OSLO, https://mediahariini.com– Pemenang penghargaan Nobel Perdamaian 2025, Maria Corina Machado, tiba di Norwegia setelah mengalami perjalanan berbahaya dari negaranya, Venezuela.
Tokoh oposisi Venezuela itu mengalami perjalanan yang menegangkan dari Caracas, melewati laut dalam gelap di tengah malam.
Operasi yang berisiko tinggi ini dipimpin oleh Bryan Stern, prajurit pasukan khusus Amerika Serikat yang telah berpengalaman dan sekarang memimpin lembaga bantuan nirlaba bernama Grey Bull Rescue Foundation.
Dalam wawancara istimewa yang dipublikasikanCBS Newspada hari Kamis (11/12/2025), Stern mengungkapkan jalannya rencana misi yang hanya empat hari sebelum pelaksanaan eksekusi tersebut.
Pergi meninggalkan tempat gelap dan dingin Lari dari kegelapan dan udara yang dingin Menghindari suasana gelap dan dingin Berpindah dari tempat yang gelap dan dingin Melarikan diri dari keadaan gelap dan dingin
Machado berlindung di Venezuela sejak Agustus 2024 karena khawatir mendapat perlakuan tidak adil dari Presiden Nicolas Maduro.
Menurut laporan Wall Street Journal, pelarian Machado dari tempat persembunyiannya di daerah pinggiran Caracas dilakukan dengan menggunakan penampilan yang berbeda, termasuk memakai wig.
Bryan Stern menjelaskan, kondisi laut yang gelap dan berombak justru menjadi perlindungan yang sempurna terhadap deteksi radar.
“Kondisi laut sangat cocok bagi kami, tetapi tentu saja bukan perairan yang ingin Anda tinggali… Semakin besar gelombangnya, semakin sulit radar untuk mengidentifikasi,” kata Stern.
Ia mengungkapkan, operasi penyeberangan laut merupakan pengalaman sangat berat dan menakutkan bagi seluruh pihak yang terlibat.
“Itu berisiko, menakutkan,” ujar Stern, menggambarkan situasi gelap dan berombak.
“Kejadian ini terjadi di tengah malam. Bulan tampak redup, langit sedikit berawan, membuat penglihatan menjadi sulit, perahu memiliki lampu,” tambahnya, dilaporkan oleh kantor beritaAFP, Jumat (12/12/2025).
Stern mengingat pertemuan mereka dengan Machado di laut setelah pemenang nobel tersebut meninggalkan Venezuela.
Seorang wanita berusia 58 tahun kemudian naik ke kapal Stern untuk perjalanan yang memakan waktu sekitar 13 hingga 14 jam menuju lokasi rahasia, setelah itu ia naik pesawat.
“Kami semua basah kuyup. Tim saya dan saya juga basah. Dia cukup kedinginan dan lembap. Dia menjalani perjalanan yang sangat melelahkan,” kenangnya.
Namun, keadaan Machado setelah perjalanan yang melelahkan tersebut digambarkan penuh antusiasme.
“Ia sangat bahagia. Ia sangat senang. Ia sangat lelah,” kata Stern, sambil menyebutkan sekitar 20 orang yang terlibat langsung dalam timnya.
Klaim tidak dibiayai AS
Wakil Maria Corina Machado mengonfirmasi, bahwa Grey Bull Rescue Foundation yang dipimpin oleh Stern adalah pihak yang memimpin operasi tersebut sejak Selasa (9/12/2025).
Mengenai pembiayaan, Stern menyatakan bahwa misi pelarian Machado didanai oleh beberapa donatur yang murah hati, dan tidak ada pejabat Amerika Serikat yang terlibat.
“pemerintah amerika serikat tidak memberikan sedikit pun dana untuk operasi ini, setidaknya menurut yang saya ketahui,” tegas stern.
Namun, ia mengakui bahwa kelompoknya secara diam-diam berkoordinasi dengan militer Amerika Serikat terkait penempatan dan rencana, khususnya untuk menghindari target serangan udara.
Machado sendiri pada hari Kamis (11/12/2025) mengonfirmasi, ia hanya menerima dukungan dari Amerika Serikat untuk meninggalkan Venezuela, bukan yang lebih dari itu.
Saat ini, Machado mengumumkan rencana untuk kembali ke Venezuela, namun informasi mengenai waktu dan cara ia akan melakukannya belum diketahui secara pasti.
Stern mengatakan, Grey Bull Rescue Foundation tidak akan terlibat dalam upaya pemulangan tersebut karena tugas mereka hanya berfokus pada pemberangkatan orang dari suatu negara.
“Itu terserah dia untuk menentukan dan memutuskan, namun saya rasa dia seharusnya tidak kembali, tetapi dia menginginkan kembali. Maria benar-benar menginspirasi,” tambahnya.







