Isi Artikel
- 1 Maret 2025: Nelayan Tenggelam di Sungai Lenggang
- 2 Agustus 2025: KM Osela Tenggelam, 6 Nelayan Hilang
- 3 September 2025: Kapal Bagan Tenggelam di Pulau Penanas
- 4 Desember 2025: KM Rahma Jaya Tenggelam di Karang Antu
- 5 Desember 2025: Kapal Karam di Perairan Pantai Bembang
- 6 Rekapitulasi Data Korban Nelayan 2025
Ringkasan Berita:
- Sejumlah peristiwa nelayan tenggelam terjadi di Bangka Belitung dalam beberapa tahun terakhir.
- Mulai dari Asiran yang hanyut di Sungai Lenggang, delapan ABK KM Osela yang hilang di Karang Mardalena, hingga tiga nelayan Bangka Barat yang karam di Pantai Bembang akibat cuaca ekstrem.
–Perairan di sekitar Belitung dan Bangka sejak lama menjadi nadi kehidupan ribuan nelayan.
Namun di balik kekayaan lautnya, wilayah ini juga menyimpan catatan panjang tragedi kecelakaan laut yang merenggut nyawa dan meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga nelayan.
Sejumlah peristiwa tenggelamnya kapal nelayan, baik di sungai maupun laut lepas, mencatat data korban yang beragam, dari meninggal dunia, hilang, hingga berhasil diselamatkan melalui operasi SAR.
Serangkaian peristiwa kecelakaan laut yang menimpa nelayan terjadi di sejumlah perairan Bangka Belitung sepanjang 2025.
Insiden-insiden ini mencatat korban meninggal, hilang, hingga selamat, dengan penyebab utama didominasi cuaca buruk, gelombang tinggi, serta kecelakaan saat aktivitas melaut.
Maret 2025: Nelayan Tenggelam di Sungai Lenggang
Kasus pertama terjadi di Sungai Lenggang, Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Jumat (7/3/2025).
Seorang nelayan bernama Asiran (51), akrab disapa Baret, dilaporkan tenggelam sekitar pukul 14.35 WIB saat mencuci perahu di tepi sungai.
Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus sungai membuat korban tidak dapat diselamatkan.
Asiran dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Data korban:
1 orang meninggal dunia
Agustus 2025: KM Osela Tenggelam, 6 Nelayan Hilang
Peristiwa besar terjadi di perairan Karang Mardalena, utara Pulau Gelasa, Kabupaten Bangka Tengah, Jumat (15/8/2025).
Kapal nelayan KM Osela tenggelam setelah dihantam gelombang tinggi sekitar pukul 04.00 WIB.
Kapal tersebut dinakhodai Hamzah (45) dan membawa 8 anak buah kapal (ABK).
Hamzah berhasil selamat setelah terombang-ambing di laut selama empat hari dan ditemukan di perairan Dusun Tuing, Desa Mapur, Kabupaten Bangka, Senin (18/8/2025).
Hamzah bersama dua anak buah kapal (ABK) lain, Rizki dan Niko, berhasil selamat.
Dua ABK KM Osela, Rizki (22) dan Niko (30), berhasil diselamatkan Kapal Tugboat TB PPKR9 pada Selasa (19/8/2025).
Keduanya ditemukan terapung dengan bantuan gabus sejauh 7 mil laut dari lokasi ditemukannya Hamzah.
Namun enam ABK dinyatakan hilang dan belum ditemukan , yakni Yogi (20), Taufik (27), Salim (32), Mances (30), Abi Mayu (18), dan Jordi (25).
Data Korban
Selamat: 3 orang (Hamzah, 45 tahun, Rizki (22) dan Niko (30)
Hilang: 6 orang nelayan yakni Yogi (20), Taufik (27), Salim (32), Mances (30), Abi Mayu (18), dan Jordi (25).
September 2025: Kapal Bagan Tenggelam di Pulau Penanas
Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Pulau Penanas, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Sabtu (20/9/2025).
Sebuah kapal bagan mengalami pecah di bagian belakang akibat menabrak karang cabang, menyebabkan kapal miring dan hampir tenggelam.
Berkat laporan cepat warga dan respons Tim SAR Gabungan, seluruh korban berhasil diselamatkan.
Kelima nelayan yang selamat adalah Sabile (57), Gusman (34), Ardi (18), Saipul (28), dan Amik (22).
Data korban:
- 5 orang selamat
Desember 2025: KM Rahma Jaya Tenggelam di Karang Antu
Kapal nelayan KM Rahma Jaya tenggelam di Perairan Karang Antu, Kabupaten Belitung Timur, Senin (8/12/2025), akibat cuaca buruk.
Satu nelayan bernama Randruk (65) berhasil diselamatkan setelah meminta pertolongan melalui radio.
Tim SAR Gabungan menemukan korban pada Selasa (9/12/2025) dini hari di perairan Pulau Buku Limau dan segera mengevakuasinya ke Puskesmas Manggar.
Data korban:
1 orang selamat
Desember 2025: Kapal Karam di Perairan Pantai Bembang
Insiden terbaru terjadi di Perairan Pantai Bembang, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat, Selasa (30/12/2025).
Sebuah kapal nelayan karam diduga akibat gelombang tinggi dan cuaca ekstrem. Tiga nelayan yang berada di kapal tersebut hingga sore hari belum ditemukan, masing-masing Afan (48), Marhan (45), dan Agus (35).
Salah satu korban sempat melakukan panggilan video kepada rekannya dan mengabarkan kapal mengalami kerusakan sebelum akhirnya hilang kontak.
Data korban sementara:
3 orang hilang (dalam pencarian)
Rekapitulasi Data Korban Nelayan 2025
- Meninggal dunia: 1 orang
- Hilang: 11 orang
- Selamat: 7 orang
Total korban terdampak kecelakaan laut sepanjang rangkaian peristiwa ini mencapai 19 nelayan.
Rentetan kejadian tersebut menegaskan tingginya risiko yang dihadapi nelayan, terutama saat cuaca ekstrem melanda perairan Bangka Belitung.
Aparat SAR dan pemerintah daerah terus mengimbau nelayan agar memprioritaskan keselamatan, memantau informasi cuaca, serta memastikan kelayakan kapal sebelum melaut.
Tragedi-tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa keselamatan pelayaran nelayan masih menjadi persoalan serius.
Cuaca ekstrem, keterbatasan alat keselamatan, serta kondisi kapal yang tidak selalu prima menjadi faktor utama tingginya risiko kecelakaan laut.
Otoritas SAR dan pemerintah daerah terus mengimbau nelayan untuk memperhatikan prakiraan cuaca, memastikan alat komunikasi berfungsi, serta menggunakan pelampung saat melaut.
Namun bagi keluarga korban yang kehilangan, angka-angka dalam statistik ini adalah luka yang belum tentu sembuh oleh waktu.
(/Zulkodri/Yunita Karisma Putri/Riki Pratama)







