Eks petinggi KPK komentari isu Ridwan Kamil dan Aura Kasih, bongkar fakta uang koruptor mengalir deras ke wanita simpanan

– Eks Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, turut mengomentari kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Ridwan Kamil. Di samping tuduhan korupsi, Ridwan Kami juga dikaitkan dengan rumor adanya wanita simpanan.

Sederet nama model majalah dewasa satu per satu disebut sebagai wanita yang pernah menjalin hubungan dengan Ridwan Kamil. Mantan Gubernur Jawa Barat itu diduga pernah berhubungan dengan Lisa Mariana, Safa Marwah, Ayu Aulia, hingga penyanyi Aura Kasih.

Bacaan Lainnya

Deretan wanita tersebut diduga ikut andil dalam menikmati uang panas dalam kasus korupsi Bank BJB, yang melibatkan nama Ridwan Kamil. Lisa Mariana bahkan sudah diperiksa KPK terkait dugaan tersebut.

Eks petinggi KPK, Bambang Widjojanto ikut berkomentar dalam video Youtube berjudul ‘Soal Ridwan Kamil Dan Aura Kasih, Saya Sudah Tau Setahun Yang Lalu ?’.

Dari pengalamannya ketika menjadi Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto mengatakan sebagian koruptor mengalirkan uang hasil korupsi ke wanita simpanan.

“Saya bilang, hampir semua lelaki yang diduga melakukan tindak pidana korupsi sebagian besar uang hasil korupsinya tidak untuk keluarganya, khususnya istrinya, tetapi digunakan untuk wanita idaman. Bukan mayoritas, saya bilang hanya sebagiannya, karena belum ada study-nya,” tutur Bambang Widjojanto.

Bambang bisa memastikan bahwa yang diucapkannya itu fakta. Maka seringkali tindak korupsi juga menyeret para wanita simpanan yang ikut menikmati aliran uang panas.

“Itu sudah fakta, makanya kemudian selalu saja di hampir di sebagian koruptor itu selalu dilacak perempuan-perempuan lain yang menikmati hasil dari tindak pidana korupsi,” ucap Bambang Widjojanto.

Lebih lanjut, Bambang juga menilai sosok Ridwan Kamil yang piawai dalam membangun citra baik di hadapan publik. 

“Dalam kasusnya Ridwan Kamil, kalau kita bedah ya, Ridwan Kamil ini kan sosok yang menarik karena dia itu adalah komunikator digital publik. Dia selalu berkomunikasi dengan publik, memiliki akun besar, dia memiliki kepiawaian untuk berkomunikasi, dia memiliki kepiawaian untuk membangun branding.”

“Sehingga ketika ada informasi soal korupsi, dengan cepat dia bisa menggunakan kemampuan berkomunikasinya dan menyerang orang lain itu sebagai fitnah, melakukan fitnah. Dia ini orang yang juga sangat inovator, karena banyak inovasi-inovasi terutama di bidang arsitektur itu juga dikenal banyak orang. Apalagi orangnya humble, orangnya charming, kelihatannya oke,” tuturnya.

 

KASUS KORUPSI BANK BJB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan dana nonbudgeter yang dikelola Divisi Corporate Secretary Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) senilai Rp 200 miliar mengalir ke mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK).

“Di mana dana nonbudgeter ini mengalir ke sejumlah pihak. Di antaranya yang ditelusuri dan diduga adalah mengalir ke saudara RK,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Rabu (17/12/2025), dikutip dari Kompas.

Budi mengatakan, penyidik juga melakukan penyitaan sejumlah aset milik Ridwan Kamil yang diduga bersumber dari dana nonbudgeter tersebut.

“Sehingga KPK kemudian melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset, baik yang atas nama saudara RK ataupun aset-aset lainnya yang diduga terkait,” ujarnya.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus korupsi pengadaan iklan di Bank BJB, yakni Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi dan Pejabat Pembuat Komitmen sekaligus Kepala Divisi Corsec BJB Widi Hartoto.

Kemudian, pengendali agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan, pengendali agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress Suhendrik, serta pengendali Cipta Karya Sukses Bersama Sophan Jaya Kusuma. Adapun penyidik KPK memperkirakan kerugian negara akibat dugaan korupsi di Bank BJB tersebut mencapai Rp 222 miliar. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *