Ringkasan Berita:
- Kepala kru Marc Marquez di Ducati Lenovo menceritakan perjuangan Marc Marquez kembali jadi juara dunia MotoGP 2025
- Ialah Marco Rigamonti, yang membantu Marc Marquez sepanjang musim 2025 di garasi Ducati hingga akhirnya juara dunia lagi
- Rigamonti memuji perjuangan Marquez selama 2025 yang terus memberikan 100 persen meski terjadi sorotan perbedaan Desemosedici dengan Pecco Bagnaia
– kepala kru Marc Marquez di Ducati Lenovo membeberkan kisah tentang rider besutannya sepanjang mengarungi MotoGP 2025.
Marc Marquez tak dapat dibantah soal dominasinya di atas Desmosedici GP25 milik Ducati hingga akhirnya kembali menjadi juara dunia MotoGP setelah terakhir kali pada 2019.
Rigamonti berbicara dalam film dokumenter Marc Marquez di DAZN, dalam episode keempat yang berjudul ‘Volver’ atau Kembali. Ia mengulas bagaimana kinerja The Baby Alien dalam memperjuangkan gelarnya lagi.
Diketahui, musim 2025 menjadi perjalanan yang sangat emosional bagi Marc Marquez.
Marco Rigamonti menyaksikannya langsung di tim Ducati Lenovo. Itulah sebabnya ia menceritakan pandangannya mengenai juara dunia MotoGP 2025 tersebut.
Tahun 2025, pabrikan asal Bologna dipenuhi banyak perayaan dan kegembiraan berkat kegigihan dan bangkitnya pembalap asal Cervera, Spanyol, tersebut.
Dalam ceritanya, Rigamonti menyebut Marquez adalah pembalap yang ingin dikenang dengan kerja kerasnya dan memberikan segalanya untuk hasil manis.
Bagi sang kepala kru, ia selalu menyaksikan rider nomor #93 membuktikan ucapannya itu sepanjang musim 2025 bersama Ducati Lenovo.
“Selalu dikatakan bahwa ia ingin dikenang sebagai seseorang yang memberikan segalanya,” kata Rigamonti.
“Dan ia membuktikannya di lintasan, karena ia selalu memacu motornya hingga batas maksimal. Ia selalu mencoba.”
“Anda bisa yakin bahwa meskipun keadaan tidak berjalan baik, ia telah memberikan seluruh kemampuannya 100 persen. Itulah ciri khasnya, dan ia senang jika orang-orang mengingatnya seperti itu,” tegasnya.
Marquez Mengontrol Keadaan Sepanjang 2025
Selain itu, Marquez juga sangat ahli dalam mengelola keadaan. Apalagi sejatiya garasi Ducati tidak bisa dikatakan baik-baik saja sepanjang 2025.
Perbedaan mencolok terlihat ketika Marquez dengan moncernya di atas GP25. Sedangkan rekan setimnya, Pecco Bagnaia, mengalami masa sulit untuk menjinakkan motor Ducati.
Bukan hanya Bagnaia, Fabio Di Giannantonio besutan VR46 Ducati yang juga menunggangi motor pabrikan turut merasakan kesulitan dengan GP25.
Namun, Marquez menunjukkan cara yang berbeda dan membuat seolah GP25 amat ciamik untuknya ketika berjuang di tiap trek balap.
Keputusan-keputusan Marquez sepanjang musim 2025 beberapa kali juga mengejutkan Rigamonti pada awalnya. Namun sang kru perlahan memahami maksud Marquez.
“Ia menunjukkan betapa cerdasnya dia dalam menghadapi berbagai situasi. Ia tahu kapan sebuah pilihan menjadi opsi terbaik, bahkan ketika harus mengambil keputusan yang berbeda dari orang lain,” ujar Rigamonto.
“Terlebih lagi jika ia mengambil keputusan di detik terakhir yang membuat pembalap lain tidak siap. Ia tahu hal itu bisa memberinya keuntungan. Jadi, ia pasti punya keberanian untuk mengambil keputusan yang berisiko,” tambahnya.
Tekad Marquez Bangkit dari Masa Sulit
Cara yang Marquez lakukan sejauh ini di mata Rigamonti adalah untuk satu tujuan bisa merayakan kemenangannya lagi setelah masa-masa sulit.
Karena bagi kakak Alex Marquez, ia telah mengalami kejatuhan karier yang mengenaskan pada tahun 2020 dalam waktu singkat setelah ia juara dunia 2019.
Maka dari itu, saat ia mendapat kesempatan untik kembali digdaya lagi dalam gelaran MotoGP, dia ingin memperjuangkannya hingga akhir.
“Setelah beberapa kejadian, saya berkata kepadanya (Marquez) ‘Kita tidak pernah tahu apa yang terbaik bagi kita sampai akhir’. Dialah orang pertama yang memberi tahu kami bahwa setelah melewati empat tahun yang sulit, sekarang adalah waktunya untuk menikmati dan merayakan kemenangan,” terang Rigamonto.
“Berdasarkan pengalamannya sendiri, ia tahu bahwa hanya butuh waktu singkat untuk jatuh dari posisi juara menjadi menderita,” lanjut Rigamonti.
Pihak Ducati juga menyadari betapa beruntungnya mereka memiliki Marquez dan bisa menikmati masa-masa indah ini.
“Ia (Marquez) berkata: ‘Kita beruntung bisa menang dan mendapatkan hasil yang baik, jadi kita harus merayakannya’. Hal ini membantu suasana kerja menjadi lebih santai. Sebab, semua orang bekerja sangat keras baik saat menang maupun kalah, jadi sangat adil untuk berpesta saat kita berhasil menang.”
“Apa yang ia lakukan saat ini, selain sudah mencatatkan sejarah dengan delapan gelar juara dunia, pastinya akan memberikan nilai lebih. Sebab, apa yang ia lakukan sungguh luar biasa; bisa kembali ke level setinggi ini setelah semua kesulitan yang ia lalui,” tutup Marco Rigamonti.
(/Niken)







