Ringkasan Berita:
- Kemampuan untuk tinggal secara fleksibel, meningkatnya jumlah pekerja yang bekerja secara mobile, serta berkembangnya ekonomi berbasis proyek memaksa pemilik properti menjadi lebih responsif dalam mengelola aset mereka.
- Permintaan penginapan kini lebih fleksibel. Model hybrid memungkinkan pemilik properti menggabungkan kestabilan aliran dana dari sewa bulanan dengan peluang pendapatan yang lebih besar dari sewa harian.
, JAKARTA– Model kost hybrid—sistem pengelolaan properti yang menggabungkan sewa harian dan sewa bulanan dalam satu aset—semakin berkembang sebagai pendekatan bisnis di tengah perubahan perilaku mobilitas penduduk perkotaan.
Kemampuan untuk tinggal secara fleksibel, meningkatnya jumlah pekerja yang bekerja secara mobile, serta berkembangnya ekonomi berbasis proyek memaksa pemilik properti lebih cepat beradaptasi dalam mengelola aset mereka.
Memanfaatkan peluang tersebut, Behomy, perusahaan manajemen properti dan operator bisnis pariwisata yang berbasis teknologi, menawarkan layanan manajemen lengkap yang terintegrasi, dirancang untuk meningkatkan tingkat okupansi sekaligus memaksimalkan pendapatan pemilik properti tanpa harus terlibat langsung dalam kegiatan harian.
Pemimpin dan Pendiri Behomy, Dicky Syan, menganggap bahwa model sewa bulanan tradisional menghadapi tantangan struktural seperti perubahan tingkat hunian, masa kosong yang lama, serta batasan skala pendapatan.
Dengan model hybrid, sebuah properti mampu menjangkau dua segmen pasar sekaligus—penghuni jangka panjang untuk menjaga kelancaran arus kas dan penghuni harian untuk meningkatkan pendapatan saat permintaan tinggi.
Dicky Syan menganggap pendekatan hybrid sebagai tanggapan perusahaan terhadap perubahan pola konsumen dan dinamika pasar properti tempat tinggal.
“Permintaan akomodasi kini lebih fleksibel. Model hybrid memungkinkan pemilik properti menggabungkan kestabilan arus kas dari sewa bulanan dengan peluang penghasilan yang lebih besar dari sewa harian, selama dijalankan dengan sistem dan prosedur operasional yang sesuai,” kata Dicky, Selasa (16/12/2025).
Pendekatan Manajemen Berbasis Data
Sebagai operator, menurut Dicky Syan, pihaknya menggabungkan teknologi dengan operasional lapangan. Dari sisi digital, sistem manajemen Behomy meliputi dashboard kinerja real-time, penentuan harga yang berubah-ubah (dynamic pricing), serta manajemen saluran untuk mendistribusikan unit ke berbagai platform pemesanan.
Sementara dari sisi operasional, lanjut Dicky Syan, pihaknya menerapkan standar layanan kehospitalitan, mulai dari pembersihan rutin, pelayanan tamu, pengelolaan keluhan, hingga unit pengendalian kualitas agar kualitas tempat tinggal tetap stabil.
“Melalui pengelolaan yang terukur—mulai dari harga, saluran distribusi, hingga standar pelayanan—pada properti tertentu, potensi peningkatan pendapatan bisa mencapai sekitar 2,5 kali dibandingkan skema sewa bulanan murni. Namun tentu hasilnya sangat tergantung pada lokasi, kondisi aset, dan konsistensi operasional,” tambah Dicky.
Model hibrida ini dapat digunakan untuk berbagai jenis aset, seperti kos-kosan, kostel, penginapan tamu, hotel murah, hingga properti yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Pemilik hanya perlu mengawasi kinerja melalui laporan rutin dan dashboard, sedangkan seluruh aspek pemasaran, operasional, hingga pelaporan keuangan diurus oleh operator.
Dari segi pasar, tingkat penghunian kos di kota-kota besar Indonesia tergolong tinggi dan cukup stabil, khususnya di daerah yang menjadi pusat pendidikan dan bisnis.
Dorong Aset Lebih Produktif
Dengan perkembangan tren kost hybrid yang semakin pesat di berbagai kota, Dicky Syan menyampaikan bahwa sebaiknya pemilik properti mulai meninjau potensi aset mereka dengan pendekatan manajemen yang profesional dan berbasis data.
“Fokusnya bukan hanya memastikan unit terisi, tetapi juga memastikan properti berjalan dengan efisien dan menghasilkan keuntungan maksimal,” katanya.






