BP Taskin siapkan strategi cegah kemiskinan baru pasca-banjir Sumatera

.CO.ID – JAKARTA.Badan Pengembangan dan Pemberantasan Kemiskinan (BP Taskin) menyusun strategi menyeluruh guna menghindari timbulnya kemiskinan baru akibat bencana banjir deras dan longsor yang terjadi di beberapa daerah di Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Fokus utama ditujukan pada percepatan pemulihan dan pembangunan sosial ekonomi masyarakat yang terkena dampak.

Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko menyampaikan bahwa bencana alam tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga merusak struktur ekonomi masyarakat, seperti kehilangan lahan pertanian, rumah tempat tinggal, dan sumber penghidupan utama.

Bacaan Lainnya

“Ketika bencana terjadi, struktur ekonomi yang lama dapat hancur. Tugas kami adalah memastikan masyarakat tidak terjebak dalam situasi rentan yang berlarut dan terperangkap dalam kemiskinan baru,” kata Budiman saat diwawancarai di Jakarta, Selasa (16/12).

Menurut Budiman, BP Taskin melihat tahap rehabilitasi dan rekonstruksi sebagai kesempatan penting untuk membangun kembali sistem sosial ekonomi yang lebih adil dan kuat dibandingkan situasi sebelum bencana. Oleh karena itu, langkah pemulihan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, BP Taskin akan menerapkan pendekatan yang berlandaskan studi sosiologis, antropologis, dan ekonomi yang dijalankan secara terpadu dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait. Di antaranya adalah Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pertanian, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Sosial, Kementerian Transmigrasi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta BUMN.

“Bukan hanya soal teknis. Kami menghubungkan kebutuhan yang ada di lapangan. Misalnya, tempat tinggal sementara dengan BNPB, masalah lahan dengan Kementerian Pertanian, dan seterusnya,” ujar Budiman.

Tidak lama lagi, BP Taskin akan mengirimkan tim ke daerah yang terkena dampak untuk melakukan pemetaan kerusakan secara rinci, mulai dari lahan pertanian yang hilang hingga rumah penduduk yang rusak total. Data ini akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pemulihan yang adil dan berkelanjutan.

“Proses pemulihan pasca-bencana harus didasarkan pada penelitian yang mendalam. Jika misalnya terdapat desa di mana hampir seluruh penduduknya meninggal dan hanya tersisa sedikit keluarga, maka opsi seperti transmigrasi lokal juga bisa dipertimbangkan,” katanya.

Budiman menganggap bencana sering membuat kondisi ekonomi masyarakat menjadi serupa, yaitu sama-sama miskin akibat kehilangan aset dan batas kepemilikan lahan. Oleh karena itu, BP Taskin menilai pentingnya membangun sistem ekonomi baru yang mampu menciptakan tatanan sosial yang lebih tangguh.

“Bayangkan sebuah desa yang lenyap, persawahan hancur, rumah-rumah rusak. Sebelum bencana, ada orang kaya dan miskin, tetapi setelah bencana semua menjadi miskin. Oleh karena itu, tugas BP Taskin adalah membangun masyarakat baru dengan sistem ekonomi yang baru di atas puing-puing bencana,” ujar Budiman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *