Warga SBD Pasang Pohon Natal di Lapangan Galatama

Persiapan Natal di Sumba Barat Daya

Di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), suasana Natal mulai terasa. Umat Kristiani di wilayah ini mulai membangun ornamen Natal di rumah masing-masing maupun di ruang publik. Seperti yang terlihat pada Jumat (12/12/2025), masyarakat Kota Tambolaka hingga km 9 Wewewa Timur mulai membersihkan halaman rumah dan membangun pohon Natal.

Masyarakat juga mulai menata taman Galatama Tambolaka, Sumba Barat Daya. Pohon-pohon Natal dilengkapi dengan lampu-lampu yang menghias wajah Kota Tambolaka, Sumba Barat. Hal ini menjadi tindak lanjut dari permintaan Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonnu, agar umat kristiani menjadikan Natal 2025 sebagai momentum wisata rohani.

Bacaan Lainnya

Bupati optimis perayaan Natal berjalan aman dan damai. Untuk itu, ia meminta masyarakat Sumba Barat Daya mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Natal 2025.

Lomba Hias Pohon Natal

Sejumlah pohon Natal dari peserta lomba hias pohon Natal tingkat provinsi NTT mulai terpasang di ruas jalan El Tari Kupang, Sabtu (29/11/2025) malam. Pohon Natal ini dirangkai dan dipasang sejak dua hari lalu, mulai dari depan Kantor Gubernur NTT hingga alun-alun rumah jabatan gubernur.

Pohon Natal yang dirangkai ini terdiri dari bahan-bahan daur ulang maupun dari bahan-bahan yang sangat mudah ditemui, seperti botol bekas air mineral, kantong plastik, ban bekas, hingga buah lontar yang disulap menjadi pohon Natal.

Sampah Daur Ulang Menjadi Pohon Natal

Dalam pantauan reporter, sejumlah pohon Natal yang dipajangkan berasal dari instansi pemerintahan lingkup Provinsi NTT hingga gereja-gereja pun turut meramaikan lomba ini. Ada pohon Natal yang sudah mencapai proses pengerjaan 100 persen maupun ada pula yang dalam proses pengerjaan dari tahap awal.

Para peserta yang sangat sibuk untuk menempatkan pohon Natal pada lokasi, menghiasnya dengan pernak-pernik hingga menerangi dengan lampu-lampu pohon Natal agar membuat pohon Natal itu menjadi bercahaya dan menjadi daya tarik bagi siapa saja yang melihatnya.

Pemasangan pohon Natal ini juga menarik perhatian para pengendara yang melewati ruas jalan El Tari. Bahkan ada pula yang memperlambat kendaraannya agar bisa mengamati pohon-pohon Natal tersebut.

Penggunaan Listrik untuk Pohon Natal

Pada hari ini, sesuai dengan keterangan yang disampaikan oleh Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Doris Alexander Rihi bahwa pasokan listrik sudah dapat digunakan untuk kebutuhan listrik dari pohon Natal tersebut.

Salah satu peserta lomba hias pohon Natal dari Gereja GMIT Petra Oepoi terlihat mulai memasang pohon Natalnya tepat di depan Kantor Kejaksaan Tinggi NTT. Pohon Natal yang terbuat dari bahan kantong plastik berwarna putih ini dihiasi dengan lampu warna-warni hingga ornamen Natal yang terbuat dari bahan plastik lainnya.

Proses Pembuatan Pohon Natal

Ketua Panitia Perayaan Gereja GMIT Petra Oepoi, Marlon Henuk saat ditemui reporter di sela-sela memasang hiasan pada pohon Natal menjelaskan terkait ide hingga proses pembuatan pohon Natal tersebut. Ia juga menyampaikan bahwa ia bersama para Jemaat Gereja GMIT Petra Oepoi yang berkisaran 50 sampai 60 orang yang tergabung dalam panitia untuk membuat pohon Natal ini mengaku bahwa fokus mereka yakni membuat pohon Natal dari bahan-bahan daur ulang yang tidak terpakai.

Marlon menambahkan proses pengerjaan pohon Natal itu dari tanggal 16 November hingga sampai saat ini, dari proses perancangan hingga proses pengerjaan dilakukan dalam waktu dua minggu. Kendala yang dihadapinya dalam proses pengerjaan pohon Natal ini menurutnya juga cukup banyak dari waktu yang dimiliki oleh para panitia dan jemaat yang membantu proses pengerjaan hingga cuaca yang sangat berpengaruh.

Transportasi Pohon Natal

Marlon juga menceritakan terkait proses untuk membawa pohon Natal tersebut dari gereja hingga lokasi lomba yang ada di ruas jalan El Tari. Biasanya, untuk pohon Natal itu diangkut atau dibawa menggunakan kendaraan pick-up namun karena ukurannya cukup besar, para jemaat GMIT Petra Oepoi melakukan pemasangan roda dorong di bagian bawah pohon Natal agar bisa memudahkan proses pemindahan pohon Natal tersebut dengan cara berjalan kaki ke lokasi tempat dimana pohon itu diletakkan sembari mendorongnya.

Selain kantong plastik bekas yang digunakan untuk pohon Natal, ornamen-ornamen Natal pelengkap juga terbuat dari barang bekas seperti ban bekas, sisa pohon lontar, kayu bekas yang tak terpakai hingga helm bekas pun diubah menjadi ornamen Natal yang indah.

“Kami menggunakan kantong plastik bekas, ban bekas, sisa-sisa pohon lontar, galon bekas dan helm bekas menjadi santa klaus, rusa yang kami buat itu dari packing barang RB, jadi bahan dasar bekas yang kami sangat bervariatif,” katanya.

Harapan untuk Perayaan Natal

Ia menyampaikan sejauh ini sudah 70 persen dari pemasangan pohon Natal yang akan dilibatkan dalam lomba hias pohon Natal. Marlon juga menyampaikan agar perayaan Natal tahun ini lebih meriah dan berhikmat karena dihiasi oleh pohon Natal.

“Harapannya adalah sampah-sampah yang terbuang dapat didaur ulang menjadi sesuatu yang bermanfaat dan perayaan Natal tahun ini akan lebih meriah dan berhikmat karena dihiasi pohon Natal,” tambahnya.

Diperkirakan ada 94 pohon Natal yang tersebar di sepanjang jalan El Tari serta menjadi peserta dalam lomba hias pohon Natal tingkat Provinsi NTT.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *