Wanita korban KDRT kabur dari rumah setelah dihukum suami karena berat badan

Seorang perempuan menjadi topik pembicaraan di media sosial setelah menceritakan pengalamannya mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Cerita tersebut menjadi viral di aplikasi Thread dan menarik perhatian masyarakat karena tindakan kekerasan terjadi akibat masalah berat badan.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari MstarRabu (24/12/2025), perempuan tersebut mengakui memiliki berat badan 90 kilogram dan menyampaikan bahwa kondisi ini menjadi penyebab perselisihan dalam rumah tangganya yang akhirnya memicu tindakan kasar dari suaminya.

Dalam pengakuannya, perempuan itu mengatakan bahwa ia terpaksa meninggalkan rumah sejak hari Sabtu untuk melindungi dirinya sendiri.

Ia memutuskan untuk menginap di sebuah hotel yang lokasinya dekat dengan kantornya karena merasa tidak nyaman tinggal bersama suaminya.

Keputusan tersebut diambil setelah terjadi kejadian kekerasan, meskipun selama tiga tahun pernikahan, suaminya tidak pernah bersikap kasar secara fisik.

Perempuan itu menceritakan bahwa kejadian tersebut dimulai dari sebuah pertengkaran yang berkaitan dengan berat tubuhnya. Suaminya kerap mengeluh dan bertanya kapan dia akan mulai menjalani program diet.

Selain itu, suami tersebut juga mengucapkan kata-kata yang menyakitkan. Perempuan itu memutuskan untuk tidak merespons omongan tersebut, namun keadaan malah semakin memburuk.

Berdasarkan pengakuannya, suaminya tiba-tiba melakukan kekerasan dengan menutup mulut dan hidungnya menggunakan selimut.

Tidak hanya itu, ia juga mengakui pernah dipukul. Kejadian tersebut membuatnya kaget dan trauma, karena selama ini ia tidak pernah mengalami kekerasan fisik dalam rumah tangganya.

Kejadian itu membuatnya memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah.

Selain kekerasan fisik, perempuan tersebut juga menyampaikan bahwa ia telah lama mengalami tekanan psikologis akibat perlakuan kata-kata dari suaminya.

Ia mengakui sering mendapat ejekan dan dianggap rendah karena kondisi tubuhnya. Suaminya terus-menerus memintanya untuk menurunkan berat badan, dengan alasan yang menurut perempuan tersebut mungkin berasal dari niat baik, tetapi disampaikan dengan cara yang sangat menyakitkan.

Di dalam pengakuannya, perempuan itu mengatakan bahwa ia sering dipanggil dengan sebutan yang merendahkan harga dirinya, seperti dibandingkan dengan hewan.

Ia juga menyampaikan bahwa suaminya membandingkan dirinya dengan istri-istri teman suaminya, yang semakin memperburuk tekanan psikologis yang ia alami. Perlakuan ini membuatnya merasa kelelahan secara mental dan emosional.

Namun, perempuan tersebut mengakui masih memiliki rasa cinta yang besar terhadap suaminya. Ia menyatakan bahwa ia sangat mencintai pasangannya, meskipun harus menghadapi tekanan dan kesulitan mental yang berat akibat perlakuan yang diterimanya selama ini.

Postingan tersebut kemudian mendapat berbagai respons dari netizen. Di bagian komentar, banyak perempuan memberikan dukungan emosional kepada perempuan tersebut.

Mereka menyampaikan rasa empati dan semangat agar ia tetap tangguh menghadapi kondisi yang sedang ia alami. Dukungan ini datang dari berbagai lapisan masyarakat yang menilai bahwa keselamatan dan kesehatan jiwa korban harus menjadi prioritas utama.

Selain dukungan emosional, beberapa netizen juga mengajak perempuan tersebut untuk mengambil langkah hukum. Mereka menyarankan agar ia segera melaporkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh suaminya ke pihak berwajib.

Banyak komentar menyatakan bahwa tindakan menutup mulut dan hidung serta memukul pasangan termasuk bentuk kekerasan fisik dan emosional yang tidak dapat diterima dalam situasi apa pun.

Beberapa netizen juga menekankan bahwa perubahan ukuran tubuh masih bisa dilakukan, tetapi perilaku kasar dan tidak menyenangkan jauh lebih sulit untuk diubah.

Mereka berharap perempuan itu mampu lepas dari kondisi yang dianggap mengancam nyawanya serta memperoleh perlindungan dan keadilan melalui jalur yang ada.

(cr31/)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *