Dadak Sakala, ladang ekspresi seniman muda Kota Tasikmalaya

KABAR-PRIANGAN.COM – Sebuah panggung dengan elemen anyaman bambu tampak estetik, berpadu dengan komposisi cahaya lampu, menciptakan kemegahan pentas dengan citarasa kearifan lokal yang autentik.

Di panggung inilah, di halaman kedai Simpoel Kopi Kwarcab Pramuka Kota Tasikmalaya, Jalan Yudanegara, tepat di depan kantor Subkogartap 0612/TSM, Sabtu, 20 Desember 2025 malam, sejumlah seniman muda Kota Tasikmalaya menghadirkan ladang kreativitasnya yang luar biasa.

Bacaan Lainnya

Tepat pukul delapan malam, acara Reminan Karya 4 bertajuk “Dadak Sakala” yang digelar Samping Teater ini dibuka dengan kacapi suling Sekar Pancalaras, lalu aksi pencak silat payung dari SPS Gunung Jawa, acara kemudian mengalir saling menyambung hingga waktu menunjukkan pukul 24.00 WIB.

Ada sedekah puisi dari Nina Minareli, Anggie Sri Wilujeng dan Ki Lanang, kemudian dua pentas wayang golek bodoran dari dalang cilik M Aqsa Mursyidan Utsman (5 tahun) dan dalang anom Aditya Opick Sunandar, Pencak Silat Waringin Ligar, musik Adi Bewok & Friends, dan monolog Amang S Hidayat.

Hadir pula puluhan Ambu Midang pimpinan Aceuk Ijem, yang tampaknya khusus untuk menyambut kedatangan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candra Negara dan rengrengan pejabat Pemkot Tasikmalaya.

Selain beragam pentas seni, tampak pula jejeran lukisan dan karya fotografi dari para seniman Kota Resik yang tertata apik untuk dinikmati para pengunjung.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candra Negara dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas digelarnya acara Reminan Karya ini.

“Kreativitas seperti ini yang membuat Kota Tasikmalaya menjadi kota berbudaya,” ujarnya. Ia berharap, acara ini bisa terus berkesinambungan sebagai wadah kreatif para pekerja seni.

Sementara itu, ketua panitia sekaligus penggagas acara Reminan Karya, Indra “Orock” Nugraha menyampaikan bahwa kegiatan ini benar-benar bermodalkan nol rupiah.

Seniman tidak Dibayar

Semua seniman yang tampil tidak satu pun yang dibayar, bahkan mereka mengeluarkan biaya sendiri untuk akomodasi.

“Para seniman yang tampil datang dari berbagai daerah, selain dari wilayah Kota Tasik ada juga yang dari Manonjaya, kemudian dari Tasik selatan, mereka semua datang dengan semangat yang sama, yakni berkesenian. Bahkan untuk artistik, lampu, sound system, semua tak ada yang dibayar,” ujar pimpinan Samping Teater ini.

Menurut Indra, reminan sendiri merupakan bahasa lokal yang sinonim dengan kata urunan atau rereongan.

“Dengan cara seperti ini, kami ingin menunjukan bahwa kreativitas seniman tidak harus selalu terikat dengan biaya besar, dengan cara rereongan seperti ini kami bisa menghadirkan karya seni untuk diapresiasi masyarakat,” imbuhnya.

Reminan Karya merupakan kegiatan tahunan yang semula digelar bertepatan dengan ulang tahun Kota Tasikmalaya.

Kegiatan pertama digelar di Taman Kota, yang kedua di Padepokan SPS Gunung Jawa Padayungan, yang ketiga di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), dan keempat di halaman Simpoel Kopi ini.

Sebelum digelar Reminan Karya, di panggung yang sama pada sore harinya dilaksanakan Pasanggiri Maca Sajak Catur Wulan 2.

Yakni, lomba baca puisi Sunda yang dilaksanakan empat bulan sekali, dan setiap penyelenggaraan hanya bisa diikuti 10 peserta. Tiga orang pemenang dari setiap catur wulan, akan mengikuti final pada penyelenggaraan keempat.

“Jadi para juara dari catur wulan satu sampai ketiga, akan mengikuti final untuk memilih juara utama,” ujar Indra.

Menurutnya, acara ini digelar Samping Teater untuk lebih menghidupkan lagi tradisi lomba baca puisi di Kota Tasikmalaya.

Satu hal yang unik, selain hanya bisa diikuti 10 peserta, puisi yang dibacakan juga hanya satu judul, dan yang menjadi juri adalah sang penyair yang menulis puisi tersebut.

Dalam pasanggiri catur wulan kedua ini, puisi yang dibacakan peserta adalah “Ciangir” karya Nazarudin Azhar. Tampil sebagai juara adalah Fayyadh Atsal sebagai Juara 1, kemudian Xenia Maya Nur Wahid sebagai Juara 2, dan Dede Iya sebagai Juara 3.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *