Gus Yahya lakukan pertemuan tertutup dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar

Ringkasan Berita:

  • KH Yahya Cholil Staquf melakukan pertemuan tertutup dengan Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar di Ponpes Miftachus Sunnah Surabaya.
  • Pertemuan tersebut diisi dengan selawatan dengan iringan musik hadrah.
  • Personel Banser mengawal jalannya acara. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine

Bacaan Lainnya

, SURABAYA – KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya tiba di Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kedatangan Gus Yahya ke ponpes, untuk bertemu dengan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar.

Pantauan Tribun Jatim Network, Gus Yahya hadir dengan didampingi KH Amin Said Husni, dan sejumlah pengurus PBNU lainnya.

Pertemuan berlangsung secara tertutup.

Tampak di lokasi, pertemuan juga diisi dengan selawatan disertai iringan musik hadrah.

Sebelumnya, sekitar pukul 11.30 WIB, Sekretaris Jenderal (Sekjend) PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) terlihat hadir di ponpes yang diasuh Kiai Miftachul Akhyar tersebut.

Tampak pula Katib Aam PBNU, Mohammad Nuh, Ketua PBNU, Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur), dan sejumlah pejabat lain. 

Situasi di sekitar lokasi terpantau kondusif dengan pengamanan internal organisasi.

Sejumlah personel Badan Ansor Serbaguna (Banser) mengawal jalannya acara. 

Pertemuan tersebut cukup menarik, mengingat berlangsung di tengah dinamika internal PBNU yang belakangan mengemuka.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi terkait materi pembahasan dalam pertemuan tersebut.

Forum ini nantinya akan menjadi tindak lanjut setelah sebelumnya Rais Aam bertemu Gus Yahya dalam forum konsultasi di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025).

Pertemuan tersebut menjadi titik “islah” antara Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar dan KH Yahya Cholil Staquf yang sebelumnya diberhentikan dari posisi Ketua Umum PBNU.

Sepakat Islah

Pertemuan antara Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar bersama jajaran Syuriah PBNU dengan Mustasyar PBNU, termasuk Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025) berakhir dengan kesepakatan bersama.

Pertemuan ini juga dihadiri para kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) sebagai bagian dari upaya penyelesaian konflik internal yang sebelumnya mencuat di tubuh PBNU.

Hasil pertemuan tersebut menandai tercapainya islah atau perdamaian antara pihak-pihak yang berselisih.

Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, KH Abdul Muid Shohib, menyampaikan, pertemuan berjalan dengan suasana penuh kekeluargaan dan menghasilkan keputusan penting bagi organisasi NU.

Ia menegaskan, seluruh pihak sepakat untuk mengedepankan persatuan.

Alhamdulillah, hasil pertemuan hari ini menyatakan bahwa kedua belah pihak telah menyepakati keputusan bersama,” kata Gus Muid, sapaan KH Abdul Muid Shohib, saat ditemui seusai acara.

Salah satu keputusan utama dalam pertemuan tersebut adalah penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

Muktamar tersebut disepakati akan dilaksanakan dalam waktu secepat-cepatnya demi menjaga keberlangsungan organisasi.

“Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama akan diselenggarakan sesegera mungkin, dan pelaksanaannya diserahkan kepada PBNU, dalam hal ini Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Gus Yahya,” jelas Gus Muid.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan Muktamar, PBNU akan melibatkan Mustasyar serta para sesepuh NU, termasuk pengasuh pondok pesantren.

Pelibatan tersebut dilakukan dalam penentuan lokasi dan kepanitiaan Muktamar.

“Pelibatan para sesepuh NU ini penting untuk menjaga kebersamaan dan keteguhan dalam pelaksanaan Muktamar ke depan,” ucapnya.

Gus Muid juga menegaskan, pertemuan di Lirboyo merupakan rapat resmi PBNU yang digelar atas permintaan Rais Aam. 

Menurutnya, Pondok Pesantren Lirboyo hanya menjadi tempat pelaksanaan rapat dan tidak memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan.

“Rapat ini diselenggarakan oleh PBNU dan bertempat di Lirboyo Kota Kediri. Jadi, keputusan yang keluar hari ini adalah keputusan resmi PBNU,” jelasnya.

Sementara itu, KH Maruf Amin yang juga turut hadir dalam musyawarah tersebut mengatakan, hasil dari musyawarah kali hasilnya baik.

Pihak-pihak yang sebelumnya berkonflik, kini sudah bersatu kembali. 

“Sangat bagus. Hari ini Rais Aam ada, Ketua Umum PBNU (Gus Yahya) ada. Sempat ada konflik tapi sudah bersama kembali. Segera digelar Muktamar setelah ini,” ujarnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *