, CILEGON– Pergerakan arus penyeberangan pada masa arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 mulai menunjukkan perubahan pola.
Data Posko Angkutan Nataru PT ASDP Indonesia Ferry mencatat, pada H+5 atau Selasa (30/12/2025), jumlah penumpang dan kendaraan pribadi yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mengalami penurunan, sementara angkutan logistik justru mengalami peningkatan signifikan.
Berdasarkan laporan Posko Merak yang mencakup Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara, tercatat sebanyak 123 trip kapal beroperasi selama 24 jam, mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.
Dalam periode tersebut, total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mencapai 30.360 orang, turun 9,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 33.501 orang.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menjelaskan, bahwa tren penurunan penumpang ini sejalan dengan berakhirnya puncak arus libur dan pergeseran aktivitas masyarakat menuju arus balik bertahap.
“Setelah puncak libur berlalu, pergerakan penumpang individu mulai menurun. Namun, distribusi logistik justru meningkat seiring normalisasi aktivitas ekonomi pascalibur,” ujar Heru dalam keterangan tertulis yang diterima , Rabu (31/12/2025).
Penurunan juga terjadi pada kendaraan pribadi. Kendaraan roda dua yang menyeberang tercatat sebanyak 579 unit, turun drastis 60,8 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 1.478 unit.
Sementara kendaraan roda empat tercatat 3.521 unit atau turun 7,4 persen dari realisasi tahun sebelumnya sebanyak 3.803 unit.
Sebaliknya, angkutan logistik menunjukkan tren berlawanan. Jumlah truk yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H+5 mencapai 2.147 unit, naik 10,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.941 unit.
Sementara itu, kendaraan bus tercatat 362 unit atau turun 6,5 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 387 unit.
Secara keseluruhan, total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera pada H+5 mencapai 6.609 unit, turun 13,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 7.609 unit.
Meski demikian, secara kumulatif sejak H-10 hingga H+5, jumlah penumpang dari Jawa ke Sumatera justru mengalami kenaikan.
ASDP mencatat sebanyak 585.879 orang telah menyeberang, meningkat 3,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 567.679 orang.
Namun, total kendaraan kumulatif tercatat 129.944 unit atau turun 5,7 persen dari realisasi tahun lalu yang mencapai 137.787 unit.
Sementara itu, pada lintasan sebaliknya, arus penyeberangan dari Sumatera ke Jawa juga menunjukkan dinamika serupa.
Data Posko Bakauheni mencatat sebanyak 114 trip kapal beroperasi di Pelabuhan Bakauheni selama H+5.
Jumlah penumpang yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 27.964 orang, turun 5,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 29.508 orang.
Kendaraan roda dua tercatat sebanyak 844 unit atau turun 9,1 persen dari tahun lalu sebanyak 929 unit.
Kendaraan roda empat mencapai 2.857 unit, turun 15,1 persen dibandingkan realisasi tahun lalu yang mencapai 3.365 unit.
Namun, kembali angkutan logistik mendominasi. Jumlah truk yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+5 tercatat sebanyak 2.918 unit atau naik 19,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.447 unit.
Adapun kendaraan bus tercatat 292 unit atau turun 11,8 persen dari tahun lalu sebanyak 331 unit.
Total kendaraan yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa pada H+5 mencapai 6.911 unit, turun tipis 2,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 7.072 unit.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H+5, jumlah penumpang dari Sumatera ke Jawa tercatat sebanyak 524.595 orang atau naik 1,2 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 518.349 orang.
Total kendaraan kumulatif juga mengalami peningkatan menjadi 130.980 unit atau naik 5,7 persen dibandingkan realisasi tahun lalu sebanyak 123.929 unit.







