Dari anak buruh pabrik hingga emas SEA Games 2025, kisah inspiratif atlet hockey Indonesia Adi Darmawa

SUMEDANG BAGUS – Prestasi dapat lahir dari latar belakang dan kondisi apa pun. Hal tersebut dibuktikan oleh Adi Darmawan Leksono, atlet Timnas Hockey Indoor Putra Indonesia, yang sukses mempersembahkan medali emas SEA Games 2025 Thailand, meski berasal dari keluarga sederhana.

Adi mengaku tumbuh dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Ayahnya bekerja sebagai buruh pabrik harian lepas, sementara sang ibu berjualan kecil-kecilan. Kondisi tersebut membuatnya enggan membebani orang tua, terutama untuk membeli perlengkapan hockey yang harganya tidak murah.

Bacaan Lainnya

“Saya tidak tega meminta orang tua hanya untuk membeli stik hockey yang harganya sekitar Rp1 juta. Itu uang besar bagi keluarga kami. Saya memilih mengumpulkan uang jajan Rp5 ribu setiap hari dan rela berjalan kaki ke sekolah,” kata Adi mengenang masa kecilnya.

Adi merupakan anggota Timnas Hockey Indoor Putra Indonesia yang berhasil mempertahankan medali emas SEA Games ke-33 Thailand 2025, sekaligus mengukuhkan Indonesia sebagai juara bertahan. Perjalanannya di dunia hockey bermula saat masih bersekolah di SMAN 14 Kabupaten Tangerang, Banten, setelah diperkenalkan oleh guru olahraga, Kusnadi.

“Stik pertama saya berasal dari pemberian Pak Kusnadi. Baru setelah itu saya bisa membeli stik sendiri dari hasil menabung uang jajan. Stik itu saya gunakan hingga akhirnya masuk kuliah lewat jalur prestasi,” ungkapnya.

Pada awalnya, kedua orang tua Adi sempat meragukan pilihannya menekuni olahraga hockey. Namun, keraguan tersebut dijawab Adi dengan kerja keras dan disiplin dalam berlatih.

“Orang tua sempat bertanya, hockey itu olahraga apa dan bisa apa untuk masa depan. Karena itu saya terus berlatih sungguh-sungguh untuk membuktikan,” ujarnya.

Perlahan, pria kelahiran Jakarta, 22 April 1999, itu mulai menorehkan prestasi dari tingkat daerah hingga provinsi, sebelum akhirnya menembus Timnas Hockey Indoor Indonesia saat masih berstatus mahasiswa. Sejak saat itu, dukungan penuh dari keluarga pun mengalir.

Adi pertama kali dipanggil mengikuti pemusatan latihan nasional (pelatnas) untuk persiapan SEA Games ke-31 Filipina 2019, namun belum terpilih masuk skuad utama. Selain faktor teknis, keterbatasan finansial juga menjadi kendala.

“Saya anggap itu belum rezeki. Saat itu saya juga kesulitan biaya untuk mengurus paspor dan visa untuk training camp ke Eropa,” ujar anak sulung dari pasangan Budi Leksono dan Ida Munawaroh tersebut.

Kesempatan berikutnya datang saat persiapan Asia Cup Hockey 2021, ketika pelatih asal Malaysia, Dhaarma Raj, memberi kepercayaan kepada Adi tampil di ajang internasional. Posisi Adi pun semakin kokoh saat memperkuat Timnas Hockey Indoor Indonesia pada SEA Games ke-32 Kamboja 2023.

Di Kamboja, Adi menjadi bagian dari sejarah saat Indonesia untuk pertama kalinya meraih medali emas hockey indoor putra, usai mengalahkan juara bertahan Malaysia.

“Rasanya seperti mimpi jadi kenyataan. Saya tidak bisa menahan tangis karena bahagia dan teringat proses panjang yang sudah dilewati,” ujar pemain yang berposisi right midfield sekaligus defend tersebut.

Sejak itu, Adi terus menjadi pilihan utama. Ia kembali dipercaya tampil pada Asia Cup 2024 di Kazakhstan, hingga kembali membawa Indonesia meraih emas SEA Games 2025 Thailand. Pada final yang berlangsung dramatis, Indonesia mengalahkan Malaysia dengan skor 4-4 (2-0 adu penalti/shoot out).

Menurut Adi, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim, termasuk dukungan dari federasi dan pemerintah.

“Prestasi ini bukan hanya hasil perjuangan atlet, tetapi juga kekompakan tim, pelatih, ofisial, serta dukungan dari PP FHI dan Kemenpora yang memfasilitasi training camp dan uji coba ke Eropa. Saya bersyukur bisa menjadi bagian dari sejarah emas hockey Indonesia di SEA Games,” pungkasnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *