Ini kebiasaan yang sebabkan kanker mulut, cegah dengan 6 tips berikut

– Kanker mulut bukan penyakit yang terjadi tiba-tiba.

Kanker mulut umumnya merupakan dampak jangka panjang dari kombinasi berbagai faktor.

Ya, beberapa aktivitas dan kebiasaan sehari-hari ternyata meningkatkan risiko kanker mulut.

Hal ini bukan berarti sebuah kepastian jika dilakukan maka akan terkena kanker.

Hanya saja, peluang untuk terkena semakin besar seiring berjalannya waktu.

Melansir Times of India, berikut ini berbagai kebiasaan yang dimaksud.

Faktor penyebab

Sinar matahari

Sinar matahari selama ini dikaitkan dengan kanker kulit, padahal area bibir juga terpapar.

Artinya, dalam jangka panjang area bibir juga berpotensi terkena kanker.

Penyebab utamanya bukan karena matahari itu sendiri, melainkan paparan sinar ultraviolet yang ikut dipancarkan.

Merokok

Merokok adalah salah satu kebiasaan utama yang menyebabkan kanker mulut.

Merokok dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini hingga 10 kali lipat dibandingkan dengan non-perokok, menurut Johns Hopkins Medicine.

Menurut sebuah studi tahun 2025 yang diterbitkan dalam Journal of Pharmacy & BioAllied Sciences, merokok menyebabkan kanker mulut dengan paparan senyawa karsinogenik.

Pola makan tidak sehat

Sepertiga dari kanker mulut dikaitkan dengan pola makan yang tidak sehat dan kekurangan vitamin serta mineral.

Menambahkan makanan seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan beras merah dapat membantu mengurangi risikonya.

Kebiasaan untuk mencegah kanker

Beberapa kebiasaan dapat mencegah kanker secara umum.

Menerapkan hal ini akan turut memproteksi tubuh dalam jangka panjang.

Banyak makan sayur dan buah

Pola makan yang kaya buah-buahan dan sayur-sayuran secara konsisten dikaitkan dengan risiko kanker yang lebih rendah. 

Makanan ini kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan penting yang membantu melawan stres oksidatif dan peradangan, dua faktor yang dapat berkontribusi terhadap perkembangan kanker. 

Menurut American Cancer Society, mengonsumsi setidaknya lima porsi buah-buahan dan sayur-sayuran setiap hari dapat menurunkan risiko kanker, termasuk kanker paru-paru, mulut, tenggorokan, dan perut.

Rutin olahraga

 Aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga kesehatan secara keseluruhan dan mengurangi risiko kanker. 

Penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga teratur membantu mengatur hormon, menjaga berat badan yang sehat, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh, yang semuanya dapat mengurangi kemungkinan terkena kanker. 

National Cancer Institute menyarankan agar orang dewasa melakukan olahraga intensitas sedang setidaknya 150 menit setiap minggu untuk menurunkan risiko kanker payudara, usus besar, dan endometrium.

Jauhi alkohol

 Konsumsi alkohol telah dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker hati, payudara, dan esofagus. 

Alkohol dapat merusak DNA dan mengganggu kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi, yang keduanya dapat menyebabkan kanker. 

Hindari asap rokok (baik aktif maupun pasif)

Penggunaan tembakau tetap menjadi penyebab utama kanker di seluruh dunia, khususnya kanker paru-paru. 

Bukan hanya merokok yang menimbulkan risiko.

Paparan asap rokok (perokok pasif) juga dapat meningkatkan kemungkinan terkena kanker secara signifikan. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menyatakan bahwa berhenti merokok dan menghindari asap rokok dapat menurunkan risiko kanker dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Melakukan pemeriksaan secara teratur

Deteksi dini akan menghambat keberhasilan pengobatan kanker, dan pemeriksaan kesehatan rutin dapat mendeteksi kanker pada tahap awal saat kanker masih dapat diobati. 

Pemeriksaan rutin seperti mammogram, Pap smear, dan kolonoskopi dapat mendeteksi kanker payudara, serviks, dan usus besar, sebelum kanker tersebut berkembang menjadi stadium lanjut. 

Gugus Tugas Layanan Pencegahan AS merekomendasikan untuk mengikuti panduan pemeriksaan yang sesuai dengan usia guna mengurangi risiko kanker.

Lindungi kulit dari matahari

Kanker kulit merupakan salah satu jenis kanker yang paling umum, tetapi juga salah satu yang paling dapat dicegah. 

Melindungi kulit kita dari sinar ultraviolet (UV) matahari yang berbahaya dengan memakai tabir surya, mencari tempat teduh, dan menghindari tempat penyamakan kulit dapat secara signifikan mengurangi risiko kanker kulit. 

Yayasan Kanker Kulit menekankan pentingnya menggunakan tabir surya spektrum luas dengan SPF 30 atau lebih tinggi dan mengoleskannya kembali setiap dua jam saat terpapar sinar matahari.

()


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *