Teks Perayaan Ekaristi 14 Desember 2025, Hari Biasa Pekan III Adven

Teks Perayaan Ekaristi Adven III Tahun A

Perayaan Ekaristi Adven III tahun A adalah momen penting dalam perjalanan spiritual umat Katolik menjelang Natal. Teks perayaan ini disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD, dan memiliki warna liturgi ungu yang menggambarkan harapan dan kesabaran. Mari kita simak struktur dan makna dari perayaan ini.

01. Tanda Salib dan Salam

Pemimpin memulai dengan tanda salib dan salam. Umat merespons dengan “Amin” dan menyanyikan doa salam. Ini menandai awal perayaan dan membuka hati untuk menerima Sabda Tuhan.

Bacaan Lainnya

02. Kata Pembuka

Dalam kata pembuka, Pemimpin mengingatkan bahwa Minggu Ketiga Adven disebut juga Minggu Gaudete (Gembira). Kegembiraan ini ditandai dengan penyalaan lilin adven berwarna merah muda. Bacaan pertama menyampaikan pesan sukacita, sementara bacaan Injil mengingatkan para murid Yohanes Pembaptis untuk datang kepada Yesus. Rasul Yakobus menasihati umat untuk bersabar dalam menantikan kedatangan Tuhan.

03. Tobat dan Permohonan Ampun

Umat diminta untuk menyesali dosa-dosanya dan memohon ampunan. Doa ini dilakukan dengan hening sejenak dan diakhiri dengan doa pengampunan dari Allah.

04. Doa Pembuka

Doa pembuka memohon agar umat dapat bersukacita atas keselamatan yang diberikan Tuhan. Doa ini diakhiri dengan “Amin”.

05. Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan

Pemimpin mengajak umat untuk hening dan mendengarkan Sabda Tuhan. Bacaan-bacaan kemudian dibacakan dari Alkitab.

06. Bacaan Pertama (Yes. 35:1-6a.10)

Bacaan ini menggambarkan kegembiraan ciptaan dan kehadiran Tuhan yang akan menyelamatkan manusia. Umat merespons dengan “Syukur kepada Allah.”

07. Mendaraskan Mazmur Tanggapan

Mazmur tanggapan mengingatkan tentang keadilan Tuhan dan perlindungan-Nya bagi orang-orang yang benar. Refren mengajak umat untuk pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita.

08. Bacaan Kedua (Yak. 5:7-10)

Surat Rasul Yakobus menasihati umat untuk sabar dalam menantikan kedatangan Tuhan, seperti petani yang menunggu hasil tanaman. Umat merespons dengan “Syukur kepada Allah.”

09. Alleluia

Alleluia dinyanyikan sebagai tanda pujian terhadap Tuhan. Isi lagu mengingatkan bahwa Roh Tuhan ada pada Yesus.

10. Injil [Mat. 11:2-11]

Injil mengisahkan Yohanes Pembaptis yang mengirimkan murid-muridnya untuk bertanya apakah Yesus adalah Mesias. Yesus memberikan jawaban melalui karya-Nya. Umat merespons dengan “Terpujilah Kristus.”

11. Renungan Singkat

Renungan ini menggarisbawahi dua hal utama: pengenalan pribadi akan Tuhan dan relasi antara Yohanes Pembaptis dan Yesus. Umat diajak untuk dekat dengan Tuhan dan menjadi pribadi yang rendah hati seperti Yohanes Pembaptis.

12. Hening Sejenak

Waktu hening ini digunakan untuk merenung dan menyadari kehadiran Tuhan di tengah umat.

13. Syahadat

Umat mengucapkan Syahadat sebagai bentuk iman dan keyakinan mereka terhadap Tuhan.

14. Doa Umat

Doa umat mencakup permohonan untuk para pemimpin, pengungsi, dan diri sendiri. Umat diajak untuk siap menerima kedatangan Tuhan dengan pertobatan dan perbuatan baik.

15. Kolekte

Kolekte dilakukan sebagai bentuk cinta kepada Sang Sabda dan sesama yang berkekurangan. Lagu yang sesuai mengiringi prosesi kolekte.

16. Doa Pujian

Doa pujian diucapkan setelah kolekte. Umat memuji Kristus sebagai Raja Pembawa Damai dan menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur.

17A. Cara A: Dengan Komuni

Jika komuni diadakan, Pemimpin mempersiapkan Sakramen Mahakudus. Umat berdoa Bapa Kami dan saling memberikan salam damai. Hosti dan sibori diberikan kepada umat dengan doa “Tubuh Kristus” dan respons “Amin.”

17B. Cara B: Tanpa Komuni

Jika tidak ada komuni, umat diajak menghayati kehadiran Tuhan dalam hati mereka. Doa Bapa Kami dan salam damai tetap dilakukan.

18B. Doa Komuni Batin

Umat berdoa secara batin untuk menyambut kedatangan Tuhan. Doa ini dilanjutkan dengan hening dan nyanyian Masa Adven.

19. Mendoaikan Mazmur 148

Mazmur 148 dibacakan atau dinyanyikan oleh dua orang atau kelompok. Umat memuji nama Tuhan dan mengakui keagungan-Nya.

20. Amanat Pengutusan

Pemimpin menasihati umat untuk membarui diri dalam berpikir dan bertindak sebagai anak-anak Allah. Umat diajak untuk sesuai dengan kabar gembira yang diwartakan Kristus.

21. Doa Penutup

Doa penutup memohon agar umat dibersihkan dari dosa dan siap menyambut kedatangan Tuhan. Doa ini diakhiri dengan “Amin.”

22. Mohon Berkat Tuhan

Pemimpin memohon berkat Tuhan untuk umat. Umat merespons dengan “Amin” dan membuat tanda salib.

23. Pengutusan

Pemimpin mengutus umat untuk pergi dan menjalankan tugas mereka. Umat merespons dengan “Amin.”

24. Lagu Penutup

Lagu penutup mengakhiri perayaan dengan tema sukacita dan harapan.




Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *