15 provinsi dengan nilai rata-rata matematika tertinggi di hasil TKA SMA 2025, Kaltim termasuk
Ringkasan Berita:
- Hasil TKA SMA 2025 menunjukkan rata-rata nasional nilai Matematika masih rendah, yakni 36,10, dengan DIY menjadi provinsi tertinggi
- Kalimantan Timur mencatat nilai Matematika 36,09, berada di peringkat ke-11 nasional dan sejajar dengan Riau
- Dominasi Jawa dan Bali masih kuat, namun provinsi di luar Jawa mulai menunjukkan daya saing pendidikan.
Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA tahun 2025 memberikan gambaran yang cukup jelas tentang peta mutu pendidikan menengah di Indonesia.
Salah satu mata pelajaran yang paling mendapat sorotan dalam rilis data ini adalah Matematika, karena selama bertahun-tahun mapel ini kerap menjadi indikator utama kemampuan logika, numerasi, dan daya analisis siswa di berbagai daerah.
Secara nasional, nilai rata-rata Matematika SMA 2025 berada di angka 36,10.
Angka ini menunjukkan bahwa penguasaan materi Matematika secara umum masih menghadapi tantangan besar, mengingat skala penilaian berada pada rentang 0–100.
Meski demikian, data juga memperlihatkan adanya sejumlah provinsi yang mampu melampaui rata-rata nasional secara konsisten, bahkan mencatat capaian jauh di atas provinsi lain.
Adapun nilai rata-rata siswa Kalimantan Timur untuk Matematika yaitu 36,09, berada tepat di sekitar rerata nasional.
Matematika dalam konteks TKA tidak sekadar menguji kemampuan berhitung dasar. Materi yang diujikan mencakup pemahaman konsep aljabar, geometri, statistika, hingga logika matematika.
Karena itu, capaian nilai Matematika sering digunakan sebagai proksi kualitas proses pembelajaran, ketersediaan guru, serta efektivitas kurikulum di daerah.
Jika dibandingkan dengan mata pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia atau PPKn, nilai Matematika secara nasional memang cenderung lebih rendah.
Daerah Istimewa Yogyakarta di Puncak Nasional
Berdasarkan data resmi TKA SMA 2025, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menempati posisi teratas nasional untuk nilai rata-rata Matematika dengan skor 41,14.
Capaian ini terpaut cukup jauh dari rata-rata nasional dan menegaskan reputasi Yogyakarta sebagai salah satu pusat pendidikan terbaik di Indonesia.
Keberhasilan DIY tidak berdiri sendiri.
Provinsi ini juga mencatatkan nilai tinggi pada mata pelajaran lain seperti Bahasa Indonesia, PPKn, hingga Matematika Lanjut, yang merupakan mata pelajaran pendalaman bagi siswa dengan peminatan tertentu.
Dominasi Jawa dan Bali di Papan Atas
Selain Yogyakarta, sejumlah provinsi di Pulau Jawa dan Bali masih mendominasi peringkat atas. DKI Jakarta berada di posisi kedua dengan nilai 38,79, disusul Jawa Tengah (37,56) dan Bali (37,52).
Kepulauan Riau juga tampil cukup mengejutkan dengan nilai 37,12, menempatkannya di jajaran lima besar nasional.
Dominasi wilayah ini menunjukkan adanya korelasi antara akses pendidikan, infrastruktur sekolah, dan kualitas tenaga pengajar dengan capaian nilai Matematika siswa.
Posisi Kalimantan Timur di Tengah Peta Nasional
Di antara provinsi-provinsi tersebut, Kalimantan Timur mencatat nilai rata-rata Matematika 36,09, sama persis dengan Provinsi Riau.
Angka ini menempatkan Kaltim di peringkat ke-11 nasional, sekaligus berada tepat di garis rata-rata nasional.
Capaian ini menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran Matematika di Kalimantan Timur relatif kompetitif dibandingkan daerah lain di luar Pulau Jawa.
Jika dibandingkan dengan provinsi tetangga di Kalimantan, Kaltim masih unggul atas Kalimantan Tengah (34,73), Kalimantan Barat (34,64), dan Kalimantan Utara (34,65), meskipun sedikit di bawah Kalimantan Selatan (36,31).
15 Provinsi dengan Nilai Rata-rata Matematika Tertinggi
Berikut urutan 15 provinsi dengan nilai Matematika tertinggi pada TKA SMA 2025, disusun dari skor tertinggi ke terendah berdasarkan data resmi:
- DI Yogyakarta – 41,14
- DKI Jakarta – 38,79
- Jawa Tengah – 37,56
- Bali – 37,52
- Kepulauan Riau – 37,12
- Sumatera Barat – 36,92
- Jawa Timur – 36,77
- Bangka Belitung – 36,49
- Kalimantan Selatan – 36,31
- Riau – 36,09
- Kalimantan Timur – 36,09
- Jawa Barat – 36,06
- Sumatera Utara – 36,06
- Banten – 35,77
- Jambi – 35,41
Perbandingan dengan Mata Pelajaran Lain
Jika menilik mata pelajaran lain, capaian Matematika cenderung lebih rendah dibandingkan Bahasa Indonesia yang memiliki rata-rata nasional 55,38, maupun PPKn dengan rata-rata 60,91.
Sebaliknya, mata pelajaran Bahasa Inggris memiliki rata-rata nasional yang lebih rendah lagi, yakni 24,93, menjadikan Matematika bukan satu-satunya mapel dengan tantangan serius.
Untuk Kalimantan Timur, performa di mapel lain terbilang cukup stabil. Nilai Bahasa Indonesia Kaltim mencapai 57,06, lebih tinggi dari rata-rata nasional.
PPKn berada di angka 60,26, sementara Biologi mencatat 54,27. Namun, Matematika Lanjut Kaltim berada di angka 38,39, menunjukkan masih adanya ruang peningkatan pada jalur peminatan sains.
Data ini menjadi refleksi penting bagi dunia pendidikan nasional. Meski beberapa provinsi mampu mencatat nilai tinggi, secara umum penguasaan Matematika siswa SMA masih memerlukan perhatian serius, terutama di provinsi dengan nilai di bawah 35.
Bagi Kalimantan Timur, posisi di papan tengah nasional dapat menjadi modal awal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, terlebih dengan status daerah strategis nasional dan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Peningkatan kompetensi guru, penguatan literasi numerasi, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran menjadi kunci untuk mendongkrak capaian di tahun-tahun mendatang.

