Ringkasan Berita:– Kopda F, terduga pelaku penganiayaan prajurit TNI AD Pratu Farkhan Syauqi Marpaung hingga tewas Sudah ditahan
– Terduga pelaku ditahan sejak 1 Januari 2026, usai menerima pelimpahan dari Koops– TNI AD berkomitmen mengusut tuntas kasus tersebut. Saat ini, pihaknya telah memeriksa satu orang saksi
– Akhirnya Kopda F, terduga pelaku penganiayaan prajurit TNI AD Pratu Farkhan Syauqi Marpaung hingga tewas, sudah ditahan di Subdenpom XVIII Cenderawasih Timika untuk menjalani pemeriksaan.
Dansubdenpom XVII/Cenderawasih Kapten Cpm Raka Yudhistira Amri mengatakan bahwa terduga pelaku ditahan sejak 1 Januari 2026, usai menerima pelimpahan dari Koops Habema selaku satuan tempat korban di tugaskan di Intan Jaya, Papua Tengah.
“Benar, yang bersangkutan Kopda F sudah ditahan di Subdenpom Timika terhitung mulai 1 Januari kemarin,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/1/2026) malam.
Dikatakannya, TNI AD berkomitmen mengusut tuntas kasus tersebut. Saat ini, pihaknya telah memeriksa satu orang saksi.
Terungkap, terduga pelaku juga berasal dari satuan tugas yang sama dengan korban yakni Yonif 113/Jaya Sakti Aceh.
“Kita saat ini tahap penyidikan. Kita sudah terima laporan dan memeriksa satu orang saksi, satu orang pelapor,” kata Kapten Cpm Raka.
Menurut rencana, Selasa (6/1/2026), penyidik akan berangkat ke Intan Jaya, Papua Tengah untuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi lainnya.
“Ini kasusnya pelimpahan dan besok kami rencana bersama empat orang penyidik akan berangkat ke pos di Intan Jaya untuk memeriksa saksi lainnya,” ujarnya.
Pratu Farkhan dilaporkan meninggal dunia pada 31 Desember 2025 usai diduga dianiaya seniornya yakni Kopda F saat tergabung dalam satuan tugas Koops Habema di Intan Jaya, Papua Tengah.
Keduanya diketahui berasal dari satuan yang sama yakni Yonif 113/Jaya Sakti Aceh.
Jenazah Pratu Farkhan telah dimakamkan secara militer di TPU Desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Sabtu (3/1/2026).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI (Inf) Donny Pramono menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban.
Desak Hukum Berat Pelaku
Forum Keluarga Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Fokal IMM) Kabupaten Asahan mendesak Panglima TNI, Jendral Agus Subianto, dan KASAD Jendral Maruli Simanjuntak untuk mengusut tuntas kasus kematian Pratu Farkhan Syauqi Marpaung.
Menurut ketua Fokal IMM Asahan, Imran Ariadin Pratu Farkhan Syauqi Marpaung merupakan anak dari Zakaria Marpaung dan Marsinah Wati Silalahi yang merupakan keluarga besar dari Alumni IMM Kabupaten Asahan.
Pihaknya sangat menyayangkan kejadian pembulyan terhadap prajurit junior masih terjadi meskipun dalam Medan tugas.
“Kami mengutuk keras segala bentuk kekerasan yang dialami oleh korban. Ini adalah pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan martabat individu. Apalagi, ini bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan hukum yang ada di Indonesia,” ujar Ketua Fokal IMM Kabupaten Asahan, Imran Ariadin, Senin (5/1/2026).
Sehingga, Fokal IMM meminta agar persoalan ini diusut dengan tuntas dan transparan.
Sehingga, terduga pelaku dapat segera di proses hukum militer yang adil.
“Kami juga meminta agar pihak berwenang membentuk tim investigasi atas insiden kekerasan ini. Sikap kami jelas, ayah korban adalah keluarga kami, otomatis, korban juga adalah keluarga kami,” ungkapnya.
“Sikap ini kami lakukan sebagai bentuk komitmen kami membangun budaya hormat-menghormati dan anti kekerasan dan mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekerasan secara adil dan transparan. Dan kami mengajak seluruh alumni imm untuk bersatu dan mengambil sikap aktif dalam penolakan kekerasan,” tambahnya.
Sebelumnya, Pratu Farkhan Syauqi Marpaung yang diduga mendapatkan penganiayaan dari seniornya berpangkat Kopral, Rabu (31/12/2025).
Sayangnya, penganiayaan tersebut diduga terjadi saat operasi pengamanan perbatasan Indonesia – Papua Nugini.
Zakaria Marpaung, orang tua Pratu Farkhan Syauqi Marpaung menyayangkan peristiwa tersebut terjadi kepada anaknya.
Pasalnya, yang ia sayangkan anaknya tewas ditangan seorang senior yang sesama berseragam TNI yang mestinya saling menjaga.
()
Sumber: kompas.com
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan







