Anak politisi PKS tewas dibunuh, Kapolda ungkap fakta hubungan pelaku dengan keluarga korban

Ringkasan Berita:

  • Tadinya banyak spekulasi berkembang tekait kasus pembunuhan anak politisi PKS.
  • Ada yang menduga pelaku adalah orang dekat dengan motif denam.
  • Dugaan itu setelah melihat kondisi luka pada tubuh korban, lebih dari 20 tusukan.
  • Tampaknya dugaan tersebut pudar setelah pelakunya berhasil tertangkap.

, Banten – Tadinya banyak spekulasi publik berkembang terkait kasus pembunuhan anak politisi PKS Cilegon Maman Suherman yang berinisial MAHM (9).

Bacaan Lainnya

Bahkan ada yang menduga jika pelaku sebagai orang dekat hingga menyebut adanya motif dendam setelah melihat kondisi luka korban.

Apa lagi MAHM tewas karena menderita lebih dari 20 luka tusukan di tubuhnya. Namun spekulasi tersebut tampaknya pudar setelah pelakunya tertangkap.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki angkat bicara soal kasus dugaan pembunuhan anak anggota Dewan Pakar DPD PKS Cilegon, Maman Suherman.

Pelaku yang diketahui berinisial HA (31) kini telah ditangkap oleh petugas gabungan.

Terkait pelaku, Irjen Pol Hengki memastikan bahwa terduga pelaku tidak memiliki kedekatan atau mengenal keluarga korban. 

“Bukan, bukan (orang dekat ataupun kenal dengan keluarga dekat),” kata Hengki kepada wartawan disela-sela meninjau banjir di Cilegon, Sabtu (3/1/2026).

Hengki mengatakan, HA (30) merupakan pelaku pencurian dengan pemberatan (curat).

Menurut dia, HA dalam setiap aksinya mengincar atau menargetkan rumah mewah yang kondisi penghuni tidak berada di rumah alias kosong. 

“Pelakunya spesialis curat, pencurian dengan pemberatan rumah kosong, dan sasarannya rumah-rumah bagus,”  jelas Hengki dikutip dari TribunBanten.com.

Untuk motif dan lainnya, Hengki menyebut, penyidik tengah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan akan disampaikan saat rilis dalam waktu dekat. “Masih didalami, masih diperiksa, sudah (ditangkap) nanti kita akan rilis,” katanya.

Hengki juga mengatakan bahwa pelaku beraksi seorang diri, dan untuk sementara satu orang pelaku berjenis pria telah ditangkap tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten pada Jumat, 2 Januari 2026.

“Enggak ada, mudah mudahan enggak ada (tambahan tersangka),” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan baha kasus pembunuhan anak politisi PKS ini memicu dugaan adanya motif dendam di balik aksi pelaku yang membununuh korban secara keji. 

Eks Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji menilai banyaknya luka tusukan di tubuh korban menunjukkan adanya dendam besar terhadap keluarga korban.  

“Kalau hanya ingin membunuh, tidak perlu melukai sebanyak itu. Ini menunjukkan dendam yang besar,” ujarnya dalam tayangan Kompas TV dikutip Tribunnews.com. 

Staf Ahli Kapolri, Hermawan Sulistyo, menambahkan bahwa emosi pelaku tampak meledak saat melakukan aksi tersebut.  

Ia menilai polisi tidak akan kesulitan mengungkap kasus ini, termasuk menelusuri kaitan profesi ayah korban sebagai politisi dan pengusaha. 

Terduga Pelaku Ditangkap Saat Mencuri

Sebelumnya, tim gabungan menangkap HA (30) saat mencuri di rumah mewah milik mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Rois, di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kota Cilegon, Banten.

HA merupakan warga Palembang, Sumatra Selatan yang bekerja di salah satu perusahaan Petrokimia di daerah Ciwandan, Kota Cilegon. HA ternyata juga terduga pelaku pembunuhan anak politikus PKS Maman Suherman.

Kronologi kejadian

Peristiwa tragis menimpa seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun di Kota Cilegon, Banten, Selasa (16/12/2025).

Korban berinisial MAHM, siswa kelas IV SD, ditemukan meninggal dunia dengan sejumlah luka tusukan di dalam rumahnya di kawasan BBS III, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon.

Berdasarkan data yang dihimpun TribunBanten.com, peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 14.20 WIB, saat ayah korban, H. Maman, menerima telepon darurat dari anak keduanya berinisial D, yang berteriak meminta pertolongan.

D diketahui berada di rumah bersama korban ketika kejadian berlangsung.

Mendapat kabar tersebut, Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah.

Setibanya di lokasi, ia mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah.

Korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Korban sempat dilarikan ke RS Bethsaida Kota Cilegon menggunakan kendaraan pribadi.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim medis, pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui mengalami 14 luka tusukan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya.

Sekitar pukul 15.00 WIB, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke aparat kepolisian.

Tak berselang lama, tepatnya pukul 15.20 WIB, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Cilegon bersama anggota Polsek Cilegon langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi-saksi.(*)

Berita Selanjutnya Viral Aksi Sawer PNS Wanita seusai Dilantik Jadi Kasubag, Berujung Kena Sanksi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *