Jalan Haji Lebar Jadi Kandang Truk, Warga Curiga Ada Setoran

Jalan Haji Lebar, Meruya Selatan, Jakarta Barat seperti gudang truk pengangkut.

Banyak truk derek swasta terparkir sembarangan di tepi jalan, yang menjadi keluhan warga sekitar.

Kehadiran truk derek sering kali menimbulkan kemacetan, terutama pada jam sibuk.

Warga menduga, terdapat keterlibatan pihak tertentu di balik kebebasan truk-truk derek tersebut parkir sembarangan.

Keluhan masyarakat tersebut sebelumnya muncul melalui unggahan di media sosial Instagram akun @kabar_meruyaselatan.

Diunggahannya disampaikan bahwa jalan umum digunakan sebagai tempat parkir kendaraan derek.

“Warga mengeluhkan penggunaan jalan umum sebagai tempat parkir mobil derek tol. Mobil tersebut dinilai sangat berbahaya karena posisi parkirnya di tikungan dan menyebabkan kemacetan saat jam sibuk antar-jemput anak sekolah,” tulis keterangan unggahan tersebut, dikutip (16/2/26).

Diketahui bahwa jalan tersebut merupakan jalur utama yang digunakan oleh warga dengan lebar sekitar lima hingga enam meter dan terletak di sebelah jalan tol Lingkar Luar Jakarta.

Truk derek yang sedang terparkir di tempat tersebut menghabiskan sekitar setengah bagian jalan pada satu jalur.

Wahyu (44), penduduk setempat, menyatakan bahwa keberadaan mobil towing dan derek di lokasi tersebut sudah berlangsung cukup lama.

“Sejak lama memang, dari dulu parkirnya di sana, mungkin bertahun-tahun,” ujar Wahyu saat diwawancara di lokasi, (16/2/26) mengutip Kompas.com.

Berdasarkan Wahyu, sebenarnya ada area kosong yang tidak terlalu jauh dari tempat biasa digunakan sebagai tempat parkir mobil derek, yaitu di sekitar Universitas Mercu Buana.

Namun, keterbatasan luas lahan menyebabkan sebagian armada memutuskan untuk memarkir kendaraannya di tepi jalan umum.

“Di depan Mercu Situ terdapat area yang sering digunakan sebagai tempat parkir, tetapi hanya sedikit yang cukup untuk muat. Sisanya berjejer seperti di showroom,” katanya.

Ia menyebutkan, pada waktu tertentu jumlah mobil derek yang terparkir di sepanjang tepi jalan bisa mencapai lima hingga enam kendaraan.

Wahyu juga mengira kendaraan-kendaraan itu tidak berasal dari Dinas Perhubungan.

“Tidak tahu siapa, tapi bukan dereknya Dishub. Sepertinya derek swasta, tapi tulisannya resmi. Yang biasa ke sini hanya sopirnya saja,” ujar Wahyu.

Wahyu berpendapat bahwa penggunaan jalan umum sebagai tempat parkir kendaraan besar sebaiknya tidak dibiarkan, karena dapat mengancam keselamatan pengendara, khususnya pada malam hari ketika penerangan kurang memadai.

“Bahaya, sangat berbahaya menurut saya. karena jika pengemudinya tidak fokus, saat belok bisa terjadi tabrakan, apalagi banyak ibu-ibu. Ini juga membuat kemacetan, kan menghabiskan ruang jalan,” katanya.

Ia berharap pemerintah dan Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat segera mengambil tindakan untuk melakukan penertiban.

Wahyu juga meragukan pengawasan terhadap kegiatan parkir tersebut.

“Seharusnya diperbaiki saja, kalau tidak diperbaiki seperti ini jadi pertanyaan, dia membayar ke siapa? Kan tidak mungkin dia parkir sembarangan, pasti membayar (uang),” ujar Wahyu.

Mengenai keluhan tersebut, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Barat berjanji akan melakukan penertiban terhadap kendaraan derek atau towing yang parkir sembarangan di Jalan Haji Lebar, Meruya Selatan, Kembangan.

Kepala Dalops Sudinhub Jakarta Barat, Agus Prasetyo menyampaikan, pihaknya baru mengetahui adanya parkir ilegal tersebut berdasarkan laporan masyarakat.

“Kami baru menerima informasinya dari laporan masyarakat. Jika dilihat dari foto mobil tersebut, ini adalah mobil untuk menarik, jadi bukan mobil derek,” kata Agus, (16/2/26) mengutip Kompas.com.

Agus mengatakan, bisnis jasa panggilan darurat kini semakin berkembang di Jakarta.

“Jadi memang saat ini banyak perusahaan swasta yang menawarkan jasa mengangkut mobil atau motor, yaitu disebut dengan towing dari satu lokasi ke lokasi lainnya,” tambahnya.

Agus menghargai laporan dari masyarakat dan berjanji akan menindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Coba nanti kita periksa keberadaannya sesuai dengan laporan masyarakat. Terima kasih atas informasinya,” katanya.

Ia menambahkan, pembersihan akan segera dijadwalkan.

“Insya Allah besok hari Rabu kami akan segera melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi dan melakukan penertiban,” kata Agus.