– Bulan Rajab pada tahun ini jatuh pada tanggal 21 Desember 2025.
Banyak kegiatan rutin yang disarankan dilakukan di bulan Rajab ini, karena memiliki pahala yang sangat besar.
Bagi kamu yang sering diminta untuk membacakan khutbah Jumat, penting juga untuk menyesuaikan topik khutbah dengan peristiwa penting yang terjadi pada bulan Rajab ini.
Karena saat ini tepat pada bulan Rajab, yang mengandung peristiwa penting bagi umat Islam yaitu Isra Miraj, maka tema ini sesuai disampaikan dalam khutbah Jumat.
Selain itu, Isra Mi’raj merupakan peristiwa yang wajib dipercaya kebenarannya, karena pada saat itu Nabi Muhammad SAW menerima perintah sholat lima waktu secara langsung dari Allah SWT.
Oleh karena itu, topik mengenai makna sejati dari sholat menjadi sangat penting sebagai bahan khutbah menjelang perayaan Isra Mi’raj.
Seperti yang diketahui, Isra Miraj dirayakan setiap malam tanggal 27 Rajab.
Untuk memahami contoh teks khutbah Jumat menjelang Isra Miraj, ikuti penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Khutbah Pertama:
Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya dan memohon pertolongan kepada-Nya, serta meminta ampunan kepada-Nya, dan kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami sendiri dan dari keburukan perbuatan kami. Siapa yang…
Allah memberinya petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkan dia. Dan siapa yang disesatkan, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, yang satu tanpa sekutu. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Semoga shalat dan salam tercurah atasnya serta atas keluarganya dan seluruh sahabatnya.
Ya Allah, berikanlah shalawat, keselamatan, dan berkah kepada Muhammad serta kepada keluarganya dan para sahabatnya yang baik, dan kepada siapa pun yang mengikuti beliau dengan kebaikan hingga hari kiamat.
Selanjutnya, saya menasihati kalian untuk takwa kepada Allah, sesungguhnya orang-orang yang bertakwa akan beruntung.
Allah Ta’ala berfirman: Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang:
Wahai orang-orang yang beriman, takutilah Allah dengan sebenar-benar ketakutan dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.
Dan Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an yang mulia:
Jagalah shalat dan shalat wustha, serta berdirilah untuk Allah dengan taat.
Jamaah Shalat Jumat yang InsyaAllah dirahmati oleh Allah SWT;
Mengawali khutbah Jumat fi hadzal yaum, marilah kita berucap syukur alhamdulillah atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat islam, nikmat sehat dan terutama nikmat kesempatan sehingga kita bisa berkumpul di masjid yang kita cintai ini dalam rangka menunaikan shalat Jumat berjamaah.
Sholawat beriring salam mari kita hadiahkan kepada Nabiyullah SAW. Akhirul Anbiya, Muhammad al-Mustofa dengan Al-Quran sebagai mukjizat terbesar. Semoga dengan rajinnya lidah ini bershalawat kita akan mendapat pertolongan beliau di Hari Akhir nanti.
Khutbah Kedua:
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَاا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ
Allah memberinya petunjuk, maka tidak ada yang dapat menyesatkan dia. Dan siapa yang disesatkan, maka tidak ada yang dapat memandu dia. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, yang satu tanpa sekutu. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya. Semoga shalat dan salam tercurah atasnya serta atas keluarganya dan seluruh sahabatnya.
Ya Allah, berikanlah shalawat, salam, dan berkah kepada Muhammad serta kepada keluarganya dan sahabat-sahabatnya yang baik, dan kepada siapa pun yang mengikuti beliau dengan kebaikan hingga hari kiamat.
Selanjutnya, saya menasihati kalian untuk takwa kepada Allah, sesungguhnya orang-orang yang bertakwa akan beruntung.
Allah Ta’ala berfirman: Aku berlindung kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang:
Wahai orang-orang yang beriman, takutilah Allah dengan sebenar-benar ketakutan dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.
وَ قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى القُرْآنِ الكَرِيْم:
Jagalah shalat dan shalat wustha, serta berdirilah untuk Allah dengan taat.
Jamaah Shalat Jumat yang InsyaAllah dirahmati oleh Allah SWT;
Mengawali khutbah Jumat fi hadzal yaum, marilah kita berucap syukur alhamdulillah atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, nikmat islam, nikmat sehat dan terutama nikmat kesempatan sehingga kita bisa berkumpul di masjid yang kita cintai ini dalam rangka menunaikan shalat Jumat berjamaah.
Sholawat beriring salam mari kita hadiahkan kepada Nabiyullah SAW. Akhirul Anbiya, Muhammad al-Mustofa dengan Al-Quran sebagai mukjizat terbesar. Semoga dengan rajinnya lidah ini bershalawat kita akan mendapat pertolongan beliau di Hari Akhir nanti.
ٱلۡكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ [العنكبوت45]
Bacaan Latin: Utlu maa-uhiya ilaika minal kitaabii wa-aqimisholaaah, innas-sholaata tanhaa ‘anilfahsyaa-iwal munkar, waladzikrullahi akbar, wallaahu ya’lamu maa tashna’uun.
Maknanya: Bacalah apa yang telah diturunkan kepadamu, yaitu Kitab (Al Quran) dan laksanakanlah shalat. Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan-perbuatan buruk dan tidak pantas. Dan sesungguhnya mengingat Allah (melalui shalat) lebih utama dibandingkan ibadah-ibadah lainnya. Dan Allah mengetahui apa yang kamu lakukan.
Jamaah Jumat yang diharapkan mendapat rahmat dari Allah SWT;
Mengacu pada ayat tersebut, jelas bahwa ibadah shalat berkaitan dengan “tanha ‘anil fakhsya wal munkar” atau mencegah segala bentuk perbuatan tercela dan kemungkaran.
Dengan kata lain, shalat yang sempurna mampu menciptakan kepribadian yang bersih dan menghasilkan kekuatan untuk selalu berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan.
Namun, dengan melihat situasi saat ini, tampaknya pelaksanaan shalat yang lengkap dan sempurna belum dapat diwujudkan.
Kemunculan budaya korupsi yang semakin merajalela, penyimpanan masker saat wabah corona meningkat, penimbunan minyak goreng akibat kenaikan harga, kolusi, kekerasan, ketidakadilan, dan berbagai hal lainnya adalah sebuah kondisi yang sangat mengkhawatirkan, mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam.
Dari peristiwa nyata tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa shalat masih dianggap sebagai ritual ibadah yang bersifat formal; tidak memiliki hubungan dengan masyarakat dan lingkungan kehidupan manusia.
Jika shalat ini dibandingkan dengan sesuatu, maka ia seperti pohon kelapa yang memiliki banyak komponen atau lapisan.
Buah kelapa terdiri dari kulit luar, tempurung, dan dagingnya. Namun, hal itu hanya teori belaka. Untuk memperoleh manfaat dari kelapa, kita masih perlu melakukan pekerjaan berat, yaitu mengupasnya terlebih dahulu, kemudian memerasnya, dan setelah itu dimasak lagi agar mendapatkan minyaknya.
Tidak berbeda dengan ibadah shalat, artinya bahwa shalat bukan hanya sekadar teori dan tindakan, bacaan, syarat-syarat ruku, sujud, dan hal-hal lainnya, melainkan terdapat makna yang terkandung di dalam shalat itu sendiri.
Ya, inti dari shalat yang ingin diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah hubungan dengan Allah dan hubungan dengan sesama manusia.
Namun, hal tersebut memang sangat sulit dan melalui proses yang panjang, sebagaimana kelapa tadi.
Jika hubungan kita dengan Allah selalu baik, dan hubungan dengan sesama manusia juga baik, maka pasti tidak akan terjadi perbuatan yang tidak baik seperti menipu orang lain, mengambil hak orang lain, berusaha menghindari perselisihan, spekulasi, dan sebagainya.
Shalat sebenarnya tidak sulit, karena shalat sangat sederhana. Ia bukan sesuatu yang bisa diukur dengan alat ukur, bukan pula beban yang membutuhkan tenaga untuk mengangkatnya, dan bukan juga pekerjaan yang menghabiskan waktu berjam-jam.
Shalat bukanlah pekerjaan yang dilakukan dengan pakaian kotor, bahkan diwajibkan untuk bersih dan semua orang menyukai kebersihan serta ketertiban.
Shalat bukanlah tugas yang dilakukan di bawah terik matahari, hujan, atau pun di tempat yang gelap.
Shalat bukanlah pekerjaan yang jauh dari tempat tinggal sehingga memerlukan transportasi, bukan pula pekerjaan yang menghabiskan uang untuk melakukannya, dan bukan pula pekerjaan yang melibatkan orang lain dan sebagainya.
Meskipun demikian, tampaknya masih banyak dari kita yang kurang memperhatikan pelaksanaan shalat wajib, menunda-nunda mengerjakan shalat, bahkan ada yang hanya semangat beribadah karena ingin pamer.
Meskipun Allah telah menggolongkan orang yang lalai dalam shalat sebagai pendusta agama, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Maun ayat 4-5:
Celaka bagi orang-orang yang shalat, yang lalai terhadap shalatnya [Al-Ma’un:4-5]
Bacaan Latin: Fawailul-lilmusholliin, yang mereka lalai dalam sholatnya.
Maknanya: Celaka bagi orang-orang yang mengerjakan shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap shalatnya.
Para hadirin yang melaksanakan shalat Jumat yang bahagia;
Pada kesempatan bulan Rajab tahun 1446 Hijriah ini, mari kita evaluasi kembali konsistensi dalam beribadah, khususnya dalam menjalankan shalat.
Berikut contoh khutbah Jumat dengan topik Isra Mi’raj yang bisa dipakai pada bulan Rajab ini.***







