Waktu Sholat Dhuha: Niat, Tata Cara, dan Artinya

Waktu dan Tata Cara Sholat Dhuha yang Benar

Sholat dhuha adalah salah satu bentuk ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Namun, banyak umat Muslim masih bingung mengenai waktu pelaksanaannya. Pertanyaan seperti “sampai jam berapa sholat dhuha bisa dilakukan?” sering muncul dalam benak kita.

Menurut pandangan para ulama, waktu sholat dhuha dimulai sejak matahari terbit hingga mendekati waktu dzuhur. Secara umum, sholat dhuha dapat dilakukan mulai dari pukul 6 atau 7 pagi hingga pukul 11 atau sekitar 15 menit sebelum waktu dzuhur. Namun, pendapat para ulama berbeda-beda mengenai batas awal dan akhirnya.

Bacaan Lainnya

Pendapat Ulama Mengenai Waktu Sholat Dhuha

Beberapa ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa sholat dhuha dimulai tepat setelah terbitnya matahari. Namun, dianjurkan untuk menunda pelaksanaannya sampai matahari setinggi tombak. Pendapat ini diriwayatkan oleh An Nawawi dalam kitab Ar-Raudhah.

Sebagian ulama Syafi’iyah lainnya berpendapat bahwa sholat dhuha dimulai ketika matahari sudah setinggi kurang lebih satu tombak. Pendapat ini ditegaskan oleh Ar Rofi’i dan Ibn Rif’ah. Menurut Imam Al-Albani, satu tombak setara dengan 2 meter dalam standar ukuran sekarang. Jika diukur dengan waktu, matahari pada posisi setinggi satu tombak biasanya terjadi sekitar 15 menit setelah terbit.

Batas akhir waktu sholat dhuha adalah sebelum waktu larangan shalat, yaitu ketika bayangan benda sudah lurus dengan bendanya, tidak condong ke barat maupun timur. Untuk menentukan batas akhir waktu dhuha, Anda bisa memperhatikan bayangan benda. Selama bayangan masih condong ke arah barat, meskipun sedikit, waktu dhuha masih ada. Ketika bayangan benda lurus dengan bendanya, waktu shalat dhuha telah habis.

Jadwal Sholat Dhuha

Saat ini, banyak kalender yang menyertakan jadwal shalat yang diterbitkan oleh Departemen Agama atau Tarjih Muhammadiyah, termasuk beberapa kampus Islam. Anda bisa melihat waktu terbit matahari dan waktu dzuhur untuk menentukan batas waktu sholat dhuha:

  • Batas awal waktu dhuha: waktu terbit matahari + 15 menit
  • Batas akhir waktu dhuha: waktu dzuhur – 15 menit

Jumlah Rakaat Sholat Dhuha

Jumlah rakaat sholat dhuha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Pelaksanaannya dilakukan dalam satuan 2 rakaat sekali salam.

Niat Sholat Dhuha

Niat sholat dhuha adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Ushalli Sunnatal Dhuha Rak’ataini Lillaahi Ta’alaa.

Artinya: “Aku niat sholat sunah Dhuha dua raka’at, karena Allah ta’ala.”

Tata Cara Sholat Dhuha

Untuk melaksanakan sholat dhuha 2 rakaat, ikuti langkah-langkah berikut:

Rakaat Pertama
  1. Niat sholat Dhuha
  2. Takbiratul Ihram
  3. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
  4. Membaca Surah Al-Fatihah
  5. Membaca Surah Ad-Dhuha
  6. Ruku’ dengan tumakninah lalu membaca:

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

    Subhana rabbiyal azimi wabi hamdih.

    Artinya: “Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.”

  7. I’tidal dengan tumakninah lalu membaca:

    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

    Sami Allahu liman hamidah.

    Artinya: “Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.”

    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

    Rabbana walakal hamdu.

    Artinya: “Rabb kami, milik-Mu segala pujian”

  8. Sujud dengan tumakninah lalu membaca:

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

    Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.

    Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”

  9. Duduk di antara dua sujud lalu membaca:

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

    Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”

  10. Sujud lalu membaca:

    > سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

    Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.

    Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”
  11. Berdiri lagi
Rakaat Kedua
  1. Membaca Surah Al-Fatihah
  2. Membaca Surah As-Syams
  3. Ruku’ dengan tumakninah lalu membaca:

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

    Subhana rabbiyal azimi wabi hamdih.

    Artinya: “Maha Suci Rabbku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.”

  4. I’tidal dengan tumakninah lalu membaca:

    سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

    Sami Allahu liman hamidah.

    Artinya: “Allah mendengar siapa saja yang memuji-Nya.”

    رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

    Rabbana walakal hamdu.

    Artinya: “Rabb kami, milik-Mu segala pujian”

  5. Sujud dengan tumakninah lalu membaca:

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

    Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.

    Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”

  6. Duduk di antara dua sujud lalu membaca:

    رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

    Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

    Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”

  7. Sujud lalu membaca:

    سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

    Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih.

    Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”

  8. Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah

    Berikut bacaan Tasyahud Akhir:

    التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

    At_Tahiyyaatul Mubaarakaatush Shalawaatuth Thoyyibaatulillaah. As_Salaamu’Alaika Ayyuhan Nabiyyu Wa Rahmatullaahi Wabarakaatuh, Assalaamu’Alaina Wa’Alaa Ibaadillaahishaalihiin.

    Asyhaduallaa Ilaaha Illallaah, Wa Asyhadu Anna Muhammad Rasuulullaah.

    Allaahumma Shalli’Alaa Muhammad, Wa’Alaa Aali Muhammad. Kamaa Shallaita Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim.

    Wabaarik’Alaa Muhammad Wa Alaa Aali Muhammad. Kamaa Baarakta Alaa Ibraahiim Wa Alaa Aali Ibraahiim, Fil’Aalamiina Innaka Hamiidum Majiid.

    Artinya: “Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. “Ya Allah, limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad. Seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Engkaulah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia diseluruh alam.”

  9. Salam
  10. Membaca doa sholat Dhuha
Bacaan Doa Sholat Dhuha

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allahumma innad Dhuha-a Dhuha-uka, wal baha-a baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ismata ‘ismatuka.

Allahumma in kana rizqi fis sama-i fa-anzilhu, wa in kana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kana mu’assaron fa yassirhu, wa in kana haroman fathohhirhu, wa in kana ba’idan faqorribhu, bihaqqi Dhuha-ika, wa baha-ika, wa jamalika, wa quwwatika, wa qudrotika, aatini ma atayta ‘ibadakas sholihin.

Artinya: “Ya Allah, bahwasannya waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, dan keagungan itu adalah keagungan-Mu, dan keindahan itu adalah keindahan-Mu, dan kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rizkiku masih di atas langit, maka turunkanlah, jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar, maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram, maka sucikanlah, jika masih jauh, maka dekatkanlah, Berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMU yang sholeh.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *