Isi Artikel
https://mediahariini.com– Tanaman lidah mertua terkenal sebagai tanaman hias yang kuat. Banyak orang menyukainya karena bisa bertahan dalam kondisi gelap, perawatan yang sedikit, dan tanah yang tidak terlalu subur.
Namun, meskipun kuat, tanaman ini tetap dapat mengalami masalah jika kebutuhan dasarnya tidak terpenuhi. Salah satu gejala yang sering terjadi adalah daun yang mulai layu, berubah menjadi kuning, hingga menjadi lemah.
Dilansir dari Better Homes and Gardens, berikut beberapa faktor yang menyebabkan daun lidah mertua menguning dan layu.
Penyiraman berlebihan
Masalah yang paling umum menyebabkan daun lidah mertua menguning adalah pengairan yang berlebihan.
Daun yang tebal mampu menyimpan air, sehingga kebutuhan airnya lebih sedikit dibanding tanaman hias umumnya. Jika tanah terlalu basah, akar akan terendam dan akhirnya membusuk.
Tanda tanaman yang terlalu sering diberi air dapat dilihat dari daun yang berubah warna menjadi kuning atau cokelat yang lembut.
Permukaan daun umumnya memiliki bercak hitam, tekstur yang lembut, dan terlihat tidak sehat. Jika tanah tetap basah dalam jangka waktu lama, akar berpotensi mengalami busuk yang ditandai dengan warna hitam, lendir, serta bau yang tidak sedap.
Kekurangan air dan cahaya
Selain kelebihan air, kurangnya air serta cahaya yang terlalu redup juga dapat menyebabkan daun mengering.
Lidah mertua memerlukan sinar matahari terang agar dapat menghasilkan energi yang cukup. Jika cahaya sedikit, pertumbuhannya akan melambat dan tanaman menjadi tidak sehat.
Kurangnya pasokan air menyebabkan daun tidak mampu menahan beratnya sendiri, sehingga tampak melengkung.
Banyak orang meletakkan lidah mertua di sudut gelap dan jarang memberinya air. Kombinasi ini menyebabkan daun menjadi pucat, kurus, dan kehilangan kekuatannya.
Akar terlalu padat
Tanaman lidah mertua yang terlalu lama dibiarkan dalam satu wadah bisa mengalami akar yang terjepit dan terlalu rapat.
Bila akar tidak memiliki ruang untuk berkembang, tanaman mengalami kesulitan dalam menyerap air dan zat hara. Akibatnya, daun menjadi lemah dan mulai mengering.
Kondisi akar yang mengisi seluruh wadah dan menyeliputi dengan rapat menunjukkan bahwa tanaman sudah memerlukan pot baru atau penambahan media tanam.
Hama tanaman
Serangan hama juga dapat menyebabkan daun lidah mertua mengering. Beberapa hama kecil seperti kutu daun, kutu putih, tungau laba-laba, dan kutu sisik bisa menyerap nutrisi dari daun, sehingga kualitas tanaman menurun.
Hama ini seringkali sulit dilihat karena ukurannya yang sangat kecil. Perubahan warna daun biasanya menjadi tanda awal, khususnya jika muncul bercak terang atau pola yang tidak normal.
Untuk mengidentifikasi hama, ketuk perlahan daun di atas kertas berwarna putih dan amati apakah ada serangga kecil yang jatuh.
Cara menghidupkan kembali lidah mertua yang layu
Setelah mengetahui penyebabnya, langkah berikutnya adalah memberikan perawatan yang tepat agar tanaman lidah mertua kembali pulih.
Berikut beberapa metode untuk menghidupkan kembali tanaman lidah mertua yang layu:
Penyiraman yang tepat
Jika kelebihan air menjadi penyebabnya, hentikan proses penyiraman sampai tanah benar-benar kering. Gunakan jari untuk memeriksa kedalaman 2-3 cm. Jika sudah kering, baru tanaman dapat disiram.
Di musim hujan atau cuaca dingin, kebutuhan air semakin berkurang, sehingga penyiraman perlu dilakukan lebih sedikit.
Meskipun tanaman ini tahan terhadap kekeringan, bukan berarti dapat dibiarkan tanpa air selama beberapa minggu. Yang perlu diperhatikan adalah menjaga kelembapan tanah tetap stabil, tidak terlalu basah maupun terlalu kering.
Sesuaikan cahaya dan suhu
Lidah mertua berkembang dengan baik di bawah cahaya yang terang tetapi tidak langsung. Tempatkan di dekat jendela yang mendapat sinar matahari minimal delapan jam per hari.
Tanaman ini cocok ditanam di dalam rumah dengan suhu berkisar antara 21 hingga 32 derajat Celsius dan kelembapan sekitar 30 hingga 40 persen. Paparan sinar matahari langsung masih bisa diterima pada pagi hari, namun terlalu lama terkena sinar matahari dapat menyebabkan daun terbakar.
Repotting
Jika akar terlalu padat, pindahkan lidah mertua ke wadah yang lebih besar. Gunakan media tanam baru yang lebih berpori agar air dapat mengalir dengan lancar. Pilih wadah yang memiliki lubang pengeluaran air untuk mencegah terjadinya genangan.
Pemupukan ringan selama musim panas bisa membantu memulihkan energi tanaman. Gunakan pupuk pelepas lambat atau pupuk organik seperti air kompos.
Mengatasi hama
Hama bisa dihilangkan dengan menyemprot daun menggunakan air, mengelapnya dengan kain halus, atau memakai minyak neem dan sabun pembasmi serangga.
Membersihkan daun lidah mertua dari debu setiap bulan juga dapat mencegah penyebaran hama.







