Bobby Nasution ‘ngekor’ Gerindra soal wacana kepala daerah dipilih DPRD

Ringkasan Berita:– Partai Gerindra menyampaikan dukungannya terhadap usulan agar pemilihan kepala daerah melalui DPRD.

– Bobby Nasution memilih ngekor Partai Gerindra terkait wacana Tersebut
– Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono menyampaikan,  kepala daerah yang dipilih oleh DPRD akan lebih efisien dari sisi anggaran

 

Bacaan Lainnya

Bobby Nasution memilih ngekor Partai Gerindra terkait wacana Kepala Daerah dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Wacana ini mengingatkan kembali pada kondisi politik tahun 2014 saat politikus-politikus di DPR menggolkan aturan Pilkada via DPRD.

Diketahui, terbaru Partai Gerindra menyampaikan dukungannya terhadap usulan agar pemilihan kepala daerah melalui DPRD.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution merespon singkat soal Pemilihan kepala daerah melalui DPRD. 

“Saya ikut kata Gerindra (soal Pilkada dipilih oleh DPRD),”jelasnya saat diwawancarai di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (30/12/2025). 

Disinggung mengenai alasan ia sepakat tersebut, Bobby hanya menjawab singkat dan berulang.

“Saya ikut kata Gerindra,” ucapnya. 

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono menyampaikan,  kepala daerah yang dipilih oleh DPRD akan lebih efisien dari sisi anggaran.

Selain dari sisi anggaran, kepala daerah yang dipilih DPRD juga lebih efisien dalam penjaringan kandidat, mekanisme, anggaran, ongkos politik, hingga pemilihan terlaksana. 

“Gerindra ada dalam posisi mendukung upaya ataupun rencana untuk melaksanakan pemilukada ini oleh DPRD di tingkat bupati, wali kota ataupun di tingkat gubernur,” ujar Sugiono dalam keterangannya, Senin (29/12/2025).

Sugiono pun mencontohkan pada 2015, ketika dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pelaksanaan pilkada menyentuh hampir Rp 7 triliun. 

Angka tersebut meningkat pada 2024, di mana dana hibah dari APBD untuk pelaksanaan pilkada meningkat menjadi lebih dari Rp 37 triliun.

Di samping itu, ia menyoroti ongkos politik calon kepala daerah yang cenderung mahal dan kerap menjadi hambatan bagi sosok yang berkompeten. 

“Biaya kampanye untuk seorang calon kepala daerah, kita terbuka saja, itu angkanya prohibitif. Mahal dan ini yang juga kita harus evaluasi,” ujar Sugiono.

“Kita harus cari bagaimana supaya orang-orang yang benar-benar memiliki kemampuan mengabdi kepada masyarakatnya, mengabdi kepada bangsa dan negara itu, bisa maju tanpa harus dihalang-halangi oleh angka dan biaya kampanye yang luar biasa,” sambung Menteri Luar Negeri (Menlu) itu. 

Oleh karena itu, Partai Gerindra dalam posisi mendukung usulan agar DPRD yang memilih gubernur, bupati, maupun wali kota. “Dari sisi efisiensi, baik itu proses, mekanisme, dan juga anggarannya kami mendukung rencana untuk melaksanakan pilkada lewat DPRD,” ujar Sugiono.

Bobby Kader Gerindra

Bobby Nasution sendiri telah resmi menjadi kader Partai Gerindra sejak awal tahun ini.

Ia resmi bergabung usai membacakan Janji Kader Partai Gerindra dalam puncak acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Gerindra pada Februari 2025. 

“Jati diri kader Partai Gerindra. Kami kader Partai Gerindra adalah patriot pejuang Indonesia yang membela kedaulatan, kemerdekaan, dan kehormatan bangsa Indonesia,” ucap Bobby saat membacakan janji kader kala itu.

Loyalitas Bobby terhadap kebijakan partai menjadi dasar jawabannya terkait mekanisme pemilihan kepala daerah.

Hal ini sejalan dengan sikap DPP Gerindra yang mulai menyuarakan efisiensi dalam proses demokrasi di tingkat daerah. 

()

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *