Ringkasan Berita:
- Ramadhan sebentar lagi tiba, umat Islam disarankan mempersiapkan diri sedini mungkin agar mendapatkan pahala yang berlipat.
- Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dihormati dan dilarang melakukan perbuatan maksiat, serta disarankan untuk meningkatkan ibadah.
- Rajab menjadi waktu untuk merenung dan mempersiapkan iman agar menjadi pribadi yang lebih siap menyambut bulan Ramadhan.
Tribuners, hanya sebulan lagi kita akan kembali bertemu dengan bulan yang penuh makna dan paling dihormati oleh Allah dibandingkan bulan-bulan lainnya, yaitu Ramadhan.
Sebagai umat Islam, sebaiknya mempersiapkan diri sedini mungkin, yang menjadi poin utama saat ini, sebelum benar-benar bertemu dengan bulan yang penuh berkah tersebut.
Selanjutnya, saat ini masih berada di salah satu bulan yang dihormati, yang juga merupakan bulan mulia setelah Ramadhan.
Sebagai salah satu bulan yang dihormati, di bulan Rajab ini, siapa pun dilarang melakukan tindakan terlarang seperti perang, pembunuhan, kejahatan, dan segala dosa. Sebaliknya, sangat disarankan untuk menjalankan berbagai ketaatan. Di antaranya dengan meningkatkan jumlah puasa dan shalat.
Oleh karena itu, ini menjadi hal penting yang harus diperhatikan oleh setiap umat Islam, bahwa berada di bulan Rajab tidak menghentikan langkah dalam beribadah, melainkan menjadi kesempatan untuk meraih pahala dan pengampunan sebagai bentuk refleksi persiapan menyambut datangnya Ramadhan.
Selain itu, para khatib dapat menggunakan persiapan jiwa dan iman setiap umat Islam pada bulan Rajab sebagai topik dalam penyampaian khutbah Jumat saat pelaksanaan shalat yang ditujukan kepada laki-laki.
Dari berbagai topik yang ada, kali ini gin akan membahas satu judul yaitu “Raih Pribadi Rajabi Persiapan Menjadi Ramadhani”.
Khutbah I
Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya dan memohon pertolongan serta pengampunan dari-Nya, serta bertaubat kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan buruknya perbuatan kami. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada kekasih kami dan kekasih Tuhan semesta alam, pemimpin orang-orang bertakwa dan pemimpin para pemuda yang bersih dan bercahaya, tuan kami Muhammad, serta kepada keluarganya, sahabatnya, kekasihnya, dan siapa saja yang mengikuti beliau hingga hari kiamat. Demikianlah seterusnya.
Maka, wahai hamba-hamba Allah, aku nasihatkan kalian dan juga diriku sendiri untuk bertakwa kepada Allah. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itulah yang beruntung. Seperti yang telah difirmankan oleh Yang Maha Perkasa dalam kitab-Nya:
Wahai orang-orang yang beriman, takutilah Allah dengan sebenar-benarnya ketakutan kepada-Nya, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.
Jamaah Jum’at rahimakumullah,
Syukur dan pujian kami sampaikan kepada Allah atas berkah dan anugerah-Nya yang tak terbatas. Terutama, nikmat iman dan agama Islam yang menjadi bekal keselamatan dan kebahagiaan.
Barangkali berikut ini adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Semoga rahmat dan salam senantiasa mengalir kepada pemimpin alam, teladan umat manusia, Nabi Muhammad saw beserta keluarga, para sahabat, serta seluruh pengikutnya sampai akhir zaman. 2. Kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw, serta keluarganya, para sahabat, dan semua pengikutnya hingga akhir zaman, semoga tercurah salawat dan salam yang senantiasa. 3. Semoga salam dan berkah terus menerus datang kepada Nabi Muhammad saw, teladan bagi seluruh manusia, bersama keluarganya, para sahabat, dan pengikut-pengikutnya hingga akhir zaman. 4. Salawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad saw, tokoh teladan umat manusia, beserta keluarga, sahabat-sahabatnya, dan seluruh pengikutnya hingga akhir masa. 5. Semoga keberkahan dan keselamatan senantiasa menyertai Nabi Muhammad saw, sebagai panutan dunia, bersama keluarga, para sahabat, serta pengikutnya hingga akhir zaman.
