Isi Artikel
Perjalanan Hidup P. Andreas Tefa Sa’u, SVD
P. Andreas Tefa Sa’u, SVD adalah seorang biarawan misionaris yang meninggal dunia pada hari Senin sore, tanggal 15 Desember 2025. Ia menghembuskan napas terakhirnya dalam perjalanan menuju rumah sakit setelah mengalami gangguan pada jantungnya. Berita ini mengejutkan banyak pihak, termasuk rekan-rekannya di Serikat Santo Vincent de Paul (SVD) dan komunitas gereja.
P. Andreas lahir di Nibaaf, Timor Tengah Utara, pada 16 Juni 1955. Ia dipermandikan di Noemuti pada 27 September 1957. Pendidikannya dimulai dari SDK Nibaaf hingga tahun 1968, kemudian melanjutkan ke SMP Noemuti hingga 1972. Setelah lulus SMP, ia membantu orang tuanya selama dua tahun sebelum melamar masuk SMA Seminari Menengah Lalian pada tahun 1975.
Karena memiliki cita-cita menjadi biarawan misionaris, P. Andreas melamar masuk SVD pada 1 Agustus 1979. Ia menjalani masa Novisiat selama dua tahun di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero. Pada 1 Agustus 1981, ia mengikrarkan kaul-kaulnya untuk pertama kali dalam SVD.
Studi Filsafat di STFK Ledalero yang dimulainya pada 1980, ia selesaikan pada 1984. Setelah itu, ia ditetapkan untuk menjalani Tahun Orientasi Pastoral (TOP) selama satu tahun di Paroki Boawae. Kembali dari TOP pada tahun 1985, ia bersama dua rekannya, yaitu Fr. Rufinus Wuwur dan Fr. Amatus Woi, ditetapkan untuk melanjutkan formasi dasar dan studi Theologi di Sankt Gabriel, Moedling, Austria.
Pada 20 Agustus 1985, ketiganya dipindahkan oleh Pater Superior General dari Provinsi SVD Ende ke Provinsi SVD Austria. Mereka didampingi oleh P. Nicolaus Apeldoorn, mantan misionaris Flores dan mantan Regional SVD Ende, yang saat itu sudah berpindah kembali ke Belanda.
Setelah belajar bahasa Jerman selama satu tahun, mereka mulai studi Theologi di Sankt Gabriel. Dalam bulan Mei 1988, ketiganya diterima untuk mengikrarkan kaul-kaulnya untuk kekal. Pada 30 Juli 1988, ketiganya ditahbiskan menjadi imam di Sankt Gabriel. Provinsial SVD Ende yang diundang untuk menghadiri tahbisan mereka, mengutus P. Yosef Suban Hayon dan P. Guido Tisera – keduanya mantan Prefek mereka yang sedang studi di Roma. Pater General juga menambah utusan, yaitu P. Alex Beding, yang bertugas di Roma untuk menerjemahkan dokumen Serikat ke dalam bahasa Indonesia.
Karier dan Studi di Luar Negeri
P. Andreas ditempatkan sementara selama dua tahun di Provinsi Austria, kemudian melanjutkan studi untuk Indonesia. Pada akhir 1991, ia kembali ke Wina untuk menggantikan P. Herman Kaiser sebagai pembina Umat Katolik Indonesia di kota Wina. Dalam suratnya kepada P. Provinsial SVD Ende, P. Andreas menyampaikan minatnya untuk mempelajari agama-agama asli dikombinasikan dengan ilmu bangsa-bangsa asli. Ia berencana memulai studinya pada awal tahun 1992 di Sekolah Tinggi Sankt Gabriel yang mendapat kepercayaan dari Universitas Urbaniana-Roma untuk membuka jurusan Theologi Agama-agama.
Untuk kelancaran studinya, ia meminta izin untuk mengikuti kursus bahasa Inggris di Irlandia selama dua bulan, dari Juli sampai Agustus 1992. Namun, studinya di Sekolah Tinggi Sankt Gabriel mengalami hambatan karena Jurusan Teologi Agama-agama belum mendapat pengesahan dari Universitas Urbaniana. Akibatnya, P. Andreas meminta untuk berpindah ke Sekolah Tinggi Sankt Augustin, Jerman, pada 12 April 1994.
Pada November 1994, P. Andreas berpindah ke Sankt Augustin, Jerman. Ia berharap bisa menyelesaikan studinya secepatnya dan kembali ke Indonesia pada akhir 1995. Namun, ternyata ia membutuhkan waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan program studi, para dosen, dan seminar yang harus ia siapkan.
Pada 11 Agustus 1995, P. Andreas menyampaikan bahwa ia membutuhkan waktu tambahan. P. Provinsial SVD Ende kemudian menghubungi P. Karl Josf Rivinnius, Dekan Sekolah Tinggi Theologi Sankt Augustin, untuk menanyakan perkembangan studinya. P. Rivinius menjelaskan bahwa P. Andreas harus menyelesaikan beberapa matakuliah yang diperlukan untuk mendapat lisensiat.
Pada 2 November 1996, P. Andreas menyampaikan bahwa ia telah menyerahkan tesisnya dan menunggu ujian yang akan diadakan pada pertengahan Desember 1996. Pada 18 Desember 1996, ia lulus dengan nilai 9 – magna cum laude. Ia juga meminta izin untuk mengikuti kursus bahasa Inggris di Irlandia selama tiga bulan, dari Januari sampai Maret 1997.
Kembali ke Indonesia dan Tugas Baru
Setelah selesai kursus bahasa Inggris di Irlandia, P. Andreas kembali ke Provinsi SVD Ende dan siap untuk mulai bertugas. Pada 11 Agustus 1997, ia diberi penempatan di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero dan ditunjuk sebagai Pembina Frater Unit Gere. Dari sana, ia menjadi anggota tetap Tim Prefek Frater Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero.
Ia juga bertugas sebagai dosen di STFK Ledalero. Selain mengajar di STFK Ledalero, P. Andreas sering diminta untuk mengajar di Fakultas Filsafat Agama Universitas Widya Mandira, Kupang, dan di Seminari Tinggi St. Mikhael, Kupang. Pada masa liburan tahun 2004, ia mengikuti Nemi Renewal Course dalam bahasa Jerman.
Tugas di Austria dan Kembali ke Indonesia
Karena kebutuhan akan tenaga Pembina di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero semakin dirasakan, pada tahun 2015 Pater Rektor sudah memasukkan nama P. Andreas sebagai salah satu anggota Tim Prefek Frater. Pada 14 Februari 2017, Provinsial SVD Ende memintanya kembali ke Provinsi SVD Ende. Setelah ada kesepakatan antara Provinsial IDE dengan Provinsial ECP, pada 26 Mei 2017 P. General memindahkan P. Andreas kembali ke Provinsi IDE.
Sejak tahun 2019, P. Andreas mengalami gangguan pada jantungnya. Meskipun dokter menyarankan untuk dipasang ring, ia hanya mau mengkonsumsi obat saja. Oleh karena itu, hampir setiap tahun ia harus ke R.S. St. Elisabeth Semarang untuk perawatan. Meski demikian, P. Andreas tetap menjalankan tugas yang dipercayakan kepadanya.
Pada 9 Juni 2025, P. Provinsial SVD Ende menunjuk Tim Prefek Frater tahun 2025/2026, dan P. Andreas ditunjuk sebagai Pembantu Prefek pada Unit Gabriel. Tugas ini ia jalani dengan tekun sampai ajal menjemputnya pada hari Senin sore, 15 Desember 2025.
P. Andreas, Selamat Jalan, Selamat Memasuki Kebahagiaan Abadi bersama Bapa di surga.
