Tahun 2019 lalu adalah pertama kalinya karakter fiksi Detektif Blanc diperkenalkan lewat film misteri-detektif, Knives Out. Kala itu saya menontonnya langsung di bioskop dan sangat terkesan dengan cerita yang ada di dalamnya. Bagaimana konsep pembunuhan dikemas dengan epik dan membuat penasaran penonton, kemudian dibawa pada twist tak terduga ketika pelakunya terungkap.
Berkat karakter Blanc yang diperankan oleh Daniel Craig sangat ikonik, maka 3 tahun setelahnya dibuat sekuel dari Knives Out berjudul Glass Onion: A Knives Out Mystery yang kali ini tayang secara ekslusif di Netflix. Lagi-lagi cerita kedua dari kasus berbeda ini punya twist yang membuat saya bungkam.
Nah di tahun 2025 ini, Detektif Blanc kembali lagi dengan kasus yang lebih kelam dan membuat penasaran. Lewat film ketiganya yang berjudul Wake Up Dead Man: A Knives Out Mystery, film ini tayang secara ekslusif dan original di Netflix sejak 12 Desember lalu dengan durasi kurang lebih 2 jam setengah.
Karena saya suka cerita detektif dan sebelumnya sudah nonton 2 film Knives Out yang lain, maka rasanya kurang sah saja jika tidak menonton film ketiga ini. Maka saya menyempatkan waktu untuk menontonnya dan mengulasnya di sini.
Seperti biasa, saya akan memulai dari sinopsisnya, sedikit bocoran cerita, dan kelebihan serta kekurangan yang ada di film ini. Yuk, langsung saja check this out!
SINOPSIS
Latar utama di Knives Out (2019) adalah rumah seorang yang kaya raya dengan konflik penguasaan harta di keluarga. Sementara itu di film Glass Onion (2022) adalah sebuah reuni kawan lama di tempat mewah milik salah seorang teman di dalamnya.
Nah, kalau di Wake Up Dead Man latar utamanya sedikit agak laen karena berada di sebuah gereja di tempat terpencil dengan tokoh utama pastor muda, Jud Duplenticy, yang kebetulan di tempatkan di sana untuk satu dan lain hal.
Karena latar utamanya di gereja, maka tak heran di dalamnya banyak hal-hal yang berkaitan dengan agama kristen seperti Kristus, penyembahan, khotbah, hingga pengungkapan dosa.
Maka di sini Pastor Jud menemani Jefferson Wicks sebagai pastor senior (Monsignor) untuk melakukan segala kegiatan yang ada di dalam gereja. Ia juga bertemu dengan Martha yang jadi asisten pribadi setia bagi Mons. Wicks.
Mons Wicks punya ajaran yang kuat dan sedikit radikal bagi jemaatnya, tak heran bahwa beberapa di antara jemaatnya berbalik mundur untuk mengikuti ajarannya dan tidak pernah datang kembali. Namun, tetap ada jemaat yang tetap setia datang meski ajaran Mons Wicks cukup aneh dari ajaran agama yang seharusnya.
Mereka adalah Dr. Nat, Vera Draven, Lee Ros, Simone, dan Cy Draven. Kelima orang inilah yang setia mendatangi gereja untuk mendengar khotbah Mons Wicks. Bahkan ketika Pastor Jud ingin membentuk circle baru tanpa Mons Wicks, mereka justru marah dan tidak mau.
Cerita perkenalan karakter ini berjalan di 30 menit pertama dengan lambat tapi pasti. Hingga setelahnya, Mons Wicks ditemukan meninggal tertusuk pisau dengan gagang wajah iblis di bagian punggung. Ia tewas setelah khotbah di sebuah ruangan kecil. Pembunuhan ruang tertutup itu justru menjadi bumerang bagi Pastor Jud karena ia jadi satu-satunya tersangka yang memungkinkan untuk melakukan pembunuhan ini.
KASUS KELAM DENGAN AJARAN AGAMA YANG KUAT
Detektif Blanc akhirnya turun langsung menangani kasus ini bertemu dengan Pastor Jud serta jemaat lain yang ada di TKP saat terjadinya pembunuhan. Beberapa petunjuk dikumpulkan untuk membuktikan apakah benar bahwa Pastor Jud adalah tersangka utama, atau justru ada pelaku lain yang sengaja merancang semua rencana ini.
Dibanding dengan dua film terdahulunya, Wake Up Dead Man punya vibes yang lebih kelam karena berada di tempat terpencil dengan berlatar ajaran agama yang cukup kuat. Seperti berdoa kepada Kristus, persembahan, pengakuan dosa, hingga pemberkatan. Belum lagi ada juga sedikit unsur horor yang tertuang di sini.
Seperti yang ada di cuplikan trailer bahwa Mons Wicks yang telah tewas kemudian dikuburkan di makam keluarga (tempat ayahnya juga dimakamkan). Namun di satu malam yang hujan, Pastor Jud melihat Mons Wicks bangkit dari kuburnya dan menyerang penjaga kebun gereja.
Itulah kenapa judul film ini Wake Up Dead Man, alias pria mati yang bangun kembali. Tentu saja ini menimbulkan banyak pertanyaan bagi penonton. Apakah Mons Wicks telah benar-benar meninggal, atau justru itu adalah trik yang dilakukan pelaku lain untuk menyembunyikan petunjuk?
USAHA DETEKTIF BLANC MENGUNGKAP KASUS
Layaknya film-film detektif lain, pola cerita di dalam film Wake Up Dead Man berputar pada lingkaran yang sama. Mulai dari pengenalan karakter, tewasnya korban, mencari petunjuk, hingga akhirnya menemukan pelaku sesungguhnya dengan sentuhan twist a la 2 film Knives Out sebelumnya.
Di sini, Detektif Blanc kembali dengan gaya khasnya untuk menemukan siapa pelaku sebenarnya yang membunuh Mons Wicks. Pentunjuk yang ia dapatkan layaknya sebuah puzzle yang harus disusun.
Ketika mendatangi para jemaat, ia jadi paham bahwa setiap orang dari mereka memiliki kemungkinan untuk membunuh. Dan bukan hal mustahil juga jika ada trik pembunuhan ruang tertutup yang dilakukan untuk melimpahkan kesalahan kepada Pastor Jud.
Memang akan berputar bahkan nyaris tak ada petunjuk pasti untuk menemukan pelaku, tapi di 30 menit terakhir penonton akan diberikan klimaks yang cukup oke dengan penyelesaian kasus yang mudah dimengerti hingga menjawab setiap pertanyaan tentang trik yang dilakukan pelaku.
BUKAN YANG TERBAIK DARI KNIVES OUT
Sebagai yang mengikuti keseluruhan cerita dari film Knives Out, menurut saya pribadi Wake Up Dead Man bukanlah yang terbaik. Dua film terdahulunya masih lebih meninggalkan kesan.
Mungkin karena saya cukup sering melihat film detektif misteri seperti ini, yang pada akhirnya beberapa adegan tidak lagi terasa mengejutkan dan terkesan biasa saja. Bahkan untuk triknya sendiri malah bisa dibilang standar dan tidak terlalu gong dan mengejutkan seperti dua film sebelumnya.
Sejak awal kematian Mons Wicks pun beberapa gerakan dari karakter cukup mencurigakan bagi saya yang pada akhirnya terjawab di bagian akhir. Juga, bagian pengungkapan pelaku tak sepenuhnya dilakukan oleh Detektif Blanc yang membuat ini sedikit kurang greget.
Tapi bukan berarti film ini buruk ya. Overall, tetap layak tonton kok apalagi untuk kalian yang memang suka dengan tipe film misteri-detektif seperti ini.
Dan layaknya film detektif lain, bahwa durasi panjang (2 jam setengah) akan terasa membosankan bagi sebagian orang. Namun, Wake Up Dead Man mengemasnya dengan cukup baik sehingga penonton tak boleh lengah untuk mendapatkan petunjuk penting atas kasus yang terjadi.
Untuk rating-nya sendiri, film Wake Up Dead Man mendapat skor sebesar 7.4/10 lewat IMDb sampai dengan tulisan ini dibuat dan sebesar 92% dari Rotten Tomatoes. Sementara saya pribadi memberi nilai cukup di 7.0/10 dengan beberapa pertimbangan di atas tadi.
Nah, gimana nih Kompasianer, pasti penasaran juga kan dengan akhir kisah Pastor Jud ini? Kira-kira siapa pelaku sebenarnya, ya? Tentu saja untuk menjawab itu semua harus menonton langsung film ini di Netflix.
Kurang lebih seperti itulah sedikit ulasan untuk film Wake Up Dead Man. Akhir kata, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di tulisan selanjutnya!
-M. Gilang Riyadi, 2025-