Perjalanan waktu membawa kita kepada bulan Rajab, salah satu bulan yang istimewa. Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriyah. Sebagai salah satu dari bulan-bulan suci, seharusnya umat Islam menghormati dan memuliakan kebesaran bulan Rajab ini.
Ia dikenal sebagai bulan Rajab karena pada masa lalu masyarakat Arab melepaskan mata pisau dari tombaknya, yang menjadi simbol larangan berperang. Rajab juga berasal dari kata tarjib (ترجيب) yang artinya penghormatan.
Di dalam agama Islam, bulan Rajab mempunyai kehormatan yang tinggi. Salah satu kehormatan yang terdapat pada bulan Rajab adalah bahwa ia termasuk salah satu dari empat bulan haram yang disebutkan oleh Allah dalam Alquran,
Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan dalam kitab Allah pada hari Ia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang benar, maka janganlah kalian menzalimi diri kalian sendiri di dalamnya.
“Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan-Nya ketika Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya empat bulan yang diharamkan. Itulah (ketetapan) agama yang benar, maka janganlah kalian menyakiti diri sendiri pada bulan-bulan tersebut.” (QS At-Taubah: 36)
Mengenai empat bulan haram tersebut, Nabi SAW menjelaskan,
Waktu telah berputar seperti bentuknya pada hari ketika langit dan bumi diciptakan. Tahun terdiri dari dua belas bulan, di antaranya empat bulan haram, tiga diantaranya berturut-turut yaitu Dzul Qi’dah, Dzul Hijaah, dan Muharram, serta Rajab Mudhar yang berada di antara Jumadil Awal dan Syaban.
“Waktu berjalan seperti yang telah Allah ciptakan langit dan bumi. Setahun terdiri dari dua belas bulan. Di antaranya terdapat empat bulan yang dihormati (suci). Tiga di antaranya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah, dan Muharram. (Satu bulan lainnya adalah) Rajab Mudhor yang berada di antara Jumadal (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Sebagai salah satu bulan yang dihormati, di bulan Rajab ini, siapa pun dilarang melakukan tindakan terlarang seperti perang, pembunuhan, kejahatan, serta segala dosa. Di sisi lain, sangat dianjurkan untuk melakukan berbagai bentuk ketaatan. Salah satunya adalah dengan meningkatkan jumlah puasa. Sufyan ats-Tsauri mengatakan, “Di bulan-bulan yang dihormati, aku sangat senang berpuasa di dalamnya.”
Keistimewaan lain bulan Rajab adalah bahwa bulan ini menjadi tempat terjadinya peristiwa Isra dan Mi’raj. Secara spesifik, pada malam ke-27 bulan Rajab. Pada malam itu, Nabi SAW dibawa dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian menuju Sidratul Muntaha. Allah berfirman:
Maha suci Dia yang membawa hamba-Nya berjalan malam hari dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsa yang Kami berkati sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kekuasaan Kami. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar, Maha Melihat.
Yang Maha Suci (Allah) yang telah mengantarkan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjid al-Aqsa yang telah Kami berikan berkah di sekelilingnya, agar Kami tunjukkan kepadanya sebagian tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat.” (Al-Isra: 1).
Peristiwa Isra dan Mi’raj mengandung pelajaran yang memperkuat keyakinan akan kebesaran Allah SWT serta memberikan hadiah dari Tuhan berupa shalat lima waktu yang menjadi jalan komunikasi dan hubungan antara hamba dengan Sang Pencipta.
Keistimewaan lain bulan Rajab adalah bahwa bulan ini menjadi waktu untuk bertobat dan memohon pengampunan kepada Allah SWT. Hal ini dapat dipahami dari firman Allah dalam surat at-Taubah yang menyatakan, “Maka janganlah kalian menganiaya diri kalian dalam bulan yang empat itu.” Menurut Dr Ali al-Asyi, pernyataan ini merupakan ajakan tidak langsung untuk melakukan tobat kembali.
Dan berkata Dhun Nun Mesir, rahimahullah: Rajab adalah untuk meninggalkan keburukan, Syaban untuk mempergunakan ketaatan, dan Ramadhan untuk menantikan kemuliaan. Siapa yang tidak meninggalkan keburukan, tidak mempergunakan ketaatan, dan tidak menantikan kemuliaan, maka dia termasuk orang-orang yang sia-sia.
