelanjutan adalah cara terbaik untuk menghormati jasa-jasa ibu dalam kehidupan sehari-hari.




