BNPB: Titik Api di TPA Jatiwaringin Menghilang, Asap Masih Muncul dari Tumpukan Sampah
Kebakaran di TPA Jatiwaringin Masih Menjadi Perhatian Utama
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan bahwa pada 7 Juli 2026, tidak ada lagi titik api yang terlihat di permukaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Tangerang. Meskipun demikian, asap tebal masih terus keluar dari bawah tumpukan sampah, menjadi tantangan utama dalam penanganan kebakaran ini.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menjelaskan bahwa hasil deteksi geotermal menunjukkan bahwa material di dalam TPA masih menyimpan potensi panas bumi tinggi. Hal ini mengindikasikan adanya kemungkinan sumber panas yang berpotensi memicu kembali kebakaran.
Fokus Pada Upaya Pendinginan
Saat ini, tim gabungan dari BNPB, kementerian terkait, pemerintah daerah, TNI-Polri, hingga pihak swasta fokus pada upaya pendinginan. BNPB telah mengerahkan empat helikopter water-bombing untuk memperkuat penanganan dari udara. Di darat, tim juga membuat akses jalan terobosan di sisi utara dan selatan guna mempermudah pergerakan mobil damkar.
Selain itu, tim darat juga menyiasati area ketinggian dengan membuat embung-embung penampungan air yang disalurkan melalui 6 hingga 8 lajur selang pemadam. Proses ini juga mencakup penyuntikan cairan kimia khusus agar bara api dapat dikendalikan.
“Kolaborasi dari seluruh instansi yang ada ini ada kemajuan-kemajuan. Saat ini sudah mencapai 49 persen dan kita terus fokuskan untuk pendinginan,” kata Djohan.
Modifikasi Cuaca Belum Bisa Dilakukan
BNPB menyatakan telah berkoordinasi secara berkala dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak awal kejadian soal opsi penanganan jangka panjang melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, proses rekayasa cuaca hujan buatan tersebut belum dapat dieksekusi.
Hal itu karena pertumbuhan awan potensial di atas kompleks TPA Jatiwaringin dan sekitarnya terpantau masih sangat minim. Meski begitu, BNPB bersama BMKG terus memantau dinamika atmosfer dan menegaskan akan segera mengajukan izin penyemaian awan begitu kondisi meteorologis di wilayah tersebut mulai memenuhi syarat.
Kronologi Kebakaran di TPA Jatiwaringin
Kebakaran di TPA Jatiwaringin, Tangerang, bermula pada 30 Juni 2026 ketika muncul percikan api kecil di timbunan sampah. Kondisi cuaca panas dan angin kencang membuat api cepat meluas hingga membakar belasan hektare area TPA.
Upaya pemadaman awal oleh DLHK Tangerang tidak berhasil menahan laju api, sehingga pemerintah daerah menetapkan status darurat dan melibatkan tim gabungan untuk penanganan. Asap pekat dari kebakaran juga memaksa ratusan warga mengungsi dan ratusan lainnya mengalami gangguan pernapasan.

