Ternyata aki basah mobil bekas yang kelebihan air memicu efek negatif
Ternyata Aki Basah Mobil Bekas Yang Kelebihan Air Memicu Efek Negatif
Ternyata Aki Basah Mobil Bekas Yang Kelebihan Air Memicu Efek Negatif
Ketinggian air aki basah yang kelebihan ternyata malah bisa memicu efek negatif. Pemilik mobil bekas harus tahu.
Tips dan Trik untuk Merawat Aki Basah Mobil Bekas
Isi air aki basah pada mobil bekas kesayangan jangan sampai kelebihan ya gaes. Pasalnya, ketinggian air aki basah yang kelebihan ternyata malah bisa memicu efek negatif.
Pada body aki basah dilengkapi dengan indikator batas ketinggian air aki atas dan bawah. Bukan berharap daya listrik lebih baik, isi air aki basah yang melebihi garis atas malah bisa berbahaya.
Menurut Kode, pemilik Bengkel Mobil 77 yang ada di Ciputat, air aki yang kelebihan memicu penguapan berlebih. “Saat aki mobil bekerja dia akan panas, cairan elektrolit di dalamnya menguap,” tuturnya.

“Karena rongga udaranya lebih kecil, ada kelebihan tekanan atau dorongan ke atas,” terus pria yang bengkelnya ada di Jl. Suka Damai 2, Eyang Agung, Ciputat.
Efeknya bisa memicu retak halus di cover atas aki, terutama di bagian drat terminal aki. Bahkan tekanan ini juga bisa membuat timah terminal aki mengalami retak (crack).
“Retak halus dan crack inilah yang menjadi awal munculnya serbuk putih di terminal aki,” terang Kode. “Jadi terminal aki tidak kuat untuk menghantarkan daya listrik,” ujarnya.
Bahkan Gde mengungkapkan aki mobil bisa sampai jebol kalau isi air aki terlalu kepenuhan. “Karena tidak ada rongga udara untuk toleransi penguapannya, jadi sel aki, tutup air aki, atau terminal pecah,” tutup Kode.
Dampak dari Air Aki yang Berlebihan
Mengisi air aki basah secara berlebihan bukan hanya berisiko merusak komponen internal aki, tetapi juga bisa menyebabkan kerusakan yang lebih parah. Tekanan berlebihan akibat air yang terlalu penuh dapat menyebabkan retakan pada bodi aki. Retakan ini bisa menjadi pintu masuk bagi debu dan kotoran, yang nantinya akan mempercepat proses korosi.
Selain itu, kelebihan air aki juga dapat mengganggu proses pengisian dan pengosongan aki. Saat aki bekerja, cairan elektrolit akan menguap, namun jika tidak ada ruang udara yang cukup, tekanan akan meningkat dan berpotensi merusak komponen penting seperti tutup aki atau terminal.
Cara Menghindari Masalah pada Aki Basah
Untuk menghindari masalah tersebut, penting bagi pemilik mobil bekas untuk memperhatikan level air aki secara berkala. Pastikan air aki tidak melebihi garis atas yang terdapat pada body aki. Jika air aki terlalu rendah, segera tambahkan air suling hingga mencapai garis tengah. Namun, jika air aki terlalu tinggi, sebaiknya dikuras sedikit agar tidak terjadi tekanan berlebih.
Selain itu, pastikan juga bahwa aki bersih dan tidak terkontaminasi oleh kotoran atau debu. Bersihkan terminal aki secara rutin untuk memastikan aliran listrik tetap stabil.
Perawatan Rutin untuk Menjaga Kondisi Aki
Perawatan rutin sangat penting untuk menjaga kondisi aki mobil bekas. Selain mengecek level air aki, pastikan juga bahwa aki tidak terlalu lama dibiarkan kosong. Jika mobil jarang digunakan, sebaiknya lakukan pengisian ulang secara berkala untuk mencegah kehabisan daya.
Selain itu, hindari membiarkan aki bekerja terlalu keras. Jika mobil bekas sering digunakan untuk perjalanan jarak jauh atau dalam kondisi cuaca ekstrem, pastikan aki dalam kondisi optimal. Jika diperlukan, pertimbangkan untuk mengganti aki dengan yang baru jika sudah terlihat rusak atau tidak berfungsi dengan baik.

