4 berita populer Sumbar: Mobilitas Nataru meningkat dan Tanah Datar siapkan 2 ha lahan huntap

Ringkasan Berita:

  • Terdapat peningkatan jumlah kendaraan masuk ke wilayah Sumatera Barat saat libur Nataru.
  • Sebanyk 163 orang ditemukan meninggal akibat bencana banjir bandang di Kabupaten Agam.
  • Pemkab Tanah Datar menyiapkan tanah seluas 2 hektare untuk pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana.
  • Akses transportasi di sejumlah kecamatan di Agam sudah mulai membaik pascabencana.

– Sejumlah berita menarik dalam 24 jam terakhir, yang disajikan pada berita populer Sumatera Barat (Sumbar).

Bacaan Lainnya

Ada berita terkait peningkatan jumlah kendaraan masuk ke wilayah Sumatera Barat.

Peningkatan ini juga terlihat di antrean jalan Lembah Anai, yang masih menerapkan sistem buka tutup akibat perbaikan jalan. 

Kemudian update jumlah korban jiwa akibat bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam.

Berdasarkan data Kominfo Agam, jumlah korban ditemukan meninggal mencapai 163 orang.

Selanjutnya Pemkab Tanah Datar menyiapkan tanah seluas 2 hektare untuk pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana.

Terdapat juga berita terkait akses transportasi di sejumlah kecamatan di Agam sudah mulai membaik pascabencana.

Baca berita selengkapnya:

1. Liburan Nataru, Kendaraan Asal Riau ke Sumbar Mulai Meningkat

Kendaraan asal Riau yang memasuki wilayah Sumatera Barat mulai meningkat. 

Peningkatan ini juga terlihat di antrean jalan Lembah Anai, yang masih menerapkan sistem buka tutup akibat perbaikan jalan. 

Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot saat dihubungi , Sabtu (27/12/2025) menuturkan pengamatan di lapangan, kendaraan dari arah Riau mulai meningkat.

Umumnya mereka bergerak ke arah Padang. 

“Untuk peningkatan kendaraan sudah ada, terutama dari arah Riau yang menuju Padang,” katanya. 

Dibandingkan hari sebelumnya, kepadatan kendaraan juga sudah terlihat. 

Kondisi ini tidak terlepas dari warga Sumatera Barat yang juga mulai berlibur. 

Akses jalan di Lembah Anai masih menggunakan sistem buka tutup.

Kendaraan roda empat baru bisa lewat mulai pukul 17:00 WIB.

Akses Kembali ditutup 08:00 WIB. 

Bahkan kata AKP Pifzen, sebelum akses jalan dibuka, pengendara sudah mulai antri sejak pukul 14:00 WIB.

Kendaraan yang antre pun cukup panjang. 

Dari arah Padang-Bukittinggi, antrian terakhir berada di Malibo (di depan iiBumi)

Sementara dari arah sebaliknya, yakni Padang Panjang-Padang, antrean sampai objek wisata pemandian Mifan.

“Kalau dari Padang Panjang, titik terakhir antrian berada di bawah Mifan,” katanya. 

Jangan Mendahului

 

Satuan Lalu Lintas (Sanlantas) Polres Padang Panjang mengimbau pengendara yang melintasi jalur Lembah Anai jelang akhir tahun 2025, untuk tidak saling mendahului dan memastikan sudah cek fisik kendaraan.

Kesadaran pengendara yang melintas di jalur Lembah Anai agar tidak mendahului kendaraan lain sangat diperlukan.

Hal ini untuk menghindari macet dan tumpukan kendaraan. 

“Jangan ada yang mendahului ke arah kanan, sehingga menyebabkan terjadinya kemacetan,” katanya. 

Pengendara juga diminta sudah memastikan kondisi rem mobil dalam kondisi baik dan layak pakai. 

Antrean yang panjang dan medan jalan yang tidak datar mengharuskan kondisi kendaraan yang dibawa dalam kondisi prima. 

“Pertama cek fisik kendaraan, mulai dari pengereman maupun yang lainnya. Kedua, patuhi instruksi dari petugas yang berjaga di portal sekitar lokasi,” kata AKP Pifzen memberi saran.

Tak hanya itu, ia juga meminta masyarakat agar tidak tergesa-gesa saat melewati jalur Lembah Anai.

“Untuk kondisi cuaca saat ini cukup bersahabat, sehingga masyarakat bisa lewat dengan aman dan lancar serta selamat sampai tujuan,” tuturnya.

2. Update Bencana Agam: Korban Meninggal Tembus 163 Orang, Jalur Terisolir Mulai Terbuka

Dampak bencana hidrometeorologi yang dipicu curah hujan tinggi sejak 19 November 2025 lalu di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus menunjukkan perkembangan terbaru.

Berdasarkan update terbaru Pemerintah Kabupaten Agam hingga Jumat (26/12/2025) upaya penanganan darurat dan pendataan korban masih terus dilakukan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti mengungkapkan berdasarkan data terbaru yang dihimpun, jumlah korban jiwa akibat bencana ini mencapai 163 orang.

Angka ini menjadi duka mendalam bagi masyarakat Kabupaten Agam mengingat skala bencana yang terjadi cukup masif.

Selain korban meninggal, petugas di lapangan juga masih melakukan pencarian terhadap 38 orang yang dinyatakan hilang.

Proses evakuasi dan pencarian korban dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai unsur SAR gabungan.

Kondisi Akses Jalan Terisolir

Mengenai akses transportasi, sejumlah titik yang sebelumnya terisolir mulai menunjukkan kemajuan.

Di Kecamatan Palupuh, tepatnya di lokasi Banio Baririk, Nagari Pagadih, saat ini jalan sudah mulai bisa dilewati meskipun terbatas hanya untuk kendaraan roda dua.

Kabar baik datang dari lokasi Air Kijang, Nagari Nan Tujuh, yang juga berada di Kecamatan Palupuh. Jalur tersebut dilaporkan sudah bisa diakses sepenuhnya, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Namun, kendala berat masih ditemukan di Kecamatan Malalak. Di lokasi Sini Air, Malalak Selatan, ada jembatan yang masih runtuh.

Di wilayah lain, seperti Jorong Lambeh di Kecamatan Palembayan dan Jorong Pabatuangan di Kecamatan Matur, akses jalan berangsur membaik. Kedua lokasi tersebut saat ini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua.

Pemulihan Jaringan Listrik dan KomunikasiSektor infrastruktur dasar seperti kelistrikan juga menjadi prioritas penanganan, sebagian besar wilayah terdampak di Kecamatan Palembayan dan Matur sudah kembali mendapat pasokan listrik.

Di Kecamatan Matur, Nagari Lawang dilaporkan telah kembali normal.

Sementara di Kecamatan Palembayan, mencakup Nagari Salareh Aia, Salareh Aia Timur, Salareh Tigo Koto Silungkang, hingga Nagari Baringin, seluruhnya sudah teraliri listrik secara penuh.

Meskipun demikian di wilayah Kecamatan Malalak, khususnya Malalak Timur, petugas teknis masih bekerja keras di lapangan karena jaringan listrik di lokasi tersebut masih dalam proses perbaikan.

Pemerintah Kabupaten Agam juga melakukan perpanjangan status tanggap darurat bencana.

Terhitung, perpanjangan status tanggap darurat 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.(*)

3. Pemkab Tanah Datar Siapkan 2 Hektare Lahan untuk Huntap Terpadu untuk Korban Banjir Bandang

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menyiapkan lahan seluas sekitar dua hektare untuk pembangunan Huntap Terpadu Tanah Datar bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi.

Lahan tersebut disiapkan sebagai lokasi relokasi terpadu bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang.

Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan, lahan Huntap Terpadu Tanah Datar berada di Ladang Laweh, Kecamatan Rambatan, dan bersebelahan dengan kawasan hunian tetap yang telah ada.

Pemerintah daerah menempatkan lokasi ini untuk mendukung percepatan pembangunan hunian bagi warga terdampak.

Menurut Bupati Eka Putra, di lokasi seluas 2 hektare ini nantinya akan dibangun sebanyak 34 unit Huntap Terpadu yang akan diperuntukkan bagi warga masyarakat yang rumahnya telah hanyut terbawa arus banjir bandang yang terjadi.

“Lahan yang kita disiapkan kurang lebih seluas 2 hektare dan lokasinya berdampingan dengan Huntap yang sudah ada. Tentu ini, disiapkan agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan terintegrasi,” ujar Eka Putra, dikutip Prokopim Tanah Datar, Sabtu (27/12/2025).

Dikatakannya lagi, langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap masyarakatnya yang tertimpa musibah dengan skema Huntap Terpadu.

“Ini merupakan komitmen Pemda untuk memastikan masyarakat terdampak dapat kembali memiliki tempat tinggal yang aman dan layak,” ujar Bupati.

Selain pembangunan Huntap Terpadu, Pemda juga akan mempercepat realisasi Huntap Mandiri bagi masyarakat yang tinggal di zona merah, tentunya dengan kondisi lahan dan kriteria tertentu.

Kedua skema tersebut akan dikebut secara bersamaan guna mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat pasca bencana.

“Kita ingin aktivitas masyarakat kembali normal, kehidupan kembali sejahtera, dan roda perekonomian dapat berputar seperti sedia kala. Untuk itu, seluruh proses akan kita dorong agar berjalan tepat waktu,” ujarnya.

Bupati Eka Putra juga mengajak seluruh pihak dan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar proses pembangunan Huntap tersebut, dapat berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.(*)

4. Akses Jalan Palupuh dan Palembayan Agam Dibuka, Kendaraan Roda Dua Sudah Bisa Melintas

Setelah sempat terisolasi akibat kepungan bencana sejak pertengahan November lalu, akses transportasi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat mulai menunjukkan titik terang.

Jalur krusial di wilayah Palupuh, Palembayan, hingga Matur kini berangsur membaik dan mulai bisa dilalui kendaraan, meski petugas masih berjibaku memperbaiki jembatan yang runtuh di wilayah Malalak.

Berdasarkan update terbaru Pemerintah Kabupaten Agam hingga Jumat (26/12/2025) upaya penanganan darurat dan pendataan korban masih terus dilakukan.

Mengenai akses transportasi, sejumlah titik yang sebelumnya terisolir mulai menunjukkan kemajuan.

Di Kecamatan Palupuh, tepatnya di lokasi Banio Baririk, Nagari Pagadih, saat ini jalan sudah mulai bisa dilewati meskipun terbatas hanya untuk kendaraan roda dua.

Kabar baik datang dari lokasi Air Kijang, Nagari Nan Tujuh, yang juga berada di Kecamatan Palupuh. Jalur tersebut dilaporkan sudah bisa diakses sepenuhnya, baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Namun, kendala berat masih ditemukan di Kecamatan Malalak. Di lokasi Sini Air, Malalak Selatan, ada jembatan yang masih runtuh.

Di wilayah lain, seperti Jorong Lambeh di Kecamatan Palembayan dan Jorong Pabatuangan di Kecamatan Matur, akses jalan berangsur membaik. Kedua lokasi tersebut saat ini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua.

Pemulihan Jaringan Listrik dan Komunikasi

Sektor infrastruktur dasar seperti kelistrikan juga menjadi prioritas penanganan, sebagian besar wilayah terdampak di Kecamatan Palembayan dan Matur sudah kembali mendapat pasokan listrik.

Di Kecamatan Matur, Nagari Lawang dilaporkan telah kembali normal. Sementara di Kecamatan Palembayan, mencakup Nagari Salareh Aia, Salareh Aia Timur, Salareh Tigo Koto Silungkang, hingga Nagari Baringin, seluruhnya sudah teraliri listrik secara penuh.

Meskipun demikian di wilayah Kecamatan Malalak, khususnya Malalak Timur, petugas teknis masih bekerja keras di lapangan karena jaringan listrik di lokasi tersebut masih dalam proses perbaikan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti mengungkapkan berdasarkan data terbaru yang dihimpun, jumlah korban jiwa akibat bencana ini mencapai 163 orang.

Angka ini menjadi duka mendalam bagi masyarakat Kabupaten Agam mengingat skala bencana yang terjadi cukup masif.

Selain korban meninggal, petugas di lapangan juga masih melakukan pencarian terhadap 38 orang yang dinyatakan hilang.

Pemerintah Kabupaten Agam juga melakukan perpanjangan status tanggap darurat bencana.

Terhitung, perpanjangan status tanggap darurat 23 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *