JAKARTA – Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, arus penumpang di Terminal Terpadu Pulogebang, Jakarta Timur, mulai meningkat. Hal ini terlihat dari jumlah penumpang yang berangkat maupun tiba di terminal tersebut.
Salah satu penumpang yang mengalami perubahan kehidupan adalah Sulaiman (51), seorang perantau asal Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Tanjung Pura, Sumatera Utara, melalui jalur darat bersama keluarga. Ini merupakan pertama kalinya dalam tujuh tahun ia pulang ke kampung halaman setelah merantau dan bekerja di NTB.
Sulaiman mengatakan bahwa ia belum bisa kembali ke kampung halaman saat banjir melanda beberapa waktu lalu. Kondisi yang tidak memungkinkan membuatnya harus menunda rencana pulang. Kini, setelah situasi dinilai kembali stabil, ia memutuskan untuk kembali ke kampung halaman bersama istri dan dua orang anaknya.
“Belum pulang pas banjir lagi pas parah-parahnya, ini sekarang sudah kering, Pulang kampung sudah, balik ke kampung asli,” ujarnya saat ditemui di Terminal Pulogebang, Sabtu (20/12/2025).
Ia juga menyatakan bahwa seluruh anggota keluarganya di kampung halaman, termasuk kedua orangtuanya, dalam kondisi aman. Keputusan untuk pulang dibuat karena rasa rindu dan keinginan untuk menjalani hidup lebih tenang di kampung halaman. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa pekerjaannya sebagai buruh perkebunan di Mataram telah selesai.
Pemilihan jalur darat menjadi pilihan utama Sulaiman karena alasan biaya yang lebih terjangkau, terutama karena ia membawa keluarga. Ia menjelaskan bahwa perjalanan menggunakan bus lebih murah dibandingkan pesawat. Misalnya, harga tiket bus dari Mataram ke Jakarta mencapai Rp750.000, sedangkan dari Jakarta ke Medan mencapai Rp1,5 juta. Sementara itu, harga tiket pesawat bisa dua kali lipatnya, terlebih jika dibawa bersama keluarga.
Selain Sulaiman, pengelola Terminal Terpadu Pulogebang juga melaporkan adanya lonjakan penumpang. Komandan Regu Terminal Terpadu Pulogebang, Badman, mengatakan bahwa peningkatan arus penumpang terlihat sejak pagi hingga siang hari.
“Kalau lihat pagi hingga siang mulai ada peningkatan, untuk dari pagi hingga siang ini ada 110 bus dengan 852 penumpang berangkat,” ujar Badman di Terminal Pulogebang, Sabtu (20/12/2025).
Selain keberangkatan, jumlah kedatangan penumpang juga terpantau tinggi. “Untuk kedatangan juga cukup banyak, ada 290 bus dengan penumpang 1440, yang turun di Pulogebang,” tambahnya.
Badman menjelaskan bahwa tujuan perjalanan penumpang pada masa libur Nataru didominasi wilayah Sumatera dan Jawa Tengah. “Sampai saat ini terpantau penumpang untuk tujuan Sumatera dan Jawa Tengah ada. Kalau ke Sumatera, kebanyakan tujuannya ke Bengkulu, Palembang, Pekanbaru, dan Jambi,” katanya.
Ia memprediksi puncak arus mudik Nataru akan terjadi pada 23–24 Desember 2025, seiring dimulainya libur panjang sekolah. “Baik, kalau puncaknya itu di tanggal 23 sampai tanggal 24. Tujuannya hampir semuanya rata, yang ke Jawa itu Jawa Timur, Jawa Tengah, semacam Surabaya, Malang, Purwokerto, Brebes, Tegal, Wonosobo, dan Solo,” ujarnya.







