Akui salah ludahi kasir swalayan, Amal Said dosen UIM ngaku tersinggung saat ditegur, spontan emosi

Ringkasan Berita:

  • Amal Said akui salah, menyebut aksi meludahi kasir terjadi spontan karena emosi.
  • Ia membantah menyerobot antrean dan menegaskan yang ditegur adalah pembantu kasir, bukan kasir utama.
  • Amal berharap kasus diselesaikan kekeluargaan meski reputasi dan kariernya sebagai dosen ASN terancam.

 

Bacaan Lainnya

Amal Said dosen Universitas Islam Makassar (UIM) akhirnya akui salah atas tindakan meludahi pegawai swalayan di jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Kamis (25/12/2025)

Adapun Amal Said menyebut tindakan tersebut merupakan tindakan yang keliru.

“Saya salah. Itu perbuatan spontan karena emosi,” ucapnya melansir dari Tribuntimur.com.

Amal Said sempat memberikan penjelasan soal kronologi kejadian sebelum dirinya terekam meludah di depan kasir.

Ia membantah tudingan telah menyerobot antrean.

Menurut AS, kasir di sebelah tempat ia berdiri sudah tidak memiliki antrean sehingga ia berpindah ke sana.

Ia juga menyebut tidak ada aturan yang melarang pelanggan berpindah antrean.

AS juga menegaskan bahwa perempuan yang diludahi bukanlah kasir, melainkan pembantu kasir.

Ia menyebut kasir yang bertugas justru melayaninya dengan baik dan sempat meminta kartu anggota.

   

Ia mengaku terpancing emosi setelah ditegur oleh pembantu kasir tersebut karena dianggap tidak mengikuti antrean.

“Saya ditegur kenapa tidak antre, padahal tidak ada orang di antrean itu. Di situlah saya merasa tersinggung,” ujarnya.

Amal Said dosen berharap kasus viral meludahi kasir minimarket bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Pasalnya, nama baiknya kini tercoreng imbas video viral di berbagai platform media sosial.

Tak hanya itu saja, kariernya sebagai dosen berstatus pegawai negeri sipil (PNS)  terancam.

“Sekarang ini sudah rusak nama saya, bahkan mungkin juga berakibat ke tempat kerja saya ini. Rusak sekali saya ini. Satu detik saya berbuat itu, 33 tahun saya pegawai, mengajar, ribuan mahasiswa saya selesaikan, masa sedetik itu rusak segalanya, tidak sebanding,” kata Amal.

 Amal juga berharap kasus yang sudah dilaporkan ke pihak kepolisian ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan.  

Dia juga menyampaikan, agar kasir wanita berinisial N (21) juga mengakui kesalahannya sehingga masalah tersebut tidak berlarut-larut.  

“Harapan saya, orang itu juga harus sadar, mengakui juga dirinya punya kekhilafan, kita kan manusia bisa saling khilaf dalam kondisi tertentu. Saya tidak mau kasi panjang masalah, kalau bisa diselesaikan baik-baik saja, dosa-dosa saya tanggung sendiri,” ujar Amal.  

 

Kronologi Viral

Sebelumnya, video aksi AS viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria mengenakan kaos hitam berlengan panjang dan berkacamata diduga memotong antrean di kasir swalayan.

Setelah berbincang singkat, pria tersebut meludah ke arah pegawai perempuan yang mengenakan baju biru dan kerudung putih.

Belakangan diketahui, pria dalam video tersebut adalah AS, dosen Fakultas Pertanian UIM.

Rektor UIM, Prof Dr Muammar Bakry, membenarkan identitas tersebut.

Muammar menyayangkan tindakan AS dan menyebut perbuatan tersebut tidak mencerminkan nilai kemanusiaan.

Ia menegaskan pihak kampus akan melakukan klarifikasi dan menjatuhkan sanksi sesuai aturan akademik.

AS diketahui merupakan dosen berstatus aparatur sipil negara (ASN) yang diperbantukan di UIM.

Pihak kampus akan membahas prosedur lanjutan terkait status kepegawaiannya.

Sementara itu, pegawai swalayan berinisial N (21) telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tamalanrea.

Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Sangkala, membenarkan adanya laporan dugaan penghinaan dan menyatakan proses penyelidikan sedang berjalan.

Polisi akan memanggil saksi-saksi serta mengumpulkan barang bukti terkait kasus tersebut.

(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *