PIKIRAN RAKYAT – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyalurkan Rp 32 miliar tunjangan khusus kepada sebanyak 16.467 pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang terdampak bencana di empat provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Jawa Timur.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, mengatakan, penyaluran tersebut merupakan komitmen untuk memberikan kontribusi terhadap pemulihan pascabencana. Penyaluran tunjangan khusus akan dilakukan secara bertahap mulai Desember 2025 sampai Februari 2026.
Menurutnya, pemerintah berkomitmen untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan meskipun berada dalam situasi darurat.
“Dalam kondisi bencana, keselamatan warga sekolah menjadi prioritas utama, namun hak anak untuk tetap belajar tidak boleh terhenti, ujar Mu’ti dalam keterangannya, Minggu 28 Desember 2025.
Ia mengatakan akan memastikan pendidikan darurat dapat berjalan, sekaligus memberikan dukungan bagi para guru yang tetap mengabdi di wilayah terdampak.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan, upaya ini merupakan wujud kepedulian atas penderitaan PTK yang terdampak bencana.
“Akhir tahun yang bagi sebagian orang bisa dinikmati dengan hangat penuh suka cita berkumpul bersama keluarga, namun saat ini menjadi momen yang sangat memprihatinkan bagi saudara-saudara kita, khususnya para pendidik dan tenaga kependidikan di beberapa lokasi yang terdampak bencana,” katanya.
“Oleh karena itu, sebagai bentuk kepedulian Kemendikdasmen, tunjangan khusus ini disalurkan untuk sedikit meringankan beban mereka. Semoga bantuan kepedulian di akhir tahun ini bisa menjadi penyemangat dan menandai kehadiran pemerintah untuk terus ada membersamai saudara-saudara kita melewati masa pemulihan ini dengan keyakinan penuh pada Tuhan dan rasa optimis,” lanjutnya.
Jumlah PTK yang terdampak dari masing-masing jenjang dan bantuannya adalah sebagai berikut. Untuk jenjang PAUD, ada 915 pendidik yang terdampak dan mendapatkan total bantuan sebesar Rp1,8 miliar. Untuk jenjang pendidikan dasar jumlah pendidik yang terdampak bencana mencapai 10.274 dengan jumlah bantuan yang diberikan sebesar Rp20,5 miliar.
Untuk jenjang pendidikan menengah jumlah pendidik yang terdampak sebanyak 5.258 dengan bantuan yang diberikan sebesar Rp10,5 miliar. Sedangkan jumlah tenaga pendidik terdampak sebanyak 20 orang.
Adapun untuk tenaga kependidikan, 3 orang di Provinsi Aceh dan 17 orang lainnya di Provinsi Sumatra Barat mendapatkan bantuan masing-masing sebesar Rp2 juta.
Merindukan kegiatan belajar mengajar
Kepala Sekolah SDN Babo Kabupaten Aceh Tamiang, Ahmad mengatakan, pasca banjir murid-murid sangat merindukan untuk belajar di sekolah, namun kondisi sekolah yang rusak tidak memungkinkan para murid dan guru untuk melaksanakan proses belajar-mengajar.
Melalui bantuan dari Kemendikdasmen berupa tenda darurat, sangat membantu mereka untuk dapat kembali belajar, hal yang telah lama ditunggu para murid.
“Anak-anak sering bertanya, Pak kapan kami bisa sekolah lagi Pak, jadi hari ini sudah mulai terjawab, pemerintah sudah memperhatikan kami,” ungkap Ahmad haru.
Priska, salah satu murid kelas V SDN Babo mengutarakan rasa senangnya mendapatkan seragam sekolah dan tas sekolah baru. Ia dan teman-teman sekelasnya kini semakin semangat untuk belajar, walaupun harus belajar di tenda-tenda darurat.
Siti Fatimah orang tua murid yang menerima bantuan school kit dari Kemendikdasmen menceritakan bagaimana anak keduanya merindukan tas sekolahnya yang hanyut akibat musibah banjir, yang menerjang rumahnya di Aceh Tamiang. Kini dengan seragam sekolah dan tas baru anak-anaknya kembali ceria dan semangat untuk kembali belajar.
“Senang sekali, karena pada saat banjir yang paling kecil menangis teringat akan tas sekolah, mama di mana tas sekolah, tas sekolahnya sudah hanyut, tidak ada rumah lagi kita. Tadi dia dapat baju sekolah, senang sekali dia, ma adik dapat baju sekolah lagi, adik bakalan sekolah, sekolahnya hancur tapi kita buat tenda kata guru-gurunya,” ujar Siti Fatimah menirukan ucapan anaknya.
Sementara itu Hamidah, salah satu orang tua murid SDN Ujung Bawang, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, mengungkapkan rasa bahagianya karena mendapatkan perhatian dari pemerintah.
Anaknya mendapatkan bantuan peralatan sekolah yang diharapkan memberikan semangat bagi para murid pasca terjadinya bencana banjir. “Alhamdulillah senang ada bantuan, dapat peralatan sekolah dari Kemendikdasmen, semoga sekolahnya juga bisa ikut di bagusin,” ujarnya. (*)