Dzun Nun al-Mishri rahimahullah mengatakan, “Rajab merupakan bulan untuk meninggalkan dosa, Sya’ban adalah bulan menjalankan berbagai perbuatan taat, sedangkan Ramadhan merupakan bulan menantikan berbagai keistimewaan. Siapa yang tidak meninggalkan dosa, tidak menjalankan ketaatan, dan tidak menantikan keistimewaan, maka ia termasuk golongan yang lalai (tidak bermanfaat).”
Keistimewaan lain dari bulan Rajab adalah bahwa bulan ini menjadi waktu persiapan menuju Ramadhan. Karena ketika bulan Rajab tiba, berarti Ramadhan sudah semakin dekat. Jarak antara Ramadhan hanya terpisah oleh satu bulan, yaitu bulan Sya’ban. Oleh karena itu, seharusnya bulan Rajab dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri secara penuh menjelang Ramadhan. Inilah yang dilakukan oleh para ulama dan orang-orang saleh terdahulu.
Abu Bakar al-Warraq al-Balkhi mengatakan:
Bulan Rabiul Awwal adalah bulan untuk menanam, Bulan Syaban adalah bulan untuk menyiram tanaman, dan Bulan Ramadhan adalah bulan panen tanaman.
Artinya:
Bulan Rajab merupakan waktu yang tepat untuk menanam benih. Bulan Sya’ban adalah masa penyiraman tanaman. Sementara itu, bulan Ramadhan merupakan saat panen hasil tanaman tersebut.
Setiap individu akan memperoleh apa yang telah ia tanam sebelumnya serta merasakan hasil dari usahanya. Oleh karena itu, siapa yang tidak ingin menanam, pada saat panen nanti ia akan kecewa dan menyesal karena tidak ada yang bisa dipetik.
Berikut beberapa keistimewaan dan kemuliaan bulan Rajab. Bulan ini merupakan waktu persiapan menuju Ramadhan. Siapa saja yang menjunjung tinggi bulan Rajab dengan melakukan berbagai amal kebajikan dan bertobat, maka hal tersebut akan membawanya menjadi seseorang yang memiliki sifat Ramadhani. Yaitu seseorang yang pada bulan Ramadhan mampu mengumpulkan berbagai amal baik dan kebaikan. Semoga petunjuk dan pertolongan Allah selalu menyertai kita semua.
Allah memberkati saya dan kalian dalam Al-Qur’an yang Agung, dan semoga membawa manfaat bagi saya dan kalian dengan membacanya setiap saat dan di mana pun. Sesungguhnya Dia adalah Yang Pemaaf lagi Pengasih.
Khutbah II
Segala puji bagi Allah dan cukuplah, dan aku berdoa serta mengirimkan salam kepada junjungan kami Muhammad yang terpilih, serta kepada keluarganya dan sahabat-sahabatnya yang setia. Sesudah itu.
Wahai orang-orang yang beriman, aku nasihati kalian dan diriku sendiri untuk takwa kepada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. Ketahuilah bahwa Allah memerintahkan kalian untuk bershalawat dan memberi salam kepada Nabi-Nya yang mulia. Ia berfirman: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian kepadanya dan berikanlah salam sebanyak-banyaknya.”
Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarganya. Berkahilah junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya sebagaimana Engkau memberkati junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarganya, di seluruh dunia. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Ya Allah, kami memohon ridha-Mu dan surga, serta berlindung kepada-Mu dari murka-Mu dan neraka.
Ya Allah, jauhkanlah kami dari kesengsaraan, kenaikan harga, wabah penyakit, perbuatan keji, kemungkaran, kezaliman, dan berbagai fitnah yang tampak maupun tersembunyi, khususnya di negeri kami ini dan secara umum di seluruh negeri-negeri kaum muslimin.
Ya Allah, bukalah antara kami dan kaum kami dengan kebenaran, dan Engkau adalah yang terbaik dalam membuka (jalan).
Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksaan api neraka.
Hamba-hamba Allah, sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berbuat baik, serta memberikan kepada kerabat dekat. Ia melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan aniaya. Ia memberi peringatan kepada kalian, semoga kalian ingat. Dan mengingat Allah adalah yang terbesar.
(*)
Lihat artikel lainnya di Google News







