VALE OF GLAMORGAN, – Tulang-belulang manusia dilaporkan bermunculan di pantai Teluk Dunraven, Vale of Glamorgan, Wales.
Salah satu peristiwanya terjadi ketika warga bernama Christopher Rees (39) berjalan-jalan bersama putranya, Dylan (7), dan anjing peliharaannya pada Oktober 2023.
Ress kala itu melihat ada bagian tulang yang mencuat dari balik pasir pantai.
“Dylan sangat senang belajar sejarah dan suka pergi ke museum, jadi dia sangat bersemangat untuk melihat benda apa itu,” ujar Rees, dikutip dari BBC (21/4/2024).
Awalnya, Dylan mengira tulang tersebut fosil dinosaurus. Dengan antusias, mereka membawa sebagian kecil temuan itu pulang ke rumah untuk ditunjukkan kepada keluarga.
Namun, keceriaan Dylan berubah menjadi tanda tanya besar saat sang ibu, Sophie, melihat temuan tersebut.
Sophie curiga bentuk tulang itu lebih menyerupai anatomi manusia daripada hewan purba.
“Dia (Sophie) bilang, ‘Kelihatannya seperti tulang manusia’. Awalnya saya tidak terlalu ambil pusing karena saya pikir itu mungkin tulang hewan, tetapi kemudian saya mulai mempertanyakan diri saya sendiri,” kata Rees.
Untuk memastikan hal tersebut, Rees mengirimkan foto temuan ke grup pesan singkat keluarganya.
Kebetulan, saudara perempuan Rees memiliki beberapa rekan yang berprofesi sebagai dokter dan dokter hewan.
“Obrolan grup mereka ramai sekali. Beberapa hari kemudian saat makan malam Minggu, saudara saya berkata, ‘Ya, itu seperti tulang manusia’,” lanjutnya.
Sisa-sisa manusia purba
Sadar bahwa temuan tersebut bisa jadi bukti tindak kriminal atau situs sejarah, Rees langsung menghubungi polisi.
Ia mengaku sempat khawatir karena memindahkan tulang tersebut dari lokasi aslinya.
“Saya panik. Saya berpikir, ‘Apa yang telah kulakukan?’. Saya kemudian menjelaskan semuanya kepada polisi, termasuk lokasi persis di mana saya menemukannya,” tuturnya.
Kepolisian Wales Selatan segera menutup area pantai selama beberapa hari untuk melakukan investigasi mendalam.
Beberapa minggu kemudian, petugas mengonfirmasi bahwa tulang-tulang tersebut bukan berasal dari kejahatan modern, melainkan sisa-sisa manusia purba.
“Saya memberi tahu Dylan dan dia menganggapnya sangat keren,” ucap Rees.
Penemuan ini menambah panjang daftar temuan arkeologis di garis pantai Vale of Glamorgan.
Pada awal April 2024, tulang-belulang manusia diduga berusia berabad-abad juga ditemukan di pantai yang sama setelah robohnya sebuah tembok kuno.
Sejarawan Graham Loveluck-Edwards mengungkapkan, ada beberapa kemungkinan asal-usul tulang tersebut.
Meski ada teori tentang penguburan gua di zaman prasejarah atau pertempuran besar pada abad ke-1, ia meyakini teori kapal karam adalah yang paling masuk akal.
“Kita tahu bahwa pada periode prasejarah, orang-orang di daerah tersebut sering mengubur orang mati di gua-gua. Kita juga memiliki bukti arkeologis tentang pertempuran besar di dekat sini pada abad ke-1,” jelas Loveluck-Edwards.
Namun, ia menambahkan bahwa tulang tersebut kemungkinan besar berasal dari korban kapal karam yang terjadi antara abad ke-16 hingga ke-18.
Senada dengan hal tersebut, Claudine Gerrard dari Heneb (The Trust for Welsh Archaeology) menjelaskan bahwa fenomena ini lumayan sering terjadi.
“Tulang-belulang manusia sering terdampar di pantai setelah kapal karam, dan dikuburkan di tempat terdekat yang tersedia,” kata Claudine.
Ia mencatat bahwa usia temuan di sepanjang pantai ini bisa bervariasi, mulai dari zaman prasejarah hingga zaman modern.
Sebelumnya pada 2019, kerangka dari sedikitnya enam orang yang diyakini korban kapal karam ditemukan di Pantai Cwm Nash, hanya beberapa kilometer dari lokasi penemuan Rees.
Pada 2014, dua tulang kaki manusia juga ditemukan di tebing daerah yang sama.







