10 Kasus Pembunuhan Terheboh Sepanjang 2025, Kasus Diplomat Arya Daru Masih Gelap

Ringkasan Berita:

  • Kasus pembunuhan disertai mutilasi, pembunuhan jurnalis, diplomat hingga mahasiswi jadi sorotan publik sepanjang tahun 2025.
  • Perempuan di Kediri bernama Uswatun Hasanah dimutilasi pria beristri karena cemburu.
  • Pelaku pembunuhan diplomat Kemlu, Arya Daru masih misterius.
  • Mahasiswi di Makassar dibunuh polisi muda untuk menutupi aib perselingkuhan.

 

Bacaan Lainnya

– Sepanjang tahun 2025 terdapat sederet kasus pembunuhan di sejumlah daerah di Indonesia.

Dari deretan kasus pembunuhan tersebut, ada 10 kasus pembunuhan paling heboh.

Kasus-kasus pembunuhan tragis itu menjadi sorotan dan menyedot perhatian publik.

Kasus pembunuhan paling heboh pada 2025 tersebut mulai dari mutilasi jasad seorang perempuan di Kediri bernama Uswatun Hasanah, kasus pembunuhan jurnalis, anak tega menghabisi ibu kandung hingga polisi muda cekik mahasiswi hingga tewas.

Berikut rangkuman kasus-kasus pembunuhan tragis sepanjang tahun 2025 dari Januari hingga Desember, dikutip dari berbagai sumber pemberitaan grup Tribun Network:

1. Mutilasi Uswatun Hasanah di Kediri

Uswatun Hasanan (29) ditemukan tewas dalam koper besar di tumpukan sampah di Desa Dadapan, Kecamatan Kendal, Ngawi, Kamis (23/1/2025).

Penemuan ini dilaporkan Yusuf Ali, warga setempat, yang membuka koper tersebut. Mayat tersebut tanpa kepala dan dua kakinya.

Melansir Tribun Jatim, pembunuhan bermula saat terjadi cekcok antara korban dan seorang pria bernama Rochmat Tri Hartanto atau Antok (33).

Uswatun Hasanah dan Antok memiliki hubungan asmara (pacaran) terlarang selama tiga tahun, meskipun Antok sudah menikah dan memiliki istri sah serta dua anak.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di sebuah hotel di Kediri, Jawa Timur pada Minggu (19/1/2025).

Jasad korban dimutilasi oleh pelaku lalu dibuang dengan bantuan kerabat pelaku untuk menghilangkan jejak. Pelaku bahkan sempat menjual mobil milik korban setelah melakukan aksinya. 

Peristiwan bermula ketika korban dan pelaku check in di sebuah hotel Kota Kediri pada Minggu (19/1/2025) malam.

Keduanya cekcok di kamar hotel. Pelaku mencekik korban hingga tewas.

Setelah meninggal dunia, pelaku merasa kebingungan dan mulai berpikir untuk membuang dari mayat yang sudah dibunuh.

Pelaku kemudian mencari koper, plastik, lakban dan pisau di luar hotel. 

Kemudian, pada 20 Januari 2025 dini hari, pelaku memutilasi jasad korban menjadi beberapa bagian.

“Karena awalnya korban akan dimasukkan utuh di koper. Tapi karena tidak cukup, jadi mutilasi,” kata Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Farman saat rilis di Polda Jatim, Senin (27/1/2025).

Motif utama pembunuhan dan mutilasi Uswatun Hasanah adalah sakit hati dan cemburu yang dialami oleh pelaku, Rohmat Trihartanto alias Antok. 

2. Pembunuhan jurnalis Juwita di Banjarbaru

Juwita (25) seorang jurnalis media online ditemukan tewas tergeletak tdi tepi jalan kawasan Gunung Kupang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (22/3/2025).

Awalnya dia dikira korban kecelakaan lalu lintas. Namun sejumlah kejanggalan ditemukan, seperti adanya luka lebam dsb.

Setelah dilakukan penyidikan, okum anggota Lanal Balikpapan, Kelasi Satu Jumran (22) terlibat dalam pembunuhan gadis tersebut.

Pelaku dan korban memiliki hubungan dekat sebagai sepasang kekasih. Bahkan teman dan keluarga korban sudah mengonfirmasi bahwa keduanya tidak lama lagi akan menikah.

“Mereka berpacaran dan informasinya akan menikah dalam waktu dekat,” ungkap Devi rekan kerja Juwita, dikutip dari Banjarmasinpost.co.id. 

Saat dikonfirmasi soal status antara pelaku dan korban, pihak keluarga Juwita membenarkan bahwa hubungan keduanya memang berpacaran.

Anggota TNI AL, Kelasi I Jumran, yang merupakan tersangka pembunuhan divonis penjara seumur hidup.

Jumran dinyatakan bersalah karena sengaja menghilangkan nyawa kekasihnya, Juwita.

Selain penjara seumur hidup, Jumran juga dipecat sebagai anggota TNI AL.

Keputusan tersebut berdasarkan sidang yang digelar di Pengadilan Militer (Dilmil) I-06 Banjarmasin di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Senin (16/6/2025).

3. Pembunuhan Brigadir Nurhadi di Bali

Anggota Paminal Bidpropam Polda NTB Brigadir Muhammad Nurhadi yang ditemukan tidak bernyawa di dasar kolam renang salah satu vila di Gili Trawangan pada Rabu (16/4/2025).

Polisi mengungkap kronologi penemuan jasad Brigadir Nurhadi.

Awalnya Brigadir Nurhadi bersantai di area hotel dan kemudian berenang sendirian.

Brigadir Nurhadi pergi ke hotel tersebut menemani atasannya, Kompol I Made Yogi Purusa Pejabat sementara (PS) Kasubdit Paminal Bidpropam Polda NTB.

Ada satu lagi perwira Polda NTB yang ikut saat itu yaitu, Ipda Aris Candra.

Tak lama, atasannya, Kompol Yogi menemukan Brigadir Nurhadi berada di dasar kolam.

Kepanikan terjadi, dan Ipda Aris segera memanggil pihak hotel untuk meminta pertolongan. 

Tim medis dari Klinik Warna di Gili Trawangan datang dan melakukan berbagai upaya penyelamatan, termasuk resusitasi jantung paru (RJP), pemasangan infus, pemberian epinephrin, serta penggunaan alat kejut jantung (AED).

Namun, seluruh upaya tersebut tidak berhasil. Brigadir Nurhadi dinyatakan meninggal dunia setelah hasil EKG menunjukkan tidak adanya detak jantung.

Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Belakangan terungkap bahwa Brigadir Nurhadi sengaja dibunuh oleh atasannya.

Motif utama pembunuhan Brigadir Nurhadi karena cemburu dan rasa tersinggung akibat korban menggoda atau merayu teman wanita Kompol Yogi.

Kompol I Made Yogi Putusan Utama alias IMYPU dan Ipda Aris Candra alias AC dipecat tidak dengan hormat (PTDH) dalam sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) di ruang sidang Bidang Propam Polda NTB, Selasa (27/5).

Keduanya terbukti melanggar Pasal 11 ayat (2) huruf b dan Pasal 13 huruf e dan f Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri.

4. Pembunuhan Arya Daru Diplomat Kemlu di Jakarta

Diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan (39) ditemukan tewas dengan kepala terlilit lakban di kamar kosnya di kawasan Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025).

Hingga saat ini kasus tewasnya Arya Daru masih menjadi misteri yang belum menemukan titik terang.

Polisi belum menetapkan seorang pun tersangka meski sudah lima bulan berlalu.

Kabar terakhir ada sosok Vara Dwikhandini teman kantor Arya Daru, jadi sorotan karena dia bersama korban beberapa jam sebelum korban ditemukan tewas di kamar kos.

Vara merupakan istri dari seorang perwira TNI.

Pengacara keluarga Arya Daru mengungkap Vara Dwikhandini dan Arya Daru pernah check in hingga 24 kali di sejumlah hotel.

Nicholay Aprilindo mengaku informasi itu terkuak dalam audiensi bersama penyidik Polda Metro Jaya.

Sejumlah saksi yang dihadirkan seperti resepsionis hingga perwakilan dari platform sewa hotel memberikan keterangan bahwa Arya Daru dan Vara atau keduanya pernah memesan hotel 24 kali.

Dari keterangan saksi juga mengiyakan, Arya dan Vara sama-sama berada di hotel wilayah Jakarta yang dibookingnya.

Nicholay menyebut belum ada bukti kuat keduanya melakukan perbuatan asusila.

Kecurigaan terhadap hubungan Arya Daru dan Vara terungkap saat keduanya kepergok bersama di Mal Grand Indonesia (GI).

Vara disebut menemani Arya Daru berbelanja bersama seorang lainnya bernama Dion. 

Ketiganya berada di mal tersebut pada Senin, 7 Juli 2025, sehari sebelum Arya Daru ditemukan meninggal dunia.

Tak hanya itu, Vara dan Arya Daru juga sempat makan siang bersama di suatu tempat sebelum berangkat ke GI.

5. Pembunuhan Diva Anggota Paskibra di Mandailing Natal

Seorang siswi kelas X SMA Negeri 1 Natal, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, Diva Febriani (15) ditemukan terkubur di areal perkebunan sawit di Desa Taluk, Kecamatan Natal, Mandailing Natal, Kamis (31/7/2025) petang.

Sebelum ditemukan tewas, korban yang tercatat sebagai warga Desa Sikarakara IV, Natal, ini sempat dikabarkan hilang setelah tak kunjung pulang ke rumah setelah mengikuti latihan Paskibra di sekolahnya pada Selasa (29/7/2025).

Saat itu korban pamit kepada orang tuanya mengikuti latihan Paskibraka untuk persiapan HUT RI ke-80

Hilangnya korban pun sempat viral di media sosial.

Keluarga dibantu warga dan aparat pun melakukan pencarian selama tiga hari hingga akhirnya korban ditemukan warga yang sedang bekerja di kolam penampungan air di areal perkebunan sawit Desa Taluk.

Saat ditemukan, tubuh korban tertimbun tanah, dengan bagian kepalanya ditutupi ember.

Selain itu, tubuh korban dalam kondisi tanpa busana saat ditemukan Kamis petang.

Pelaku pembunuhan adalah Yunus Saputra (25), pria yang tinggal di desa yang sama dengan korban. 

Ia sempat berpura-pura ikut membantu pencarian Diva untuk mengelabui warga dan aparat.

Yunus ditangkap tanpa perlawanan di rumah iparnya di Desa Bonda Kase pada Jumat, 1 Agustus 2025. 

Ia kemudian diamankan ke Polres Mandailing Natal.

Berdasarkan pengakuan awal, pelaku ingin merampas motor korban dan mencabulinya. 

6. Pembunuhan Direktur Media Online di Pangkalpinang

Direktur salah satu media online di Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Aditya Warman (43) ditemukan tewas di dalam sumur pondok kebunnya di daerah Dealova Kelurahan Air Kepala Tujuh Kota Pangkalpinang pada Jumat (8/8/2025) siang.

Penemuan jasad Aditya bermula dari laporan keluarga korban yang kehilangan kontak dengan Aditya sejak Kamis (7/8/2025).

Terakhir Adit sempat berpamitan kepada istrinya untuk pergi ke kebun dan akan ada pertemuan dengan tamu dari pihak hotel.

Adit ketika berada di kebun ditemani Hasan Basri, seorang penjaga kebun.

Keluarga korban kemudian melapor hilangnya Adit ke Polda Bangka Belitung.

Jasad korban ditemukan pertama kali oleh menantu Adit setelah memasukkan batang bambu ke dalam sumur.

Tim Jatanras Polda Bangka Belitung dan Polda Sumatera Selatan berhasil menangkap Hasan Basri warga Kabupaten Ogan Kemering Ulu (OKU) Selatan, di Palembang, Senin (11/8/2025) siang.

Sebelumnya, polisi telah lebih dahulu menangkap teman Hasan Basri yakni Martin (34) warga Kabupaten Ogan Kemering (OKI) saat kabur membawa mobil korban di jalan lintas OKI-Lampung. 

“Motifnya kasus ini sampai terjadi, yaitu motif ekonomi yaitu judi online. Jadi pelaku pecandu judi online, lalu berpikir cara mendapatkan uang secara cepat dan sasaran pelaku mobil korban,” beber Ditreskrimum Polda Bangka Belitung (Babel), Kombes Pol Muhammad Rivai Arvan di hadapan wartawan saat menggelar konferensi pers di Mapolda Bangka Belitung, Rabu (13/8/2025).

Hasan dan Martin menghabisi korban dengan cara memukul balok kayu ke bagian kepala korban.

Korban yang tersungkur tak berdaya kemudian dibuang ke dalam sumur di samping pondok kebun.

Kedua pelaku kemudian membawa kabur mobil Daihatsu Terios warna putih milik korban ke luar pulau Bangka menuju wilayah OKI Sumsel – Lampung.

7. Pembunuhan Kacab Bank di Jakarta Pusat

Mohamad Ilham Pradipta (37) kepala cabang bank BUMN di Jakarta Pusat ditemukan tewas di persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, 

Kamis (21/8/2025) pukul 05.30 WIB.

Kapolsek Serang Baru, AKP Hotma Sitompul, menyebut kondisi korban mengenaskan, yakni tangan dan kaki terikat, mata dililit lakban, serta tubuh penuh luka lebam.

Warga yang menemukan jasad segera melapor ke aparat desa dan kepolisian setempat.

Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap empat pelaku.

Mereka berinisial AT, RS, RAH, dan RW.

AT, RS, dan RAH ditangkap di kawasan Johar Baru, Jakarta Pusat.

Sementara RW ditangkap di sebuah bandara di Nusa Tenggara Timur saat berusaha melarikan diri.

Dari hasil penyelidikan, Dwi Hartono yang dikenal sebagai pengusaha disebut sebagai otak di balik aksi keji ini.

Dwi Hartono diduga sakit hati lantaran upayanya melakukan pinjaman atau kredit fiktif sebesar Rp13 miliar diketahui oleh Ilham Pradipta.

Ilham Pradipta mencoret klausul peminjaman tersebut. Dwi Hartono kemudian menyusun rencana untuk menghabisi nyawa mantan penyiar radio tersebut.

Sang dalang membayar jasa debt collector untuk menculik Ilham Pradipta.

Jumlah pelaku bertambah. 15 orang sudah ditangkap dan jadi tersangka kasus penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank BUMN di Jakarta, Mohamad Ilham Pradipta (37).

Ada empat klaster atau kelompok yang terlibat dalam aksi kejahatan menewaskan Ilham Pradipta. Pertama klaster aktor intelektual, kedua klaster yang membuntuti, ketiga klaster yang menculik.

8. Anak Bunuh Ibu Kandung Pakai Cobek di Bengkulu

Remaja putri di Bengkulu berinisial NR (18) tega membunuh ibu kandungnya sendiri, YT (49).

NR membunuh ibu kandungnya dengan menggunakan ulekan cobek.

Ia kemudian melakukan penusukan terhadap korban menggunakan pisau dapur.

Akibat peristiwa ini, YT meninggal dunia di lokasi kejadian.

Peristiwa pembunuhan ini terjadi di rumah korban dan pelaku yang beralamat di Jalan Manggis 1, Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, Sabtu (2/8/2025).

Tepatnya sekitar pukul 13.00 WIB, korban sedang melaksanakan salat Dzuhur di rumah.

Anaknya kemudian melakukan pemukulan menggunakan batu ulekan cobek.

Setelah korban tersungkur, terduga pelaku kemudian menusuk korban menggunakan pisau dapur.

Korban diduga tewas di tempat.

Usai melakukan aksinya, terduga pelaku keluar rumah dan berlari ke rumah salah satu tetangganya.

Di sana, ia menceritakan kepada dua tetangganya bahwa telah membunuh ibu kandungnya.

Ia juga membawa kedua adiknya untuk dititipkan kepada tetangganya dan meminta mereka menjaga adik-adiknya.

“Dia (terduga pelaku) datang ke rumah dan menyampaikan jika dirinya sudah membunuh ibunya,” ungkap Ice, salah satu tetangga korban, Sabtu (2/8/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.

Mengetahui kejadian tersebut, warga segera melaporkannya ke pihak Kepolisian Sektor Gading Cempaka.

“Korban tadi mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuhnya,” ungkap Yuli, salah satu tetangga korban, Sabtu (2/8/2025) sekitar pukul 15.30 WIB.

Tim gabungan Resmob Macan Gading Polresta Bengkulu dan Tim Opsnal Polsek Gading Cempaka segera tiba di lokasi kejadian.

Polisi langsung mengamankan terduga pelaku yang merupakan anak kandung korban.

Pelaku kemudian dibawa ke Polresta Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Nia memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan baru pulang dari Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) pada Rabu (30/7/2025).

NR mengaku tengah kesurupan saat menghabisi nyawa ibunya menggunakan batu ulekan cobek

9. Anak SD Tikam Ibu Kandung di Medan

Insiden pembunuhan yang terjadi di sebuah rumah di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara berakhir tragis.

Seorang ibu bernama Faizah Soraya (42) meregang nyawa di tangan putri kandungnya sendiri yang masih duduk di bangku kelas 6 SD pada Rabu (10/12/2025).

Peristiwa tragis terjadi sekitar pukul 05.00 WIB saat korban masih tidur di tempat tidur. 

SAS (12) putri kedua Faizah Soraya diduga menjadi pelaku pembunuhan.

Dugaan sementara SAS tega melakukan perbuatan keji itu karena ibunya sering memarahi kakaknya.

Ia memiliki seorang kakak yang kini sudah masuk SMA.

Menurut keterangan seorang tetangga rumah, Faizah Soraya dan keluarganya telah lama tinggal di kawasan Jalan Dwikora.

Korban ditemukan oleh anak pertamanya di dalam kamar tidur yang sudah tergeletak diatas kasur, sekitar pukul 05.00 WIB.

“Anaknya tersebut berteriak meminta pertolongan. Mendengar adanya suara tersebut, Suami korban pun segera turun dari kamar tidur dari lantai dua,” ucap  seorang warga yang ditemui Tribun Medan, Rabu (10/12/2025).

Suami korban melihat istrinya sudah terkapar di tempat tidur langsung menelepon pihak rumah sakit Colombia.

Setibanya dirumah korban, seorang dokter langsung mengecek kondisi korban, namun nyawa korban sudah tidak tertolong.

Pada malam sebelum kejadian, Faizah diketahui tidur bersama anak-anaknya di lantai satu rumah, sementara sang suami berada di lantai dua.

Keluarga korban masih meragukan pelakunya SAS karena dia masih SD dan merupakan siswa berprestasi.

Polisi tidak hanya memeriksa terduga pelaku, tetapi juga melakukan pemeriksaan mendalam terhadap ayah dan kakak kandung terduga pelaku.

10. Polisi muda bunuh Mahasiswi di Banjarmasin

Polisi muda di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Bripda Seili (20), membunuh mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Zahra Dilla (20).

Motif pembunuhan ini diduga karena cinta segitia, Bripda Seili telah memiliki calon istri, namun kemudian menjalin hubungan dengan Zahra.

Takut calon istri tahu, polisi muda ini memilih untuk menghilangkan nyawa mahasiswi ULM tersebut dengan cara membunuhnya.

Zahra Dilla ditemukan tewas tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di dalam selokan kawasan Simpang Empat Sungai Andai, Banjarmasin, Rabu (24/12/2025) pagi.

Tragedi ini pertama kali terungkap secara tak sengaja oleh petugas kebersihan Dinas PUPR Kota Banjarmasin.

Pagi itu, suasana kerja yang tenang mendadak berubah menjadi mencekam saat petugas hendak mengambil air untuk mengasah alat kerja mereka.

Rahmat, salah satu saksi di lokasi, menceritakan kengerian saat dirinya membuka tutup drainase tersebut.

“Pas masuk ke situ, kami itu mau mengasah arit, mengambil banyu di selokan. Jadi kami buka tutup, ada kaki manusia.”

“Lalu kata kawan-kawan, tunggu polisi dulu,” ujar Rahmat dengan nada gemetar.

Sadar ada yang tidak beres, ia langsung melaporkan temuannya ke warga dan pihak berwajib.

“Lalu dari tempat kejadian itu, setelah melihat mayat itu, langsung saya mengabarkan dengan orang sebelah,” tambahnya.

Kurang dari 24 jam sejak jasad ditemukan, tim Polresta Banjarmasin berhasil mengamankan terduga pelaku adalah polisi muda di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Bripda Seili (20).

Polisi menyebut, motif pembunuhan mahasiswi ULM yakni pelaku panik karena takut perbuatannya terungkap.

“Dari hasil pemeriksaan, keduanya sempat melakukan hubungan badan. Setelah itu korban menyampaikan niat untuk memberitahu calon istri pelaku, sehingga pelaku merasa tertekan dan panik,” kata Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Adam Erwindi, saat menggelar Press release, di Mapolresta Banjarmasin, Jumat (26/12/2025).

Dalam kondisi emosi, pelaku kemudian mencekik korban hingga tak sadarkan diri.

Setelah memastikan korban meninggal dunia, pelaku berusaha menghilangkan jejak dengan membuang jasad korban di selokan kawasan Simpang Empat Sungaiandai, Banjarmasin. 

(/Tribunjatim.com/Banjarmasinpost.co.id/Tribunmedan.com/Tribunbali.com/Tribunbengkulu.com/Tribunnews.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *