Renungan harian Katolik Rabu 31 Desember 2025: Dalam Yesus ada harapan

1 Yoh 2:18-21

Yoh 1:1-18

Oleh: RD. Eman Kiik Mau

Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2025. Tanpa terasa kita sudah melampauinya. Pengalaman suka-duka, pahit-manis, susah-senang, menghiasi tahun ini.

Satu hal yang pasti ialah Tuhan telah memberikan kesempatan dan hidup kepada kita. 

Kini pantaslah kita mensyukuri berkat Tuhan itu seraya menyongsong hari dan tahun baru yang akan datang sebagai anugerah-Nya pula. 

Tahun 2025 akan segera berakhir. Kita akan memasuki tahun baru 2026.

Pada umumnya menjelang penutupan tahun, banyak orang mengalami pelbagai perasaan yang campur aduk dan berbeda dari hari-hari yang lain. 

Perasaan-perasaan seperti itu mendapat perhatian lebih karena situasi sekitar yang hendak memasuki tahun baru turut memengaruhi kita. 

Dan biasanya suasana hati pada hari ini adalah sukacita, gembira, bahagia, enjoy. 

Banyak orang sibuk mempersiapkan pesta atau perayaan syukur untuk mengungkapkan sukacita dan kegembiraan itu. Apakah kita akan ikut serta dengan mereka?

Mungkin ada orang yang berkata bahwa dia tidak akan ikut dalam pesta atau perayaan syukur itu. 

Karena selama tahun ini, dia merasa bahwa tidak ada sesuatu yang special telah terjadi hingga perlu disyukuri. 

Bahkan mungkin ada yang merasa bahwa telah terjadi banyak kegagalan menimpa dirinya di tahun ini, sehinga suasana hatinya masih diliputi kekecewaan. 

Dia berencana untuk tidak melakukan acara apa pun untuk menutup tahun ini. Dia akan tetap ada di kamar dan menutup pintu.

Orang beriman, kendati dia mengalami pelbagai kegagalan di tahun ini, hendaknya bersikap lain. 

Dia tidak akan tinggal dalam kegelapan, karena dia percaya pada Yesus yang adalah Terang Sejati. Orang beriman harus tetap mampu bersyukur kendati  telah mengalami pelbagai kegagalan. 

Dia bersyukur bukan karena kegagalan itu, tetapi karena Allah masih memberi harapan akan sesuatu yang baik di kemudian hari.

Dalam Yesus, harapan itu akan selalu ada. Karena Allah telah mengutus Putra-Nya. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia, Yoh 1:4.

Marilah kita syukuri apa pun nikmat kehidupan yang telah kita terima. Kita wartakan kebaikan Tuhan dengan perbuatan baik kita kepada semua orang. 

Kita juga mohon ampun untuk semua cacat cela yang telah diperbuat dengan menunjukkan sikap tobat dan penyesalan. Dan akhirnya, kita percayakan seluruh diri kita pada masa kini dan masa yang akan datang hanya pada Tuhan, Penyelenggara Ilahi.

Tahun 2025 akan segera berakhir. Mari kita bertanya : Selama tahun ini, kita membiarkan diri dikuasai oleh kuasa terang atau kuasa gelap? 

Setiap tahun adalah tahun yang penuh berkat. Tuhan Sang Terang Sejati selalu hadir menyertai kita umat kesayangan-Nya. 

Mereka yang terbuka pada Tuhan dan tidak membiarkan diri dikuasai oleh kegelapan dosa akan mengalami sukacita dan kemuliaan. 

Sebaliknya mereka yang menolak Sang Terang dan membiarkan diri dalam kuasa gelap akan mengalami derita yang mendalam.

Hidup itu pilihan. Memasuki tahun baru yang segera hadir, mari kita memilih terang agar bahagia dan selamat. 

Memilih terang berarti membiarkan diri dikuasai oleh kasih dan kebenaran. Hidup dalam kasih dan kebenaran akan mengantar manusia pada keselamatan.

Dalam Surat Pertama Rasul Yohanes yang kita baca pada hari ini, membahas tentang anti Kristus. Siapakah yang dimaksud dengan anti Kristus?

Pertama, orang yang menyangkal atau menolak Yesus sebagai Kristus, Mesias, Allah dan Tuhan. 

Kedua,orang yang menyebaluaskan ajaran palsu atau ajaran yang sesat kepada orang lain.

Ketiga, orang yang membawa orang lain kepada pemberontakan kepada Tuhan, menjauh dari Tuhan dengan hidup dalam dosa.

Tuhan Yesus, syukur bagi-Mu atas rahmat, berkat dan penyelenggaraan kasih-Mu yang kami alami sepanjang tahun 2025. Berkati kami di tahun baru 2026. Amin. (*)

Simak terus konten di Google News


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *