Ukraina Hentikan Ambisi Bergabung NATO, Mengapa?

Jakarta, IDN Times – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy akhirnya menghentikan ambisinya untuk bergabung dengan aliansi militer NATO. Namun, Kiev meminta jaminan keamanan dari Barat dalam menghadapi ancaman Rusia.

“Dari awal, Ukraina berkeinginan untuk menjadi anggota NATO. Ini merupakan jaminan keamanan yang nyata. Namun, mitra Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara Eropa tidak mendukung tindakan ini,” katanya, dikutip.TVP World, Senin (15/12/2025).

Bacaan Lainnya

Beberapa hari terakhir, Ukraina mulai menunjukkan sikap lebih lunak terhadap usulan perdamaian yang diajukan Amerika Serikat. Zelenskyy telah menyatakan kesiapannya untuk mengadakan pemilihan umum selama masa perang berlangsung.

1. Minta jaminan keselamatan dari Amerika Serikat dan Eropa

Zelenskyy menyatakan bahwa Ukraina akan memohon jaminan keamanan dari Amerika Serikat. Selain itu, ia mengungkapkan rencana untuk mengajak negara-negara Eropa, Kanada, dan Jepang ikut berkontribusi dalam menjamin keamanan negaranya.

“Kami akan meminta jaminan keamanan dari Amerika Serikat, rekan di Eropa, serta negara-negara aliansi lainnya, seperti Kanada dan Jepang. Tindakan ini diperlukan guna menghindari serangan Rusia di masa depan,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Zelenskyy bertemu dengan perwakilan Amerika Serikat, Steve Witkoff, di Berlin, Jerman. Presiden Ukraina juga menyatakan bahwa perdamaian yang bermartabat akan menjadi jaminan bahwa Rusia tidak akan kembali menyerang.

2. Rusia menginginkan pembahasan lebih lanjut mengenai kemungkinan Ukraina bergabung dengan NATO

Kepala Bicara Presiden Rusia, Dmitry Peskov menyatakan bahwa rencana ambisi Ukraina untuk bergabung dengan NATO perlu dibahas lebih lanjut. Menurutnya, informasi ini sangat penting dalam negosiasi perdamaian.

“Issue ini adalah salah satu hal penting dalam negosiasi perdamaian. Jelas, ini memerlukan pembahasan lebih lanjut mengenai masalah tersebut dan yang lainnya. Namun, saya menekankan bahwa kami tidak ingin terlibat dalam diplomasi yang terbuka,” katanya, dilaporkan dariCNBC.

Sejauh ini, Moskow selalu menolak dengan tegas rencana Ukraina untuk bergabung dengan NATO. Rusia berpendapat bahwa langkah ini merupakan upaya Barat untuk memperluas aliansi NATO ke Eropa Timur.

3. Jumlah personel tentara Ukraina akan dibatasi maksimal sebanyak 800.000 orang

Sehari sebelumnya, Zelenskyy mengungkapkan bahwa terdapat rencana tentara Ukraina maksimum hingga 800 ribu personel dalam proposal perdamaian. Menurutnya, jumlah itu sudah sangat cukup untuk mengamankan negaranya dibandingkan proposal pada 2022 yang hanya 40-50 ribu personel. 

Dilansir Ukrinform, negara-negara Eropa meminta bahwa tentara Ukraina tidak dibatasi jumlahnya dan tidak dilarang masuk NATO. Selain itu, meminta agar Ukraina diperbolehkan memanggil tentara negara sahabat untuk membantu keamanan negaranya. 

Dikritik Trump, Zelenskyy Siap Ubah UU Ukraina Demi Pemilu Ukraina Nyatakan Siap Pemilu, tapi Minta Syarat dari AS dan Eropa Swedia Tunda Beri Bantuan ke 5 Negara Demi Ukraina

Pos terkait