Pesta Wirausaha Nasional 2026 Meriahkan Jakarta dengan Kehadiran Ribuan Pelaku UMKM
Pesta Wirausaha Nasional (PWN) 2026 yang dihelat oleh Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) berlangsung meriah di Plenary Hall Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Sabtu (20/6/2026). Acara tahunan ini menarik perhatian sekitar 100 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dengan berbagai jenis usaha yang dikelola. Event ini menjadi momen penting bagi para pelaku bisnis untuk berkumpul, belajar, dan berkolaborasi.
Antusiasme Peserta yang Luar Biasa
PWN 2026 mencatatkan lebih dari 15.000 pendaftar yang berasal dari 118 daerah dan 29 wilayah TDA di seluruh Indonesia. Acara ini berlangsung selama dua hari, yaitu 20-21 Juni 2026. Selain itu, event ini juga menyediakan berbagai program edukasi, pameran bisnis, mentoring, networking, serta kolaborasi lintas sektor yang bertujuan mempercepat pertumbuhan UMKM Indonesia menuju level yang lebih tinggi.
Acara ini juga menampilkan sekitar 100 booth UMKM dari berbagai sektor usaha dengan dukungan lebih dari 300 sponsor dan mitra. Hal ini menunjukkan betapa besar antusiasme peserta terhadap acara tahunan ini.
Hadirnya Tokoh-Tokoh Penting
Pembukaan PWN TDA 2026 turut dihadiri oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi RI Wati Ahmad Zabadi, Penasehat DWP Kementerian UMKM RI Novi Helvi Moraza, serta Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI Iqbal Shoffan. Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap pertumbuhan UMKM di Indonesia.
Tema “Next Level Legacy”
PWN 2026 mengangkat tema “Next Level Legacy” dan menjadi momentum penting bagi TDA dalam mendampingi pertumbuhan pelaku usaha di Indonesia. Tahun depan, usia komunitas ini akan memasuki usia dua dekade, sehingga acara ini menjadi ajang untuk merayakan pencapaian dan merancang masa depan yang lebih baik.
Chief Operating Officer (COO) PWN TDA 2026, Mas Djun, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa semangat kewirausahaan di Indonesia terus tumbuh. “Hari ini adalah momen yang sangat luar biasa. Pesta Wirausaha Nasional 2026 berhasil mencatat lebih dari 15.000 pendaftar per hari ini, dengan peserta hadir dari 118 daerah dan 29 wilayah,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa PWN bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang kolaborasi yang mempertemukan para pelaku usaha untuk bertumbuh bersama. “PWN bukan sekadar event. PWN adalah ruang bertemunya para pejuang usaha, tempat lahirnya kolaborasi, berputarnya pengalaman, serta terbukanya peluang-peluang baru yang dapat mengubah perjalanan bisnis seseorang,” katanya.
Kesempatan Baru untuk TDA
Mas Djun juga menyampaikan rasa bangga karena kali pertama event ini digelar di JICC yang sejak lama dicita-citakan banyak anggota dan pendiri TDA. “Sempat ada senior dan founder yang bertanya kapan Pesta Wirausaha bisa digelar di tempat yang next level. Jawabannya adalah JICC. Alhamdulillah hari ini dengan perjuangan selama satu tahun dan dukungan seluruh stakeholder, mimpi itu bisa terwujud,” ungkapnya.
Presiden TDA 8.0 Eko Desriyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, relawan, sponsor, serta pengurus TDA yang telah bekerja keras membesarkan komunitas tersebut. Menurut Eko, jumlah anggota TDA mengalami pertumbuhan signifikan selama masa kepemimpinannya. “Saat kami diberikan amanah menjadi Presiden TDA, jumlah member sekitar 30 ribu. Sekarang sudah mencapai 62 ribu dan mendekati 70 ribu anggota,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh anggota TDA untuk mendukung program digitalisasi pemerintah melalui aplikasi Sapa UMKM yang baru diluncurkan Kementerian UMKM. Menurutnya, penyelenggaraan PWN di JICC merupakan warisan penting yang harus terus ditingkatkan oleh kepengurusan berikutnya. “Hari ini di JICC menjadi mimpi kita semuanya sebagai next level legacy TDA. Saya titip kepada Presiden TDA 9.0 agar PWN berikutnya tidak lebih kecil dari JICC. Legacy harus terus ditingkatkan,” ujarnya.
Tanggapan Menteri UMKM
Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman memberikan apresiasi tinggi kepada TDA yang dinilainya telah menjadi salah satu aset bangsa dalam melahirkan wirausaha selama hampir 20 tahun. Menurut Maman, semangat TDA sejalan dengan target pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“TDA adalah aset negara yang luar biasa. Selama hampir dua dekade menjadi pionir dalam membangun ekosistem kewirausahaan Indonesia,” kata Maman. Ia menegaskan filosofi “Tangan Di Atas” yang menjadi identitas komunitas TDA memiliki makna mendalam karena mengajarkan nilai berbagi dan sedekah sebagai fondasi kesuksesan usaha.
Menteri Maman juga mengumumkan komitmen pemerintah untuk mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program, termasuk fasilitasi sertifikasi halal gratis bagi sekitar 500 ribu pelaku UMKM menjelang batas akhir kewajiban sertifikasi halal pada Oktober mendatang. Kementerian UMKM juga resmi memperkenalkan super aplikasi Sapa UMKM yang dirancang menjadi rumah besar digital bagi 57 juta pelaku UMKM di Indonesia.
Melalui aplikasi tersebut, pelaku usaha dapat mengakses layanan pembiayaan dari perbankan dan fintech resmi, mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi usaha, pelatihan digital, hingga memperluas jaringan bisnis melalui fitur komunitas. “Kita tidak mungkin menjangkau 57 juta UMKM dengan cara-cara konvensional. Karena itu kami menghadirkan Sapa UMKM sebagai platform digital yang menghubungkan pemerintah dengan seluruh pelaku UMKM Indonesia,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Maman turut mengucapkan selamat kepada Ferdians yang terpilih sebagai Presiden TDA 9.0 dan berharap kepengurusan baru mampu melahirkan lebih banyak UMKM yang naik kelas menjadi perusahaan berskala nasional hingga korporasi besar.







