Isi Artikel
- 1 Teks Perayaan Ekaristi Adven III Tahun A
- 1.1 01. Tanda Salib dan Salam
- 1.2 02. Kata Pembuka
- 1.3 03. Tobat dan Permohonan Ampun
- 1.4 04. Doa Pembuka
- 1.5 05. Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan
- 1.6 06. Bacaan Pertama (Yes. 35:1-6a.10)
- 1.7 07. Mendaraskan Mazmur Tanggapan
- 1.8 08. Bacaan Kedua (Yak. 5:7-10)
- 1.9 09. Alleluia
- 1.10 10. Injil [Mat. 11:2-11]
- 1.11 11. Renungan Singkat
- 1.12 12. Hening Sejenak
- 1.13 13. Syahadat
- 1.14 14. Doa Umat
- 1.15 15. Kolekte
- 1.16 16. Doa Pujian
- 1.17 17A. Cara A: Dengan Komuni
- 1.18 17B. Cara B: Tanpa Komuni
- 1.19 18B. Doa Komuni Batin
- 1.20 19. Mendoaikan Mazmur 148
- 1.21 20. Amanat Pengutusan
- 1.22 21. Doa Penutup
- 1.23 22. Mohon Berkat Tuhan
- 1.24 23. Pengutusan
- 1.25 24. Lagu Penutup
- 1.26 Artikel Terkait:
Teks Perayaan Ekaristi Adven III Tahun A
Perayaan Ekaristi Adven III tahun A adalah momen penting dalam perjalanan spiritual umat Katolik menjelang Natal. Teks perayaan ini disusun oleh P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD, dan memiliki warna liturgi ungu yang menggambarkan harapan dan kesabaran. Mari kita simak struktur dan makna dari perayaan ini.
01. Tanda Salib dan Salam
Pemimpin memulai dengan tanda salib dan salam. Umat merespons dengan “Amin” dan menyanyikan doa salam. Ini menandai awal perayaan dan membuka hati untuk menerima Sabda Tuhan.
02. Kata Pembuka
Dalam kata pembuka, Pemimpin mengingatkan bahwa Minggu Ketiga Adven disebut juga Minggu Gaudete (Gembira). Kegembiraan ini ditandai dengan penyalaan lilin adven berwarna merah muda. Bacaan pertama menyampaikan pesan sukacita, sementara bacaan Injil mengingatkan para murid Yohanes Pembaptis untuk datang kepada Yesus. Rasul Yakobus menasihati umat untuk bersabar dalam menantikan kedatangan Tuhan.
03. Tobat dan Permohonan Ampun
Umat diminta untuk menyesali dosa-dosanya dan memohon ampunan. Doa ini dilakukan dengan hening sejenak dan diakhiri dengan doa pengampunan dari Allah.
04. Doa Pembuka
Doa pembuka memohon agar umat dapat bersukacita atas keselamatan yang diberikan Tuhan. Doa ini diakhiri dengan “Amin”.
05. Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan
Pemimpin mengajak umat untuk hening dan mendengarkan Sabda Tuhan. Bacaan-bacaan kemudian dibacakan dari Alkitab.
06. Bacaan Pertama (Yes. 35:1-6a.10)
Bacaan ini menggambarkan kegembiraan ciptaan dan kehadiran Tuhan yang akan menyelamatkan manusia. Umat merespons dengan “Syukur kepada Allah.”
07. Mendaraskan Mazmur Tanggapan
Mazmur tanggapan mengingatkan tentang keadilan Tuhan dan perlindungan-Nya bagi orang-orang yang benar. Refren mengajak umat untuk pergi ke rumah Tuhan dengan sukacita.
08. Bacaan Kedua (Yak. 5:7-10)
Surat Rasul Yakobus menasihati umat untuk sabar dalam menantikan kedatangan Tuhan, seperti petani yang menunggu hasil tanaman. Umat merespons dengan “Syukur kepada Allah.”
09. Alleluia
Alleluia dinyanyikan sebagai tanda pujian terhadap Tuhan. Isi lagu mengingatkan bahwa Roh Tuhan ada pada Yesus.
10. Injil [Mat. 11:2-11]
Injil mengisahkan Yohanes Pembaptis yang mengirimkan murid-muridnya untuk bertanya apakah Yesus adalah Mesias. Yesus memberikan jawaban melalui karya-Nya. Umat merespons dengan “Terpujilah Kristus.”
11. Renungan Singkat
Renungan ini menggarisbawahi dua hal utama: pengenalan pribadi akan Tuhan dan relasi antara Yohanes Pembaptis dan Yesus. Umat diajak untuk dekat dengan Tuhan dan menjadi pribadi yang rendah hati seperti Yohanes Pembaptis.
12. Hening Sejenak
Waktu hening ini digunakan untuk merenung dan menyadari kehadiran Tuhan di tengah umat.
13. Syahadat
Umat mengucapkan Syahadat sebagai bentuk iman dan keyakinan mereka terhadap Tuhan.
14. Doa Umat
Doa umat mencakup permohonan untuk para pemimpin, pengungsi, dan diri sendiri. Umat diajak untuk siap menerima kedatangan Tuhan dengan pertobatan dan perbuatan baik.
15. Kolekte
Kolekte dilakukan sebagai bentuk cinta kepada Sang Sabda dan sesama yang berkekurangan. Lagu yang sesuai mengiringi prosesi kolekte.
16. Doa Pujian
Doa pujian diucapkan setelah kolekte. Umat memuji Kristus sebagai Raja Pembawa Damai dan menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur.
17A. Cara A: Dengan Komuni
Jika komuni diadakan, Pemimpin mempersiapkan Sakramen Mahakudus. Umat berdoa Bapa Kami dan saling memberikan salam damai. Hosti dan sibori diberikan kepada umat dengan doa “Tubuh Kristus” dan respons “Amin.”
17B. Cara B: Tanpa Komuni
Jika tidak ada komuni, umat diajak menghayati kehadiran Tuhan dalam hati mereka. Doa Bapa Kami dan salam damai tetap dilakukan.
18B. Doa Komuni Batin
Umat berdoa secara batin untuk menyambut kedatangan Tuhan. Doa ini dilanjutkan dengan hening dan nyanyian Masa Adven.
19. Mendoaikan Mazmur 148
Mazmur 148 dibacakan atau dinyanyikan oleh dua orang atau kelompok. Umat memuji nama Tuhan dan mengakui keagungan-Nya.
20. Amanat Pengutusan
Pemimpin menasihati umat untuk membarui diri dalam berpikir dan bertindak sebagai anak-anak Allah. Umat diajak untuk sesuai dengan kabar gembira yang diwartakan Kristus.
21. Doa Penutup
Doa penutup memohon agar umat dibersihkan dari dosa dan siap menyambut kedatangan Tuhan. Doa ini diakhiri dengan “Amin.”
22. Mohon Berkat Tuhan
Pemimpin memohon berkat Tuhan untuk umat. Umat merespons dengan “Amin” dan membuat tanda salib.
23. Pengutusan
Pemimpin mengutus umat untuk pergi dan menjalankan tugas mereka. Umat merespons dengan “Amin.”
24. Lagu Penutup
Lagu penutup mengakhiri perayaan dengan tema sukacita dan harapan.







