Ringkasan Berita:
- Faizah Soraya, seorang ibu dari Medan, meninggal dunia setelah ditikam oleh anak kandungnya yang masih berusia 12 tahun.
- Faizah Soraya memiliki pasangan bernama Alham Wumala Siagiand dan sudah tidak tinggal bersama
- Ketua RT menganggap hubungan Faizah dengan warga sekitar sangat dekat.
https://mediahariini.comFaizah Soraya, seorang ibu dari Medan, meninggal dunia setelah diduga ditusuk oleh anak kandungnya yang masih berusia 12 tahun.
Faizah meninggal dengan tubuh berlumuran darah di kamar rumahnya di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara pada hari Rabu (10/11/2025) pukul 05.00 WIB.
Diketahui bahwa Faizah Soraya memiliki suami yang bernama Alham Wumala Siagian.
Dari pernikahan mereka yang kedua, Faizah dan Alham memiliki dua putri.
Anak pertama mereka sedang duduk di bangku SMA. Sementara anak bungsu merupakan siswi kelas enam SD.
Mengunjungi akun media sosialnya, Faizah Soraya cukup giat berbagi kegiatannya serta hubungan dekat dengan kedua putrinya.
Namun Faizah Soraya tidak pernah memperlihatkan gambar berdua dengan suaminya.
Baru-baru ini diketahui, hubungan keduanya disebut telah berakhir secara intim meskipun masih tinggal dalam satu rumah.
Di sisi lain, ia juga terkenal aktif dalam mengikuti berbagai kegiatan, arisan, dan pengajian bersama teman-temannya.
Tewas Ditikam Anak
Kasus pembunuhan Faizah Soraya pertama kali diketahui oleh anak perempuan mereka yang pertama.
Ia menemukan ibunya meninggal dengan tubuh berlumuran darah di kamar rumahnya di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Sumatera Utara pada Rabu (10/11/2025).
Ia kemudian berteriak heboh ketika menemukan ibunya tergeletak berlumuran darah.
Berdasarkan informasi yang sama, dikatakan bahwa adik bungsu memegang pisau.
Berdasarkan data yang beredar, Faizah pernah menegur anak pertamanya sebelum kejadian tersebut terjadi.
Setelah Faizah bersama dua anak perempuannya tertidur di kamar lantai bawah.
Sementara Alham, suami Faizah yang juga ayah dari dua anak tersebut, dikatakan sedang tidur di kamar lantai dua.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto menyatakan, anak bungsu yang menggunakan pisau saat ini telah ditahan.
“Sudah dibawa ke Polres Kota Medan,” ujar Bayu Putro.
Ia menyampaikan bahwa perempuan dengan inisial SAS saat ini sedang menjalani pemeriksaan.
“Sekarang masih dalam proses pemeriksaan,” katanya.
Pengakuan Suami
Kepala Lingkungan V Tanjung Rejo, Suhartono menyampaikan bahwa suami korban menceritakan adanya kejadian yang diduga menjadi penyebab anak tersebut marah.
Hal tersebut terjadi karena korban pernah memarahi putrinya yang pertama.
Berdasarkan kisah Alham, Tono mengatakan bahwa adiknya tidak bisa menerima marahan ibunya terhadap kakaknya.
“Saya tanya ayahnya tadi, kemarin malam kakaknya ditegur oleh korban,” katanya.
Terhadap tindakan tersebut, SAS merasa terluka dan berusaha melindungi saudaranya.
“Adiknya merasa tersinggung atau apa, jadi diapa (dibunuh),” kata Tono.
Suhartono juga menyampaikan bahwa Alham dan Faizah Soraya tidak tidur di kamar yang sama.
Mereka beda ranjang.
“Orang tuanya di lantai dua,” katanya.
Sebagai pengawas lingkungan, Tono menganggap hubungan Faizah dengan korban sangat dekat.
Setiap pagi dia sering melihat Faizah Soraya membawa anak-anaknya ke sekolah.
“Mesra seperti anak dengan ibunya,” katanya.
Namun, akhirnya warga sekitar yang mendengar keributan segera melaporkan dan datang ke tempat kejadian.
Petugas polisi dan tim Inafis Polrestabes Medan melakukan pengamanan lokasi kejadian perkara (TKP) serta memasang garis pembatas.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna menjalani autopsi.
Sementara itu, AI yang belum dewasa dicek bersama dengan bimbingan ayahnya.
Artikel tayang di Tribunmedan.com
Baca berita di https://mediahariini.comlainnya di Google News
Ikuti dan daftar di saluran Whatsapp https://mediahariini.com
