Ringkasan Berita:
- Puluhan tenant dari berbagai daerah hadir membawa ragam menu khas Pecinan yang dikemas halal
- Festival Kuliner Jakarta Pecinan Halal yang digelar di pelataran Citimall Gorontalo, Jumat (19/12/2025).
- Festival kuliner ini mulai digelar sejak 17 Desember 2025 dan dijadwalkan berlangsung hingga 21 Desember 2025.
, Gorontalo —Hujan yang turun sejak sore tidak menyurutkan langkah warga untuk mendatangi Festival Kuliner Jakarta Pecinan Halal yang digelar di pelataran Citimall Gorontalo, Jumat (19/12/2025).
Sejak dibuka, kawasan pusat perbelanjaan itu berubah menjadi ruang berkumpul masyarakat yang ingin mencicipi beragam makanan viral yang selama ini hanya mereka lihat di layar ponsel.
Festival kuliner ini mulai digelar sejak 17 Desember 2025 dan dijadwalkan berlangsung hingga 21 Desember 2025.
Puluhan tenant dari berbagai daerah hadir membawa ragam menu khas Pecinan yang dikemas halal, mulai dari jajanan ringan hingga makanan berat yang populer di kota-kota besar.
Pantauan awak media di lapangan, pengunjung terus berdatangan hingga malam hari.
Antrean terlihat di sejumlah stan favorit, terutama pada tenant minuman segar dan jajanan manis.
Salah satu pengunjung, Ni Luh Putu Krisdiana Yanti, warga asal Bali yang saat ini ikut suami bertugas di Kota Gorontalo, mengatakan dirinya baru menyempatkan datang ke festival tersebut pada hari ini.
Meski cuaca kurang bersahabat, rasa penasaran membuatnya tetap datang.
“Saya baru datang hari ini. Kebetulan penasaran karena banyak makanan yang biasanya cuma lihat di online,” ujarnya.
Ia datang bersama teman-temannya dan berkeliling dari satu stan ke stan lain.
Menurutnya, festival ini memberi pengalaman berbeda karena menghadirkan banyak pilihan makanan dalam satu lokasi.
“Kita bisa coba satu per satu. Ada yang manis, ada juga yang segar,” katanya.
Ni Luh Putu mengaku sudah mencicipi beberapa menu yang selama ini viral di media sosial, seperti minuman es longan dan camilan manis yang banyak direkomendasikan warganet.
Dia menilai festival semacam ini memberi alternatif hiburan sekaligus kuliner bagi warga Gorontalo.
“Biasanya cuma lihat di TikTok, sekarang bisa langsung dicoba di sini,” ujarnya.
Selain pengunjung dari luar daerah, festival ini juga ramai dipadati anak-anak muda lokal.
Mereka datang berkelompok, menjadikan festival kuliner ini sebagai tempat berkumpul sekaligus berburu jajanan kekinian.
Wahyu, pemuda asal Isimu, Kabupaten Gorontalo, mengaku mengetahui festival ini dari media sosial.
Ia datang bersama teman-temannya untuk merasakan langsung suasana dan cita rasa makanan yang sedang tren.
“Banyak makanan yang jarang ada di Gorontalo. Jadi penasaran,” katanya.
Hal senada disampaikan Frangki, pengunjung asal Malalayang, Sulawesi Utara.
Ia datang bersama Agum dari Minahasa Selatan, Nicky dari Kotamobagu, Sulawesi Utara, serta Hafid dari Bone Bolango.
Mereka mengaku sengaja datang meski hujan karena ingin mencoba makanan yang tengah ramai dibicarakan.
“Walaupun hujan, tetap seru. Bisa nongkrong sambil coba-coba makanan,” ujar Frangki.
Menurut mereka, festival ini tidak hanya menawarkan soal rasa, tetapi juga suasana.
Keramaian, lampu-lampu stan, serta aroma makanan membuat pengunjung betah berlama-lama di area festival.
Festival Kuliner Jakarta Pecinan Halal ini menghadirkan sekitar 48 tenant yang menyajikan beragam menu.
Konsep halal menjadi daya tarik tersendiri, sehingga pengunjung merasa nyaman mencicipi seluruh makanan yang tersedia.
Sejumlah pelaku usaha kuliner terlihat sibuk melayani pembeli.
Beberapa stan bahkan nyaris tidak sepi dari antrean hingga malam hari. Kondisi ini menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap kegiatan kuliner berskala nasional yang digelar di Gorontalo.
Banyak pengunjung berharap festival seperti ini bisa kembali digelar di lain waktu.
Selain memperkaya pilihan kuliner, kegiatan ini juga menjadi ruang hiburan baru yang menyatukan warga dari berbagai latar belakang.(*/Jefri)







