Isi Artikel
Pembangunan 8 Unit Rumah Korban Longsor oleh Kang Cucun dan Humaira
Wakil Ketua DPR RI Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Korkesra), Dr. H. Cucun Ahmad Syamsurijal, M.A.P., atau yang akrab disapa Kang Cucun bersama Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Humaira Zahrotun Noor, melakukan pembangunan kembali 8 unit rumah bagi korban longsor di Kampung Condong, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.
Pembangunan ini dilakukan menggunakan uang pribadi Kang Cucun dan Humaira, tanpa melibatkan dana pemerintah. Proses peletakan batu pertama untuk pembangunan 8 unit rumah tersebut dilaksanakan pada Kamis 25 Desember 2025. Kang Cucun menjelaskan bahwa pembangunan ini murni berasal dari hasil kerjanya sendiri bersama Humaira, yang digunakan untuk membangun rumah tempat relokasi delapan keluarga korban bencana longsor.
Ia berharap pembangunan 8 unit rumah dengan ukuran masing-masing 4 x 6 meter secepatnya bisa selesai dalam waktu 14 hingga 15 hari, sehingga dapat segera ditempati para penerima manfaat. Menurut Kang Cucun, jika mengandalkan dana pemerintah, prosesnya akan sangat lama karena harus melewati berbagai prosedur dan tahapan yang panjang.
Pembangunan rumah ini merupakan bentuk tanggung jawab dirinya untuk membantu para korban bencana longsor. Ia menilai, para korban tidak mungkin bertahan di lokasi yang berbahaya. Relokasi dan upaya pembangunan rumah untuk para korban bencana longsor Arjasari merupakan keinginan Kang Cucun untuk menata lokasi yang rawan longsor.
Kang Cucun bersama Pemerintah Kecamatan Arjasari dan Pemerintah Desa Wargaluyu berusaha menentukan lokasi yang nyaman untuk mendirikan rumah relokasi. Ia berharap lahan yang digunakan untuk bangunan rumah tersebut bisa menjadi tempat tinggal dan ibadah yang baik. Pasca bencana longsor, mereka berharap kondisi ekosistem di kawasan longsor tersebut dikembalikan ke kondisi semula.
Upaya Mengembalikan Fungsi Lahan
Kang Cucun mengajak kepada para camat, kepala desa maupun masyarakat lainnya untuk sama-sama menggelorakan semangat “Gerakan Nusantara Menanam” di lokasi lahan yang rawan longsor. Ia menjelaskan bahwa bencana longsor dipicu oleh alih fungsi lahan dari semula lahan hutan, gunung atau perbukitan menjadi lahan tanaman sayuran atau hortikultura. Hal ini menyebabkan tanah menjadi rentan longsor.
Ia menegaskan, pohon-pohon yang ada di lahan tersebut memiliki peran penting dalam menahan longsoran tanah. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius untuk mengembalikan fungsi lahan tersebut agar tidak terjadi lagi bencana longsor.
Doa untuk Korban Bencana
Pada kesempatan itu, Kang Cucun mengajak para pihak yang hadir untuk mendoakan para almarhumah yang menjadi korban bencana longsor Arjasari meninggal dalam kondisi syahid dan husnul khatimah. Ia juga berdoa agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, keikhlasan, dan kesehatan.
Kang Cucun mengajak kepada para pihak untuk meningkatkan kepedulian gotong royong dalam membantu sesama. Ia menilai, hal ini adalah bagian dari upaya menunjukkan kepedulian dan empati terhadap sesama manusia yang terdampak musibah longsor. Ia berharap minimal saat ada bencana, selalu ada solusi yang bisa diberikan kepada sesama.
Janji untuk Korban Longsor
Lebih lanjut, Kang Cucun menjelaskan bahwa peletakan batu pertama relokasi rumah korban bencana longsor adalah bentuk penunaian janjinya setelah warga di Kampung Condong Arjasari terkena musibah longsor. Ia menyebutkan, kepala dusun setempat yang menjadi salah satu korban bencana longsor itu, pada hari kejadian menolong agar jalan bisa dilalui dan pohon tumbang dibetulkan, sementara anaknya menjadi korban.
Ia pun berinisiatif untuk mencari tanah dan mengeluarkan biaya sendiri untuk relokasi rumah korban bencana longsor tersebut dari hasil usaha dirinya. Kang Cucun juga menyebutkan bahwa putrinya, Humaira Zahrotun Noor, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, membantu membangun 4 unit rumah dari delapan keluarga tersebut.
Tanggung Jawab dan Keberlanjutan
Kang Cucun menjelaskan bahwa pembangunan relokasi rumah korban bencana longsor adalah wujud keterpanggilan dirinya untuk peduli terhadap sesama yang terkena musibah. Ia menegaskan bahwa jika menunggu prosedur anggaran pemerintah, pembangunan akan terlambat. Oleh karena itu, ia berharap bisa mempercepat pembangunan rumah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dan keterpanggilan.
Legislator PKB ini juga memberikan apresiasi terhadap warga yang sangat luar biasa dalam melaksanakan gotong royong. Ia ingin di daerah lain, seperti ini, ketika ada kejadian, kepedulian terhadap sesama bisa terwujud. Ia berharap pemerintah daerah, camat, dan kepala desa langsung turun dan peduli dalam menyelesaikan problematika yang ada, bukan hanya seremonial saja.
Aspirasi dan Tantangan
Kang Cucun menyebutkan bahwa yang dibangun baru 8 unit rumah, sementara aspirasi dari warga ada 28 rumah yang perlu dibantu setelah terdampak longsor. Ia mengajak pihak lain untuk ikut membantu masyarakat di sini, baik melalui anggaran pribadi maupun kepedulian yang muncul dari rezeki lebih atau bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung atau Pemprov Jawa Barat. Ia menyatakan bahwa pihaknya terbuka untuk bekerja sama menyelesaikan pasca musibah longsor tersebut.







