Lewat Echoes of Women, jenama hijab Kisera dorong perempuan Indonesia terus berkarya

PR JABAR – Perempuan Indonesia berpotensi untuk sukses baik di rumah dan juga karirnya. Asalkan, tidak berhenti belajar, berkarya, dan berkolaborasi sebagai new competition di zaman sekarang.

Hal tersebut diutarakan Ardhina Dwiyanti yang selama tujuh tahun terakhir berusaha memberdayakan para perempuan Indonesia khususnya di Bandung. Menurutnya, salah satu hal yang bisa menjadi dorongan perempuan untuk berkarya adalah berangkat dari pemecahan masalah sehari-hari.

Kala memulai bisnis hijabnya dengan jenama Kisera, Ardhina atau biasa disapa Inna berangkat dari kebutuhan tiga anak perempuannya yang memerlukan kerudung untuk dipakai setiap hari.

“Saya lihat kok tampak boros ya, selalu beli kerudung. Dari situ, saya terpikir untuk membuatnya sendiri, dengan benang merah satu kerudung punya banyak tampilan agar memudahkan terutama saat dibawa traveling,” tuturnya saat ditemui dalam acara Echoes of Women di Bandung, Minggu, 21 Desember 2025.

Dengan semangat menciptakan peluang dan kesempatan untuk masyarakat, kini bisnisnya tampil sebagai salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang kuat. Memiliki ribuan reseller yang sebagian besar perempuan.

Tahun depan, ia menargetkan untuk masuk pasar internasional. Langkah pertamanya, brand-nya menjadi UMKM pertama dari Indonesia yang diundang World International Property Organization (WIPO) pada Juli 2025.

Organisasi tersebut mengelola hak kekayaan intelektual yang berada di bawah PBB di Jenewa, Swiss. “Kami diundang dan jadi satu-satunya perwakilan UMKM Indonesia yang mempunyai hak merek, hak cipta dan hak paten,” ujar Inna.

Diketahui, jika mereknya sudah terdaftar di HAKI dan juga desain dan karya lagu. Hak paten akan dilindungi selama 10 tahun.

Ini artinya selama periode tersebut tidak boleh ada yang menjiplak teknik dari double side kerudung dari Kisera. Inna mengatakan ia sangat aware terhadap intellectual property.

Perempuan Bisa Memberi Dampak

Sementara itu, dalam rangka Hari Ibu pada 22 Desember, acara ini sekaligus jadi rangkaian untuk memeringatinya. “Kami punya program gathering setiap akhir tahun untuk para reseller, customer loyal dan dropshipper dan juga reseller award,” tuturnya.

Dia berharap semakin terjalin kedekatan dengan reseller se-Indonesia. Begitu pula dengan pelanggan setia yang dari segi bisnis memang perlu di-maintenance.

Mengusung tema Echoes of Women, dikarenakan setiap langkah perempuan ternyata bisa berdampak dan menggema untuk sekelilingnya. “Apapun karya dan upaya dari setiap perempuan, terutama kaum ibu, perlu mendapat apresiasi karena pasti memiliki dampak bagi sekitarnya,” kata Inna.

Dalam acara tersebut juga diluncurkan produk terbaru untuk 2026 yakni sport hijab. Ia melihat tren olah raga akan semakin kuat di tahun depan.

Jika sebelumnya sudah meluncurkan kerudung untuk aktivitas harian, kini ia percaya sport hijab akan memiliki pasar yang baik. Ditambah, ini juga artinya semakin naik pemahaman dari kaum wanita untuk hidup sehat dengan berolah raga.

Penampilan memukau juga datang dari kolaborasi bersama 12 desainer fashion yang tergabung dalam Indonesia Fashion Chamber (IFC) chapter Bandung. Desainer seperti Nunik Mawardi, Soesan, Deden Siswanto menampilkan masing-masing enam koleksinya dengan apik.

Beberapa brand fashion Bandung yang memiliki karakter kuat seperti Boolaoo, Maima, serta Klambikoe juga hadir dengan koleksi menawan dengan sentuhan kerudung dari Kisera.

Dikatakan Inna, saat ini jika hendak maju harus mau berkolaborasi. Ia menyadari produknya sebatas hijab sehingga memerlukan kolaborasi dengan pelaku fashion lainnya.

“Kolaborasi is a new competition. Kalau mau bertahan dan berkompetisi, harus mau berkolaborasi. Bandung sebagai ikon fashion tak pernah kehilangan sentuhan kreatifnya. Agar bisa tetap eksis, fashion Bandung harus bisa tampil out of the box,” kata Inna.***


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *