Waspada superflu, kenali penyebab dan gejalanya!

, JAKARTA – Kasus flu saat ini semakin tinggi di seluruh penjuru dunia. Namun, penyakit ini kerap diabaikan, dianggap seperti batuk pilek biasa padahal saat ini flu sudah banyak bermutasi sehingga dapat lebih menular dan bahkan mematikan untuk kelompok rentan.

Salah satu yang tercatat mengalami peningkatan kasus adalah influenza A varian H3N2 Subclade K atau yang dikenal sebagai Superflu di sejumlah negara besar dan negara bagian di dunia. 

Bacaan Lainnya

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Nastiti Kaswandani, menjelaskan bahwa flu tidak bisa dianggap sepele seperti batuk pilek biasa, terutama Superflu. 

Superflu bersumber dari cabang baru virus influenza, H3N2 atau yang sudah dikenal dengan sebutan subklade K. Flu ini sedang mendominasi infeksi flu di beberapa negara, termasuk Inggris, Jepang, dan sebagian Eropa.

Di Eropa, subklade K pertama kali terdeteksi di Norwegia, diikuti oleh Inggris, di mana musim influenza dimulai 4–5 minggu lebih awal dari biasanya. 

Kasus flu yang lebih awal ini juga terlihat di Jepang, di mana tingkat flu H3N2 sekarang mencapai puncaknya, dan mungkin akan segera mulai menurun. 

Namun, di Indonesia, Nastiti menjelaskan bahwa dengan cuaca yang beriklim tropis, influenza bisa menyebar sepanjang tahun tanpa kenal musim. 

“Oleh karena itu, di musim liburan ini, terutama bagi yang mau mencari musim dingin ke negara-negara tersebut perlu lebih berhati-hati dan menjaga diri,” ungkapnya dalam Media Briefing secara daring, Senin (29/12/2025). 

Nastiti menjelaskan, saat ini virus tersebut belum terdeteksi di Indonesia, dan meskipun subklade K secara genetik berbeda dari virus influenza lainnya yang saat ini beredar bersamaan, virus tetap terkait erat dengan virus flu musiman yang telah kita alami berkali-kali sebelumnya, sehingga masyarakat tidak perlu terlalu khawatir. 

“H3N2 juga bukan virus baru, sudah beredar berpuluh-puluh tahun, jadi kita tidak perlu khawatir,” tegasnya. 

Gejala Superflu

Berbeda dengan batuk pilek biasa atau yang disebut dengan selesma, Superflu bisa menimbulkan gejala yang mirip dengan influenza A dan bisa terjadi ringan hingga berat. 

Adapun, gejala yang timbul meliputi:

• Demam tinggi

• Kelelahan berat

• Nyeri otot

• Pilek

• Hidung tersumbat

• Menggigil 

• Nyeri tenggorokan

“Jadi ini berbeda dengan batuk pilek biasa. Kalau selesma mungkin Anda masih bisa beraktivitas. Tapi, kalau sudah demam, nyeri otot sampai tidak bisa masuk kerja, sampai tidak bisa bangun dari tempat tidur, kemungkinan besar itu influenza. Dalam kasus yang parah bisa membuat seseorang harus dirawat di rumah sakit,” terang Nastiti. 

Pencegahan Superflu

Agar bisa mencegah penularan Superflu, Nastiti menganjurkan pertama untuk memastikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan rajin mencuci tangan dan menjaga kebersihan. 

Selain itu, bisa meningkatkan imunitas tubuh dengan menghindari polusi dan makan makanan yang bergizi, penuhi kebutuhan serat dan vitamin dengan makan sayur dan buah. 

Tak ketinggalan, untuk melengkapi vaksinasi influenza yang bisa didapatkan semua usia, dari bayi hingga orang dewasa. 

Adapun, jadwal pemberian vaksin influenza untuk bayi bisa dimulai sejak usia 6 bulan sampai 8 tahun, dengan pemberian 2 dosis dengan jeda 4 minggu. 

Selanjutnya, bagi yang berusia 9 tahun ke atas bisa mendapatkan vaksinasi influenza sebanyak 1 dosis yang diulang setiap tahun.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *