Ringkasan Berita:
- Gempa bumi dengan kekuatan 2,9 skala Richter mengguncang Kabupaten Garut, Jawa Barat
- BMKG memberikan panduan langkah-langkah yang perlu diambil ketika terjadi gempa bumi.
https://mediahariini.comGempa bumi dengan kekuatan 2,9 skala Richter menggoyang Kabupaten Garut, Jawa Barat pada hari Sabtu (13/12/2025).
BMKG mengumumkan bahwa gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat terjadi pada pukul 08.10.46 WIB.
Episentrum gempa berada di 7,18 LS – 107,87 BT. Gempa tersebut terjadi di 5 km sebelah utara Kabupaten Garut, Jawa Barat, dengan kedalaman 28 km.
Berikut informasi gempa terbaru yang diambil dari Twitter @infobmkg melalui https://mediahariini.com:
#Gempa Mag:2.9, 13-Dec-2025 08:10:46WIB, Lok:7.18LS, 107.87BT (5 km BaratLaut KAB-GARUT-JABAR), Kedlmn:28 Km #BMKG Pernyataan: Informasi ini berfokus pada kecepatan penyampaian, sehingga hasil pemrosesan data belum sepenuhnya stabil dan dapat berubah seiring dengan lengkapnya data.
Berikut langkah yang harus kamu lakukan ketika gempa terjadi:
1. Tetap tenang
Saat gempa terjadi, usahakan untuk tidak takut dan tetap tenang!
Tarik napas perlahan, kemudian amati lingkungan sekitar dan tentukan lokasi yang aman untuk berlindung.
2. Di dalam rumah
Jika sedang berada di dalam penginapan saat terjadi gempa, usahakan untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar kamu.
Berlindung di bawah meja merupakan lokasi paling aman untuk menjaga diri dari benda-benda yang jatuh akibat gempa.
Kemudian, lindungi kepala menggunakan benda yang lembut.
Contohnya bantal, helm, papan, atau yang paling efisien adalah dengan menggunakan kedua tangan dalam posisi terbuka.
3. Di luar ruangan
Jika kamu sedang berada di luar ruangan saat gempa bumi terjadi, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah segera menjauhi bangunan dan tiang serta berpindah ke area yang terbuka.
Tenanglah diri dengan menghirup napas perlahan dan jangan melakukan apa pun.
Karena biasanya setelah gempa pertama terjadi, akan diikuti oleh gempa lanjutan.
4. Di kerumunan
Jika saat itu kamu berada di tengah kerumunan, umumnya akan terjadi kekacauan.
Untuk mencegah hal itu, kamu sebaiknya mengikuti petunjuk dari petugas penyelamat dan berusaha segera menuju tangga darurat agar sampai ke area terbuka.
5. Di pegunungan atau wilayah dataran tinggi
Jika terjadi gempa saat kamu sedang berada di pegunungan, segeralah berpindah ke area terbuka untuk mencari perlindungan.
Hindari wilayah di sekitar lereng karena berpotensi menyebabkan tanah longsor yang dapat mengancam keselamatan jiwa.
6. Di laut
Gempa bumi di dasar laut dapat menyebabkan terjadinya gelombang tsunami.
Jika terjadi gempa, segeralah berpindah ke area yang lebih tinggi.
7. Di dalam kendaraan
Bagi yang sedang melakukan perjalanan ketika gempa terjadi, peganglah dengan kuat agar tidak jatuh.
Berhenti di tempat yang terbuka dan tinggalkan di sana.
Selanjutnya diketahui bahwa gempa bumi diukur menggunakan skala MMI.
Berdasarkan skala MMI yang diambil dari situs BMKG, berikut informasi MMI yang bisa dipelajari.
I MMI
Gempa bumi tidak terasa kecuali dalam kondisi yang sangat luar biasa oleh sejumlah orang.
II MMI
Gempa bumi terasa oleh sejumlah orang, serta benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung tampak berayun.
III MMI
Gempa bumi terasa jelas di dalam rumah.
Gempaan terasa seperti sedang berada di dalam truk yang sedang melaju.
IV MMI
Pada siang hari, terasa oleh banyak orang di dalam rumah, sedangkan beberapa orang di luar rumah merasakan hal yang sama, keramik retak, jendela/pintu bergetar hingga berbunyi, dan dinding terdengar suara.
V MMI
Gempa bumi dapat dirasakan oleh sebagian besar orang, masyarakat berlarian, peralatan rumah tangga retak, barang-barang terlempar, tiang dan benda besar tampak goyah, serta lonceng bisa berhenti berayun.
VI MMI
Gempa bumi terasa oleh seluruh masyarakat.
Banyak orang kaget dan berlari keluar, plester dinding mengelupas dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan yang tidak terlalu parah.
VII MMI
Semua orang di dalam rumah keluar.
Kerusakan kecil pada rumah yang memiliki struktur dan konstruksi yang baik.
Sementara itu, pada bangunan yang memiliki konstruksi yang tidak memadai terjadi retakan atau bahkan kerusakan parah, saluran asap rusak.
Dan getaran bisa dirasakan oleh seseorang yang sedang mengendarai kendaraan.
VIII MMI
Kerusakan kecil pada struktur bangunan yang kokoh.
Keretakan pada struktur bangunan yang konstruksinya tidak memadai, dinding terlepas dari kerangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen ambruk, serta air menjadi keruh.
IX MMI
Kerusakan pada bangunan yang memiliki struktur kokoh, kerangka rumah menjadi melengkung, dan terjadi banyak retakan.
Rumah terlihat bergeser dari fondasi awalnya. Pipa-pipa di dalam rumah rusak.
X MMI
Bangunan kayu yang kokoh rusak, kerangka rumah terlepas dari fondasinya, tanah retak dan rel melengkung, longsoran tanah terjadi di setiap sungai serta daerah dengan kemiringan curam.
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit tersisa berdiri.
Jembatan rusak, terjadi lembah.
Pipa yang berada di bawah tanah sudah tidak bisa digunakan lagi, tanah retak, rel sangat melengkung.
XII MMI
Hancur sama sekali, gelombang terlihat di permukaan tanah.
Lanskap berubah menjadi gelap, benda-benda terlempar ke angkasa







